[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-202289-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-202289-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","indonesian-and-malay-which-is-suitable-as-aseans-second-official-language","BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MELAYU: MANA YANG COCOK UNTUK BAHASA RESMI KEDUA ASEAN","","Artikel membahas kesesuaian bahasa Indonesia dan bahasa Melayu sebagai calon bahasa resmi kedua ASEAN. Kajian menyoroti historisitas bahasa Indonesia yang berkembang dari bahasa Melayu, serta legalitasnya melalui dasar konstitusional dan berbagai regulasi. Pembahasan juga mencakup aspek statistik jumlah penutur dan vitalitas sosiolinguistik, termasuk peran sebagai identitas nasional dan sarana komunikasi. Artikel menyinggung pula alat uji kemahiran bahasa Indonesia (UKBI) serta gagasan penguatan penggunaan bahasa Melayu di kawasan ASEAN.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/indonesian-and-malay-which-is-suitable-as-aseans-second-official-language/202289/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/indonesian-and-malay-which-is-suitable-as-aseans-second-official-language/202289.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Himbo","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-26","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa bahasa Indonesia dinilai cocok untuk menjadi bahasa resmi kedua ASEAN?","Question",{"text":63,"@type":64},"Artikel menekankan historisitas bahasa Indonesia yang berakar pada bahasa Melayu serta legalitasnya melalui berbagai dasar hukum. Selain itu, vitalitas bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan sarana komunikasi turut mendukung penilaiannya.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa landasan hukum yang disebutkan untuk bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara?",{"text":68,"@type":64},"Artikel menyebutkan landasan dalam UUD 1945 Pasal 36, yang kemudian diperkuat dan dijabarkan melalui UU No. 24 Tahun 2009, PP No. 57 Tahun 2014, Perpres No. 36 Tahun 2019, serta Permendikbud No. 42 Tahun 2018.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana UKBI Adaptif Merdeka berperan dalam pengukuran kemahiran bahasa Indonesia?",{"text":72,"@type":64},"Artikel menjelaskan bahwa UKBI Adaptif Merdeka digunakan sebagai alat uji kemahiran berbahasa Indonesia, pelaksanaannya dilakukan secara daring. Aturan penggunaan dan dasar hak cipta UKBI juga disebutkan melalui peraturan menteri dan dokumen pendaftaran ciptaan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},202289,1788544088,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":33,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":55},687197100911,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1785132997149421697","i-WIN Library  \nPerpustakaan Internasional WaqafIllmu Nusantara  \nOffice: Centre for Policy Research and International Studies (CenPRIS) Universiti Sains Malaysia, Penang, Malaysia 11800  \nE-mail: [secretariat.alamnusantara@gmail.com](secretariat.alamnusantara@gmail.com)  \n[admin@waqafilmunusantara.com](admin@waqafilmunusantara.com)  \nVisit us at: [https://www.waqafilmunusantara.com](https://www.waqafilmunusantara.com)  \nTitle : Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu : Mana yang Cocok Untuk  \nBahasa Resmi Kedua Asean ? Author(s) : Mutiara Salwa  \nInstitution : Jurusan Ilmu Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa  \nCategory : Article  \nTopics : Language, Communication  \nBAHASA INDONESIA DAN BAHASA MELAYU: MANA YANG COCOK UNTUK  \nBAHASA RESMI KEDUA ASEAN?  \nOleh: Mutiara Salwa, Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa  \nIndonesia dan Malaysia adalah negara bertetangga yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Kedua negara ini hampir memiliki banyak kesamaan yang disebabkan oleh kondisi geografis. Mulai dari budaya,kuliner, hasil bumi dan bahasa yang digunakan sehari-hari yang hamoir dapat dikatakan serupa.  \nMenurut Dr. Sailal Arimi, S.S., M.Hum, stafpengajar Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya UGM, aktualisasi bahasa Indonesia di panggung internasional ini bisa dilihat darisekurang-kurangnya empat perspektif, yaitu historisitas, legalitas, statistik, dan vitalitassosiolinguistiknya. Dari perspektif historisitas, bahasa Indonesia lahir dan berkembang dari bahasa Melayu Riau yang embrionya diusulkan pada 1926 lalu ditetapkan oleh pemuda Indonesia dari berbagai wilayah nusantara menjadi butir terpokok dari 2 butir lain Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yaitu, “Kami putera puteri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”Bahasa Indonesia lahir dan menjadi bahasa resmi bangsa yaitupada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu pada saat para pemuda berkumpul dan membacakanikrar yang biasa kita sebut sebagai Sumpah Pemuda. 