[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-141406-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-141406-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","indonesian-societys-view-of-south-korean-culture-a-case-study-of-manhwa-noblesse-on-the-line-webtoon-app","Pandangan Masyarakat Indonesia Terhadap Budaya Korea Selatan - Studi Kasus Manhwa Noblesse pada Aplikasi Line Webtoon","","Penelitian ini mengkaji pandangan masyarakat Indonesia terhadap budaya Korea Selatan melalui manhwa Noblesse yang dibaca pada aplikasi Line Webtoon. Line Webtoon diposisikan sebagai media penyebaran Hallyu Wave, sehingga opini pembaca terbentuk lewat representasi karakter dan pesan yang disampaikan dalam cerita. Analisis studi kasus menunjukkan munculnya opini terkait unsur tokoh, muatan pesan, serta harapan pembaca. Antusiasme yang tinggi memperlihatkan Noblesse sebagai salah satu manhwa favorit dan menegaskan adanya komunikasi antarbudaya yang terhubung dengan elemen komik.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/indonesian-societys-view-of-south-korean-culture-a-case-study-of-manhwa-noblesse-on-the-line-webtoon-app/141406/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/indonesian-societys-view-of-south-korean-culture-a-case-study-of-manhwa-noblesse-on-the-line-webtoon-app/141406.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Levi","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-25",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa Line Webtoon berperan penting dalam penyebaran Hallyu Wave di Indonesia?","Question",{"text":63,"@type":64},"Line Webtoon digunakan sebagai media untuk menyebarkan Hallyu Wave, yang kemudian membentuk pandangan dan opini pembaca terhadap budaya Korea Selatan melalui konten manhwa.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Faktor apa saja yang memengaruhi opini pembaca terhadap manhwa Noblesse?",{"text":68,"@type":64},"Opini pembaca muncul terkait karakter, pesan yang disampaikan, serta harapan pembaca terhadap manhwa Noblesse dalam aplikasi Line Webtoon.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa implikasi penelitian terhadap komunikasi antarbudaya?",{"text":72,"@type":64},"Penelitian menunjukkan adanya komunikasi antarbudaya yang dikaitkan dengan unsur-unsur komik di dalam manhwa Noblesse.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},141406,1787655586,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},7971461740909,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Pandangan Masyarakat Indonesia Terhadap Budaya Korea Selatan: Studi Kasus Manhwa Noblesse pada Aplikasi Line Webtoon  \nNadia Istiani Zagita1, dan Rudi Sukandar2  \n1,2 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta, Indonesia  \nABSTRAK  \nLine Webtoon merupakan salah satu media yang digunakan Korea Selatan dalam menyebarkan Hallyu Wave. Hal itu merupakan penyebab munculnya pandangan atau opinitersendiri mengenai budaya Korea Selatan melalui manhwa Noblesse pada aplikasi Line Webtoon. Dengan analisis studi kasus terhadap manhwa Noblesse, hasil penelitian menunjukkan opini-opini yang muncul terkait dengan karakter, pesan yang disampaikan, serta beberapa harapan pembaca terhadap manhwa tersebut. Antusiasme pembaca terhadap manhwa ini membuat Noblesse ini menjadi salah satu manhwa yang paling disukai. Implikasi penelitian ini adalah adanya komunikasi antarbudaya yang dikaitkan dengan unsur-unsur komik di dalam manhwa ini.  \nKata kunci: manhwa, line, webtoon, noblesse, komik  \nIndonesian Society's View of South Korean Culture: A Case Study of Manhwa Noblesse in the Line Webtoon Application  \nABSTRACT  \nLine Webtoon is one of the media used by South Korea in spreading Hallyu Wave. It has driven the views or opinions of the South Korean culture through manhwa (Korean Comic) called “Noblesse” in the application Line Webtoon using Comic Theory from Scott McCloud. The analysis of case studies on the Noblesse manhwa showed that opinions werepresented and exhanged related to the characters, the messages being conveyed, and reader's expectations about in the manhwa. The readers' enthusiasm for this manhwa has made Noblesse one of the most favored manhwas. The implications of this research led to the intercultural communication associated with the comic elements in this manhwa.  \nKeywords: manhwa, line, webtoon, noblesse, comic  \nPENDAHULUAN  \nIndustri Hallyu Wave (Hangul: 한류; hanja: 韓流) atau Korean Wave berasal dari kata“Hankuk” yang berarti Korea dan Ryu yang berarti arus. Jadi, dapat diartikan bahwa Hallyu Wave adalah arus yang dibawa dari Korea Selatan (Mark, 2009) . Perkembangan Hallyu Wave  \nsemakin merambah ke masyarakat Indonesia, terlebih lagi kepada pemuda Indonesia. Setelahadanya fenomena K-POP maupun K-Drama yang sempat melejit di Indonesia, kali ini Korea dibantu dengan aplikasi Line WEBTOON, membuat manhwa atau komik buatan Korea dalam diplomasi budayanya. Manhwa (만화) adalah sebutan masyarakat Korea Selatan untuk komik. Sama halnya dengan manga yang berasal dari Jepang. Di luar Korea, manhwa dikenal sebagaikomik yang berasal dari Korea Selatan. Manhwa pertama kali dibuat pada tahun 1908 melalui ukiran kayu yang berjudul Daehan Minho oleh Lee Do Young. Pada awalnya, manhwa dibuat sebagai bentuk kritik sosial terhadap upaya Jepang untuk menguasai Korea (Muir, 2012) .  \nSetelah lebih dari 60 tahun, tepatnya pada era 1970, manhwa mulai diminati oleh remaja Korea. Namun, pada masa tersebut pemerintah Korea melarang peredaran komik tersebut karenadianggap memberikan pengaruh buruk terhadap prestasi belajar para remaja. Pada era 1980, peredaran manhwa semakin cepat sehingga disebut sebagai golden age of Manhwa. Pada tahun 2003, munculah webtoon atau manhwa yang dapat diakses menggunakan internet. Hingga saatini, webtoon terus berkembang dan membawa nama manhwa ke kancah internasional sehinggasiapapun dapat mengaksesnya dengan mudah. Webtoon pertama kali dibuat oleh Daum, yang kemudian diikuti oleh Naver. Kedua perusahaan tersebut hingga saat ini menjadi website yang cukup sering dikunjungi oleh penggemar webtoon (Vivi, 2015) .  \nBeberapa K-Drama terkenal diangkat dari manhwa, sebut saja Princess Hours (2004) dan Full House (2006) yang cukup melegenda, salah satunya Indonesia. Hal ini didukung dengan penggunaan aktor terkenal seperti Rain, Song Hye Kyo, Yoo Eun Hye dan lain sebagainya yang menjadi pendukung suksesnya drama ini. Selain itu, manhwa juga diangkat menjadi webdrama yang cukup menarik perhatian para penggemar KPOP, yaitu We Bro","cbCaioc60W1jmy2b","https://ap.wps.com/l/cbCaioc60W1jmy2b","pdf",450589,16,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Asal-usul dan perkembangan Hallyu Wave di Indonesia\n## Evolusi manhwa dan lahirnya webtoon\n## Peran Line Webtoon dalam penyebaran konten Korea\n## Gambaran umum manhwa Noblesse","[{\"question\":\"Mengapa Line Webtoon berperan penting dalam penyebaran Hallyu Wave di Indonesia?\",\"answer\":\"Line Webtoon digunakan sebagai media untuk menyebarkan Hallyu Wave, yang kemudian membentuk pandangan dan opini pembaca terhadap budaya Korea Selatan melalui konten manhwa.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang memengaruhi opini pembaca terhadap manhwa Noblesse?\",\"answer\":\"Opini pembaca muncul terkait karakter, pesan yang disampaikan, serta harapan pembaca terhadap manhwa Noblesse dalam aplikasi Line Webtoon.\"},{\"question\":\"Apa implikasi penelitian terhadap komunikasi antarbudaya?\",\"answer\":\"Penelitian menunjukkan adanya komunikasi antarbudaya yang dikaitkan dengan unsur-unsur komik di dalam manhwa Noblesse.\"}]","Pandangan Masyarakat Indonesia Terhadap Budaya Korea Selatan - Studi Kasus Manhwa Noblesse pada Aplikasi Line Webtoon | PDF",25]