[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-228944-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-228944-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","improving-village-cooperative-managers-competency-in-strengthening-businesses-based-on-local-potential-study-in-banyumas-regency","Peningkatan Kompetensi Pengurus Koperasi Desa dalam Penguatan Usaha Berbasis Potensi Lokal - Studi pada Kabupaten Banyumas","","Penguatan koperasi desa menjadi bagian penting agenda pembangunan ekonomi nasional melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Program ini menargetkan pembentukan sekitar 80.000 koperasi desa/kelurahan untuk memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan inklusi keuangan, dan menekan kemiskinan ekstrem. Implementasi menghadapi kendala kapasitas kelembagaan dan kompetensi pengurus. Kegiatan pelatihan di Kabupaten Banyumas meningkatkan pemahaman peserta pada pengelolaan usaha, identifikasi peluang berbasis potensi lokal, serta penyusunan proposal usaha dan mitigasi risiko.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/improving-village-cooperative-managers-competency-in-strengthening-businesses-based-on-local-potential-study-in-banyumas-regency/228944/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/improving-village-cooperative-managers-competency-in-strengthening-businesses-based-on-local-potential-study-in-banyumas-regency/228944.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Aria","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-07","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)?","Question",{"text":63,"@type":64},"KDMP bertujuan memperkuat ekonomi desa, memperpendek rantai pasok, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan kemiskinan ekstrem melalui pembentukan koperasi desa/kelurahan.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Masalah apa yang masih dihadapi dalam implementasi KDMP?",{"text":68,"@type":64},"Implementasi KDMP masih menghadapi tantangan pada aspek kapasitas kelembagaan dan kompetensi pengurus koperasi.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Metode apa yang digunakan dalam pelatihan peningkatan kompetensi pengurus koperasi desa di Banyumas?",{"text":72,"@type":64},"Pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi/praktik.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},228944,1789031241,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},2336464648322,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488","ISSN 3064-2272  \nJurnal Pengabdian Masyarakat  \nVolume 3 | Nomor 1 | April 2026  \nPeningkatan Kompetensi Pengurus Koperasi Desa dalam Penguatan Usaha Berbasis Potensi Lokal: Studi pada Kabupaten Banyumas  \nRizky Amalia Putri*1, Khayu Rohmi2  \n1,2Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman  \n*Email corresponding: [rizky.amalia.putri@unsoed.ac.id](rizky.amalia.putri@unsoed.ac.id)  \nABSTRAK  \nPenguatan koperasi desa menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan ekonomi nasional, khususnyamelalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) . Program ini menargetkan pembentukansekitar 80.000 koperasi desa/kelurahan di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan kemiskinan ekstrem. Namun, implementasi program tersebut masih menghadapi tantangan dalam aspek kapasitas kelembagaan dan kompetensi pengurus koperasi. Kegiatanini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan peningkatan kompetensi pengurus koperasi desa di Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan secara kolaboratifdalam beberapa angkatan. Pelatihan ini melibatkan pesertadari berbagai desa/kelurahan. Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penguatan kapasitas, dengan fokusantara lain pada pengelolaan operasional usaha, pengembangan model bisnis berbasis potensi lokal, sertapenyusunan proposal usaha dan mitigasi risiko. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatifmelalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, khususnya dalam aspek pengelolaan usaha koperasi, identifikasi peluang bisnis berbasis potensi lokal, serta penyusunan proposal usaha secara lebih sistematis. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung implementasi kebijakan KDMP di tingkat lokal melalui penguatan kapasitas pengurus koperasi. Kata kunci: Koperasi merah putih; Kapasitas kelembagaan; Potensi lokal; Proposal bisnis; Kebijakan publik.  \nABSTRACT  \nStrengthening village cooperatives has become a key priority in Indonesia’s national economic development agenda, particularly through the Village/Kelurahan Cooperative Program (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/KDMP) . This program targets the establishment of approximately 80,000 village/kelurahan cooperatives across Indonesia as a means to strengthen local economies, enhance financial inclusion, and reduce extreme poverty. However, its implementation continues to face challenges, particularly in terms of institutional capacity and the managerial competencies of cooperative administrators. This activity is part of a series of training programs aimed at enhancing the competencies of village cooperative managers in Banyumas Regency, conducted collaboratively across several batches. The training involves participants from various villages. The training materials covered a wide range of capacity-building aspects, with particular emphasis on operational business management, the development of local potential-based business models, and the preparation of business proposals and risk mitigation strategies. A participatory approach was employed through lectures, interactive discussions, and practical simulations. The results indicate an improvement in participants’ understanding, particularly in managing cooperative business operations, identifying local business opportunities, and preparing more structured business proposals. This activity contributes to supporting the implementation of the KDMP policy at the local level through strengthening the capacity of cooperative administrators.  \nKeywords: Village cooperative; Capacity building; Local potential; Business proposal; Public policy.  \nPENDAHULUAN  \nKoperasi desa memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomimasyarakat serta memperkuat struktur ekonomi lokal. Dalam kontekspembangunan berbasis desa, koperasi tidakhanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pemberdaya","cbCaivp4FnUgL8DA","https://ap.wps.com/l/cbCaivp4FnUgL8DA","pdf",408458,12,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Koperasi desa dan pemberdayaan masyarakat\n## Arah kebijakan nasional dan program KDMP\n## Dasar normatif: Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025","[{\"question\":\"Apa tujuan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)?\",\"answer\":\"KDMP bertujuan memperkuat ekonomi desa, memperpendek rantai pasok, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan kemiskinan ekstrem melalui pembentukan koperasi desa/kelurahan.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang masih dihadapi dalam implementasi KDMP?\",\"answer\":\"Implementasi KDMP masih menghadapi tantangan pada aspek kapasitas kelembagaan dan kompetensi pengurus koperasi.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam pelatihan peningkatan kompetensi pengurus koperasi desa di Banyumas?\",\"answer\":\"Pelatihan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan simulasi/praktik.\"}]","Peningkatan Kompetensi Pengurus Koperasi Desa dalam Penguatan Usaha Berbasis Potensi Lokal - Studi pada Kabupaten Banyumas | PDF",18]