[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39565-id":3,"doc-seo-39565-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":87},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39565,8796095360427,"Lucas Martin","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d",55,"Agama & Spiritualitas","Filsafat India","Filsafat India dibahas sebagai sistem pemikiran yang berakar pada sejarah awal peradaban di Lembah Indus, lalu dipengaruhi gelombang migrasi Arya, dinamika sosial, perkembangan Brahmanisme, serta tradisi lisan Veda. Pembahasan menekankan perbedaan tujuan filsafat Yunani dan India: India mengejar kebenaran demi pembebasan dari dunia. Disajikan tujuh ciri menurut Radhakrishnan, termasuk motif spiritual, pendekatan introspektif, hubungan hidup-filsafat, monisme ideal, sentralnya intuisi, otoritas tradisi, dan pendekatan sintesis. Diuraikan juga metode sravana, manana, dan nididhyasana.","|  |  |\n| --- | --- |\n|  |  |\n| 2   |  |\n| FILSAFAT INDIA   |  |\n\n\n| A.PENDAHULUAN  \u003Cbr>B.CIRI-CIRI FILSAFAT INDIA  \u003Cbr>C.METODE FILSAFAT INDIA  \u003Cbr>D.PERIODISASI FILSAFAT INDIA  \u003Cbr>1.Kurun Veda (2000 SM -600)  \u003Cbr>2.Kurun Reaksi.(600 -300)  \u003Cbr>3.Kurun Purana (300-1200)  \u003Cbr>4.Kurun Islam(1200-1757)  \u003Cbr>5.Kurun Modern (1757-1968)  \u003Cbr>E.BEBERAPA ALIRAN PENTING:  \u003Cbr>1.Carvaka  \u003Cbr>2.Jainisme  \u003Cbr>3.Budhisme  \u003Cbr>4.Nyaya dan Vaisesika  \u003Cbr>5.Sankhya dan Yoga  \u003Cbr>6.Purva Mimamsa  \u003Cbr>7.Uttara Mimamsa  \u003Cbr>8.Pasupata,Sakta,dan Pancaratra  \u003Cbr>F.KONSEP KESELAMATAN DALAM HINDUISME   |  |  |\n| --- | --- | --- |\n\n# A.PENDAHULUAN\n\nIndia,khususnya Lembah Indus,merupakan tempat lahirnya peradabandunia yang tertua.Zaman perunggu muncul di sana sekitar tahun 2500 SM.Penggalian arkeologi menunjukkan peninggalan-peninggalan yang menyingkapperan lembah Indus sebagai pusat kebudayaan besar.Dari peninggalan-peninggalan diketahui bahwa tidak terdapat gejolak perkembangan yang terlaluhebat.Lembah Indus merupakan kawasan yang subur.  \nAntara tahun 1700 hingga 1400 SM terjadi gelombang migrasi bangsaArya yang memasuki India lewat pegunungan Hindu Kush di utara.Merekakemudian menduduki lembah-lembah subur di daerah percabangan sungai In-dus.Suku Arya dikenal sebagai suku bangsa yang gemar berperang.Merekamenemukan kuda dan kereta untuk perang.Itulah sebabnya mereka denganmudah mengalahkan musuh-musuhnya.Mereka kemudian mengalami  \ntransformasi,dari masyarakat nomad menjadi masyarakat petani yang menetap.Kehadiran mereka lama-lama mendesak penduduk asli,yakni suku Dravida,kearah selatan.Konflik bangsa Arya dan Dravida terekam dalam epos Mahabratadan Ramayana.  \nDalam perkembangan selanjutnya,terciptalah sistem kelas.Para kepalasuku bertanggungjawab meneruskan perjuangan melawan suku asli.Kemudianmuncul kelas imam,ketika Brahmanisme,dengan ritualismenya,menjadisemakin penting.Bersama itu pula berkembang tradisi lisan,yang.kemudiandikumpulkan dan kita kenal sebagai Veda.(Sandiwan S.Brata:19-21)  \nFilsafat Yunani,seperti halnya kegiatan berfilsafat itu sendiri,bertolak darikenyataan yang dialami sehari-hari.Tapi sebagai sistem pemikiran,kedua filsafatitu berbeda.Orang Yunani dan India sama-sama berfilsafat untuk mencarikebenaran.Tapi ada perbedaannya.Orang Yunani mencari kebenaran sebagaikebenaran,sedangkan orang India mencari kebenaran untuk melepaskan diridari dunia.(Poedjawijatna:54-55)  \n# B.CIRI-CIRI FILSAFAT INDIA\n\nProfesor Radhakrishnan memberikan tujuh ciri untuk seluruh sistem filsafatIndia,yakni:  \n1.Motif spiritual:ini mendasari seluruh sistem filsafat India maupunkehidupan masyarakat.Kecuali aliran Carvaka,semua aliran lain mengakuiesensi spiritual.Itulah sebabnya,penghayatan agama sangat erat kaitannyadengan usaha filosofis filsafat India.  \n2.Sikap introspektif dan pendekatan introspektif terhadap realitas.Filsafatdipahami sebagai atmavidya,yakni pengetahuan akan diri.Oleh sebab itu,yang menonjol adalah subyektivitas.Itulah pula sebabnya,psikologi danetika dianggap lebih penting daripada ilmu pengetahuan alam atau ilmupengetahuan positif yang juga tetap digeluti.  \n3.Mengakui hubungan erat antara hidup dan filsafat.Filsafat tidakdianggap sebagai sekedar sport otak,tapi merupakan usaha mencarikebenaran yang dapat membebaskan manusia.Ini suatu bentuk pragmatisme,tapi bukan berarti bahwa kebenaran diukur menurut kepraktisannya,tapikebenaran itu diakui sebagai satu-satunya petunjuk untuk praksis kehidupan.  \nMenurut paham filsafat India,kebenaran membawa keselamatan.Keselamatan berarti bebas dari penderitaan,kelahiran kembali,atau  \nkebahagiaan abadi.Itu terwujud manakala jiwa mencapai kemurnian semula,atau bila terjadi identifikasi dengan yang absolut,persatuan dengan Tuhan,atau bila jiwa mencapai eksistensi abadinya.  \n4.Idealis:Filsafat India,khususnya Hinduisme,mengarah kepada monismeideal.Apa yang kelihatan sebagai pluralisme dan kontradiktoris sebetulnyamerupakan bentuk-bentuk ekspresi,tapi semuanya itu menyembul darikeyakinan dasar","cbCaibWc5d3jjv1H","https://ap.wps.com/l/cbCaibWc5d3jjv1H","pdf",4222415,4,1,16,"Indonesian","id",113,"# A. Pendahuluan\n# B. Ciri-Ciri Filsafat India\n# C. Metode Filsafat India\n# D. Periodisasi Filsafat India\n## Kurun Veda\n## Kurun Reaksi\n## Kurun Purana\n## Kurun Islam\n## Kurun Modern","[{\"question\":\"Bagaimana metode berfilsafat India dilakukan?\",\"answer\":\"Umumnya melalui tiga langkah: sravana (mendengarkan ajaran), manana (perbincangan/penalaran), dan nididhyasana (meditasi untuk menembus kebenaran).\"},{\"question\":\"Apa hubungan kebenaran dengan keselamatan dalam paham filsafat India?\",\"answer\":\"Kebenaran dipandang membawa keselamatan: bebas dari penderitaan, kelahiran kembali, dan mencapai kebahagiaan abadi melalui kemurnian jiwa atau identifikasi/persatuan dengan yang absolut (Tuhan).\"}]",1783084458,25,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":82,"head_meta":84,"extra_data":86,"updated_unix":28},"indian-philosophy","",{"@graph":36,"@context":81},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/indian-philosophy/39565/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Bagaimana metode berfilsafat India dilakukan?","Question",{"text":75,"@type":76},"Umumnya melalui tiga langkah: sravana (mendengarkan ajaran), manana (perbincangan/penalaran), dan nididhyasana (meditasi untuk menembus kebenaran).","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa hubungan kebenaran dengan keselamatan dalam paham filsafat India?",{"text":80,"@type":76},"Kebenaran dipandang membawa keselamatan: bebas dari penderitaan, kelahiran kembali, dan mencapai kebahagiaan abadi melalui kemurnian jiwa atau identifikasi/persatuan dengan yang absolut (Tuhan).","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":83,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":85,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":88},[89,92,96,100,104,108,112,116,120,124],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":90,"slug":91},60,"religion-spirituality",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":94,"show_sort_weight":90,"slug":95},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":90,"slug":99},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":90,"slug":103},51,"Komik","comic",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":90,"slug":107},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":90,"slug":111},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":90,"slug":115},49,"Sastra","literature",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":90,"slug":119},52,"Teknologi","technology",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":90,"slug":123},50,"Ujian","exam",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":90,"slug":127},57,"Umum","general"]