[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-339928-113":53,"doc-detail-339928-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","indah-mendung-bullshit-chapter-1","Indah Mendung - Bullshit - Chapter 1","","Teks prolog dan bab awal mengisahkan Ajeng yang terus terbawa emosi setelah menghadapi keputusan rumit dalam rumah tangganya. Prabu menasihati Ajeng agar membicarakan perceraian secara baik dengan Sultan, sementara Sultan terlihat menyimpan luka batin yang menekan. Pada Chapter 1, Ajeng menatap sikap dingin Sultan: jarang tinggal di rumah, berbicara seperlunya, lalu pergi tanpa penjelasan setelah hasratnya tersalurkan, membuat Ajeng merasa terabaikan. Cerita menelusuri awal hubungan mereka yang dipicu pertemuan tak terduga di Yogyakarta dan lamaran mendadak, yang kini berubah menjadi hubungan cinta yang menyakitkan.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":15,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/indah-mendung-bullshit-chapter-1/339928/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/indah-mendung-bullshit-chapter-1/339928.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ezra","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-21",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa Ajeng ingin bercerai dengan Sultan?","Question",{"text":109,"@type":110},"Ajeng merasa pernikahan mereka hanya membuatnya semakin tersiksa, sementara ia dan Sultan saling menyakiti. Ia juga menyebut hubungan ini tidak benar-benar memberi rasa aman seperti yang seharusnya.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa yang membuat Prabu menasihati Ajeng?",{"text":114,"@type":110},"Prabu mendengar keputusan Ajeng untuk ikut Kakek pulang ke Jogja dan pertimbangan Ajeng terkait perceraian. Prabu merespons dengan meminta Ajeng membicarakannya baik-baik dengan Sultan.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana sikap Sultan dalam Chapter 1 terhadap Ajeng?",{"text":118,"@type":110},"Sultan jarang tidur atau tinggal di rumah, berbicara sangat minim, dan bersikap dingin ketika hanya berdua dengan Ajeng. Setelah hasratnya tersalurkan, Sultan pergi tanpa banyak penjelasan, meninggalkan Ajeng dalam keadaan lemah.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},339928,1790626913,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":14,"category_name":15,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},1099514068035,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","# Prolog\n\nSelamat membaca  \nAir mata Ajeng semakin mengalir deras.  \nla terus menangis sesenggukan di pelukan Prabu cukuplama.  \n\"Jadi,kamu mau ikut Kakek pulang ke Jogja?\"  \nAjeng mengangguk.  \n\"Kamu yakin tetap mau cerai?\"tanya Prabu hati-hati.  \n\"Ajeng sama Sultan hanya akan saling menyakiti satusama lain,Kek.Dan jujur aja pernikahan ini cuma buat batinAjeng makin tersiksa.\"  \nPrabu membuang napas berat.  \n\"Baiklah,kalau memang itu keputusan kamu.Kamubicarakan ini baik-baik dengan Sultan.\"  \n\"Iya,Kek.\"  \n# Tes\n\nTes  \nTes  \nSultan mencengkram dadanya erat untukmenghilangkan rasa sakit di hatinya yang luar biasamenyakitkan.  \nHatinya berdenyut nyeri seperti teriris pisau tajam.  \nApakah sudah tidak ada lagi kesempatan baginya?  \nla tidak ingin berpisah!la ingin terus berada di sisi Ajeng!  \nBaru saja ia merasa bahagia karena mendapat kabar jikaAjeng sudah sadar,tapi kenapa ia harus menerimakenyataan pahit ini?  \nTBC.  \n# Chapter 1\n\nSelamat membaca  \nAjeng menatap sendu punggung Sultan yangmembelakanginya.  \n\"Kamu tidur di apartement lagi?\"tanya Ajeng pilu.  \nSedangkan Sultan sama sekali tidak menghiraukanpertanyaan istrinya itu.la masih sibuk merapikanpakaiannya.  \n\"Hem.\"  \nAjeng menghela napas panjang.  \nEntah kenapa suaminya itu tidak pernah tinggal ataupun tidur di rumah.  \nSultan hanya akan pulang ke rumah di saat inginmenyetubuhinya saja.Dan setelah urusannya selesai,Sultanakan langsung kembali lagi ke apartemennya.  \nSuaminya itu juga tidak pernah bicara dengannya lebihdari tiga kata.Tapi Sultan bisa bicara dengan normaldengannya saat bersama keluarganya.Tapi jika hanyaberdua dengan dirinya saja,Sultan akan berubah menjadisosok yang dingin dan tidak banyak bicara seperti sekarangini.  \nBahkan ketika Ajeng bertanya,Sultan hanya akanmenjawab dengan iya atau tidak.Dan lebih parahnya lagiterkadang hanya dijawab dengan deheman saja.Itu pun  \ntanpa melihat ke arah wajah Ajeng.  \nSetelah Sultan selesai,tanpa sepatah kata pun ialangsung pergi begitu saja meninggalkan Ajeng yang masihtergeletak lemas di tempat tidur dengan tubuh telanjang.  \nAjeng memejamkan matanya dalam-dalam.  \n# Tes\n\nTes  \nTes  \nSelalu seperti ini.Suaminya itu akan langsung pergimeninggalkannya setelah hasratnya sudah tersalurkan.  \nPadahal pernikahan mereka baru berjalan empat bulan.Tapi Sultan sudah berhasil mengores luka yang begitu dalamdi hati Ajeng.  \nAjeng sama sekali tidak mengerti dengan sikapsuaminya itu.  \nTentu saja,karena mereka bukanlah pasangan yangsudah saling mengenal atau pun menjalin hubungan,lalumelanjutkan ke jenjang pernikahan.  \nBahkan pernikahan mereka seperti terburu-buru.Karenadilaksanakan saru Minggu setelah Sultan melamar Ajeng.Dan yang sama sekali tidak masuk akal adalah Sultanmelamar Ajeng di hari kedua pertemuan mereka.  \nTentu saja itu membuat Ajeng terkejut dan tidakpercaya.Tapi di saat ia bertanya kenapa Sultan melamarnya.Jawaban Sultan berhasil membuatnya terdiam.  \nMencintai seseorang pada pandangan pertama.  \nMungkin terdengar aneh.  \nTapi lebih anehnya lagi Ajeng adalah seorang wanitayang percaya dengan hal itu.Karena saat pertama bertemudengan Sultan ia juga sudah terpesona dengan Sultan.Laki-laki yang sekarang membuatnya terjerumus dalamhubungan cinta yang menyakitkan.  \nDan itulah kenapa Ajeng menerima lamaran Sultantanpa berf kir panjang terlebih dahulu,karena ia sudahterlanjur terbius dengan pesona laki-laki yang sebenarnyamempunyai maksud dan tujuan tertentu di balik semua ini.  \nPertemuan pertama mereka saat Sultan mengantarkeponakan perempuannya latihan beladiri di salah satutempat pelatihan di kota Yogyakarta.  \nDan Ternyata pelatih sekaligus pemilik tempat pelatihanitu adalah seorang wanita yang bernama Ajeng KusumaNaeswari yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.  \nSudah sangat lama sekali Sultan tinggal di Jakarta dansibuk mengurus perusahaannya.  \nDan akhirnya ia tidak sempat mengunjungi kakek dankakak laki-lakinya yang tinggal di Yogyakarta.  \nKarena itulah,keponakan perempuannya ingin ia yangmengantarnya ","cbCaib0EMlo8ueep","https://ap.wps.com/l/cbCaib0EMlo8ueep","pdf",26747249,290,"Indonesian","# Prolog\n# Tes\n# Chapter 1\n## Lamaran mendadak dan sikap dingin\n## Kehidupan rumah tangga yang tidak dipahami\n# Chapter 2","[{\"question\":\"Mengapa Ajeng ingin bercerai dengan Sultan?\",\"answer\":\"Ajeng merasa pernikahan mereka hanya membuatnya semakin tersiksa, sementara ia dan Sultan saling menyakiti. Ia juga menyebut hubungan ini tidak benar-benar memberi rasa aman seperti yang seharusnya.\"},{\"question\":\"Apa yang membuat Prabu menasihati Ajeng?\",\"answer\":\"Prabu mendengar keputusan Ajeng untuk ikut Kakek pulang ke Jogja dan pertimbangan Ajeng terkait perceraian. Prabu merespons dengan meminta Ajeng membicarakannya baik-baik dengan Sultan.\"},{\"question\":\"Bagaimana sikap Sultan dalam Chapter 1 terhadap Ajeng?\",\"answer\":\"Sultan jarang tidur atau tinggal di rumah, berbicara sangat minim, dan bersikap dingin ketika hanya berdua dengan Ajeng. Setelah hasratnya tersalurkan, Sultan pergi tanpa banyak penjelasan, meninggalkan Ajeng dalam keadaan lemah.\"}]","Indah Mendung - Bullshit - Chapter 1 | PDF",1790033143,447]