[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228204-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228204-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","indonesian-food-composition-table-2017","Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017","","Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017 menyajikan data komposisi pangan untuk mendukung perbaikan pola konsumsi dan perencanaan pangan berbasis zat gizi. Dokumen menekankan kebutuhan data nasional yang terstandar, lengkap, dan akurat agar masyarakat dapat memilih serta mengkombinasikan pangan sehat sesuai kandungan gizinya. Pembaruan dilakukan melalui metode imputed dan borrowed values, pembaruan nilai gizi yang belum tersedia, serta penambahan bahan pangan baru termasuk pangan olahan industri dan makanan komposit. Data digunakan oleh berbagai sektor seperti akademisi, rumah sakit/klinik, industri untuk pelabelan, serta penelitian dan kebijakan gizi-kesehatan.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/indonesian-food-composition-table-2017/228204/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/indonesian-food-composition-table-2017/228204.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Gloria","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",19,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017?","Question",{"text":63,"@type":64},"Menyediakan dasar perencanaan pangan dan evaluasi konsumsi pangan melalui informasi kandungan zat gizi dari berbagai bahan pangan agar pemilihan dan pengkombinasian pangan sehat lebih tepat.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana proses pembaruan TKPI dari edisi sebelumnya dilakukan?",{"text":68,"@type":64},"Pembaruan melengkapi nilai gizi yang belum tersedia menggunakan metode imputed dan borrowed values, membedakan makanan non-olahan dan olahan, serta melanjutkan pengayaan untuk makanan komposit dan bahan makanan baru.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Siapa saja yang dapat menggunakan data TKPI?",{"text":72,"@type":64},"Data TKPI dapat dimanfaatkan oleh akademisi, organisasi profesi, nutrisionis, masyarakat umum, serta pemegang kebijakan dan berbagai sektor seperti institusi rumah sakit/klinik, sektor industri, dan penelitian gizi-kesehatan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228204,1789023052,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,104,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":103},53,"healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":102,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},2336474459895,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000baeef7a5ed0655?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786071322749376916","TABEL KOMPOSISI  \nPANGAN INDONESIA 2017  \nDIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKATDIREKTORAT GIZI MASYARAKAT  \n613.2 Ind  \nt  \nKatalog dalam Terbitan. Kementerian Kesehatan RI  \n613.2  \nInd Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. Direktorat Jenderal  \nt Kesehatan Masyarakat  \nTabel Komposisi Pangan Indonesia. ─  \nJakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2018  \nISBN 978-602-416-407-2  \n1. Judul I. NUTRITIONAL REQUIREMENTS  \nII. FOOD FORMULATED III. FOOD PACKAGING  \nIV. NUTRITIVE VALUE V. NUTRITION ASSESSMENT  \nTABEL KOMPOSISI  \nPANGAN INDONESIA 2017  \nDIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN MASYARAKATDIREKTORAT GIZI MASYARAKAT  \nTIM UPDATE TKPI:  \nPengarah: Ir. Doddy Izwardy, MA  \nKontributor:  \nDr. Mien K. Mahmud, MS Dr. Hermana, M.Sc Nazarina, M. MedSci Dr. Marudut S, MPS Nils Aria Zulfianto, M.Sc Prof. Dr. Muhayatun, MT Dr. Abas Basuni Jahari, M.Sc Dr. Dewi Permaesih, M. Kes Dr. Fitrah Ernawati, M.Sc Dr. Rugayah, M.Si Dr. Haryono, M.Si Sri Prihatini, M. Kes Irlina Raswanti, M.Epid Rika Rahmawati, MPH Dyah Santi P, MKM Yurista Permanasari, M.Si Dr. Umi Fahmida, M.Sc Prof. Ahmad Sulaeman, MS, PhD Prof. Nuri Andarwulan, M.Si Dr. Atmarita Drs. Almasyhuri, Apt Nunung Nurjanah, M.Si Nurul Ikka S, S.Farm.,Apt Galopong Sianturi, MPH Eko Prihastono, MPH Lina Marlina, M.Gizi  \nMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA  \nSAMBUTAN  \nMENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA  \nUpaya perbaikan gizi dapat dilakukan dengan memperbaiki pola konsumsi pangan masyarakat. Salah satu instrumen yang diperlukan sebagai dasar perencanaan pangan dan evaluasi konsumsi panganserta asupan gizi yaitu Data Komposisi Pangan yang dapat memberikan informasi kandungan zat gizi pangandari berbagai daerah di Indonesia. Data Komposisi Pangan ini dapat digunakan baik oleh akademisi, organisasi profesi,  \nnutrisionis, masyarakat umum maupun bagi pemegang kebijakan.  \nData Komposisi Pangan terstandar dan dapat mewakili data nasional yang lengkap dan akurat sangat diperlukan, agar masyarakat memiliki cukup informasi dalam memilih dan mengkombinasikan pangan sehat menurut kandungan gizinya.  \nMengingat beragamnya pangan di Indonesia, data komposisi pangan perlu terus dilengkapi secara terintegrasi melibatkan berbagai sektor terkait. Untuk itu diharapkan peran serta berbagai balai penelitian dari lintassektor/lembaga, perguruan tinggi dan Poltekkes di berbagai daerah dalam melakukan analisis zat gizi berbagai bahan pangan. Demikian pula untuk kandungan gizi pangan olahan industri, peran BPOM sangat penting, karenaperubahan gaya hidup menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakatdari makanan alami menjadi makanan jadi/olahan.  \nSaya sampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang tinggi kepada PERSAGI dan semua pihak yang terlibat dalam pembaruan buku ini. Kontribusi Bapak/Ibu sangat berarti dalam mendukung upaya perbaikan status gizimasyarakat dan percepatan pembangunan nasional bidang kesehatanselanjutnya.  \nSAMBUTAN MENTERI KESEHATAN RI  \ni  \nKATA PENGANTAR  \nPuji syukur kehadirat Tuhan YME, pada akhirnya Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI, 2009) dapat diperbarui. Pembaruan perlu dilakukankarena masih ada nilai gizi yang belum lengkap pada beberapa bahanmakanan yang ada. Salah satu syarat Tabel Komposisi Pangan yang baik adalahmemiliki nilai gizi secara lengkap, sehingga pada saat digunakan untuk mengetahui asupan zat gizi individu atau kelompok hasilnya akurat. Selain itu, TKPI sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian dalam kegiatan ketahan pangan, institusi rumah sakit ataupun klinik, dalam penetapan diet pasien, sektor industri dalam penetapan label makanan, dan sektor penelitian gizi dan kesehatan, dalam membatu memberi masukan kepada pemerintah terkaitkebijakan gizi dan kesehatan.  \nProses pembaruan ini melengkapi nilai gizi yang belum ada pada TKPI 2009 dengan menggunakan metode imputed dan borrowed values untuk makanan tunggal/single, serta melakukan pengkodean dengan membedakan makanan non-olahan dan olahan. Pembaruan TKPI harus terus berlanjut dengan melengkapi nilai gizi makanan ko","cbCaipo4AJTVHZlP","https://ap.wps.com/l/cbCaipo4AJTVHZlP","pdf",2876110,135,"Indonesian","# Penjelasan Umum Tabel Komposisi Pangan Indonesia\n# Sistematika Tabel Komposisi Pangan Indonesia\n## Jenis dan Pengelompokan Pangan\n## Pengelompokan Pangan\n## Sistematika Penamaan Pangan\n## Sistematika","[{\"question\":\"Apa tujuan Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017?\",\"answer\":\"Menyediakan dasar perencanaan pangan dan evaluasi konsumsi pangan melalui informasi kandungan zat gizi dari berbagai bahan pangan agar pemilihan dan pengkombinasian pangan sehat lebih tepat.\"},{\"question\":\"Bagaimana proses pembaruan TKPI dari edisi sebelumnya dilakukan?\",\"answer\":\"Pembaruan melengkapi nilai gizi yang belum tersedia menggunakan metode imputed dan borrowed values, membedakan makanan non-olahan dan olahan, serta melanjutkan pengayaan untuk makanan komposit dan bahan makanan baru.\"},{\"question\":\"Siapa saja yang dapat menggunakan data TKPI?\",\"answer\":\"Data TKPI dapat dimanfaatkan oleh akademisi, organisasi profesi, nutrisionis, masyarakat umum, serta pemegang kebijakan dan berbagai sektor seperti institusi rumah sakit/klinik, sektor industri, dan penelitian gizi-kesehatan.\"}]","Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017 | PDF",208]