1  \nBahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari Bahasa Melayu yang mana sejak zaman dahulu telah digunakan sebagai bahasa perhubungan(lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampi ke seluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia.  \nKemudian jika ditinjau dari perspektif legalitas, Sailal Arimi mengungkapkan bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara yang dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 36. Landasan Yuridis formal ini kemudian diperkuat dan dijabarkan dalam UU No.24 Tahun 2009. Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2014, dan Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2019 serta Permendikbud No. 42 Tahun 2018.  \nBahasa Indonesia banyak menyerap istilah kosa kata dari bahasa asing seperti Inggris, Belanda, dan lain-lain. Kemudian pengayaan kosa kata bahasa Indonesia berasal dari ratusan  \n1 Agung. Promosikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua ASEAN. [https://ugm.ac.id/id/berita/22515-](https://ugm.ac.id/id/berita/22515-)[promosikan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kedua-asean](promosikan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kedua-asean. Diakses pada 5.37)[. Diakses pada 5.37](promosikan-bahasa-indonesia-sebagai-bahasa-kedua-asean. Diakses pada 5.37)  \nbahasa daerah yang ada di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Madura, Papua, maupun daerahlainnya.  \nMenurut catatan riset etnolog yang dilaporkan pada Bulan Desember 2021, penutur bahasa Indonesia ada lebih dari 199 juta. Banyak juga dialek-dialek di kawasan Asia Tenggara yang berhubungan erat dengan Bahasa Indonesia, seperti di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand Selatan.2 Bhakan di kalangan ASEAN dan wilayah luar negeri, peminat bahasa Indonesia cukup besar. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan semakin bertambahnya para pembelajar BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) di luar negeri. Berbagai universitas di kampus kelas dunia di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, sertabeberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia. Maka dari itu semakin banyak peminat makasemakin banyak pula yang paham akan bahasa Indonesia.  \nSedangka","cbCaiotG0VW7jrA0","https://ap.wps.com/l/cbCaiotG0VW7jrA0","pdf",404335,"Indonesian","# Latar belakang hubungan Indonesia dan Malaysia\n# Aktualisasi bahasa Indonesia dalam perspektif historisitas\n## Sumpah Pemuda dan asal-usul bahasa\n# Aktualisasi bahasa Indonesia dalam perspektif legalitas\n## UUD 1945 dan peraturan terkait\n# Pengayaan kosakata dan dinamika penutur\n# Vitalitas bahasa Indonesia dalam fungsi sosiolinguistik\n## Peran sebagai identitas dan sarana komunikasi\n# Uji kemahiran bahasa: UKBI\n# Pembahasan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN\n## Usulan dan alasan penguatan","[{\"question\":\"Mengapa bahasa Indonesia dinilai cocok untuk menjadi bahasa resmi kedua ASEAN?\",\"answer\":\"Artikel menekankan historisitas bahasa Indonesia yang berakar pada bahasa Melayu serta legalitasnya melalui berbagai dasar hukum. Selain itu, vitalitas bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan sarana komunikasi turut mendukung penilaiannya.\"},{\"question\":\"Apa landasan hukum yang disebutkan untuk bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara?\",\"answer\":\"Artikel menyebutkan landasan dalam UUD 1945 Pasal 36, yang kemudian diperkuat dan dijabarkan melalui UU No. 24 Tahun 2009, PP No. 57 Tahun 2014, Perpres No. 36 Tahun 2019, serta Permendikbud No. 42 Tahun 2018.\"},{\"question\":\"Bagaimana UKBI Adaptif Merdeka berperan dalam pengukuran kemahiran bahasa Indonesia?\",\"answer\":\"Artikel menjelaskan bahwa UKBI Adaptif Merdeka digunakan sebagai alat uji kemahiran berbahasa Indonesia, pelaksanaannya dilakukan secara daring. Aturan penggunaan dan dasar hak cipta UKBI juga disebutkan melalui peraturan menteri dan dokumen pendaftaran ciptaan.\"}]","BAHASA INDONESIA DAN BAHASA MELAYU: MANA YANG COCOK UNTUK BAHASA RESMI KEDUA ASEAN | PDF"]