[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-186157-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-186157-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","implications-of-facebook-social-media-on-family-harmony","Implikasi Media Sosial Facebook Terhadap Keharmonisan Keluarga","","Perilaku menyimpang adalah bentuk perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sementara dalam dunia pendidikan, perilaku menyimpang merujuk pada tindakan siswa yang dianggap mengganggu proses belajar mengajar di sekolah, tidak mematuhi peraturan, mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, dan aspek lain yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menerapkan studi kasus untuk menganalisis fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menyimpang di dunia pendidikan sering terjadi saat evaluasi pembelajaran, di mana kerja sama dalam mengerjakan soal ujian (menyontek) merupakan salah satu bentuk penyimpangan yang umum dilakukan oleh siswa. Penelitian ini menganalisis implikasi media sosial Facebook terhadap keharmonisan keluarga melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan anggota keluarga yang bersangkutan. Analisis menunjukkan bahwa penggunaan Facebook dapat memengaruhi interaksi keluarga, komunikasi, dan kesejahteraan emosional dalam keluarga. Beberapa dampak positif yang teridentifikasi meliputi kemudahan komunikasi dan berbagi informasi, sementara dampak negatifnya mencakup potensi konflik akibat perbedaan pandangan, kecemburuan sosial, dan berkurangnya waktu berkualitas bersama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial seperti Facebook memerlukan kesadaran dan pengelolaan yang bijak untuk menjaga keharmonisan keluarga, dengan pentingnya menetapkan batasan dan memprioritaskan interaksi tatap muka.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/gaya-hidup/","Gaya Hidup",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/implications-of-facebook-social-media-on-family-harmony/186157/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/implications-of-facebook-social-media-on-family-harmony/186157.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Miles","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-02",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan?","Question",{"text":63,"@type":64},"Perilaku menyimpang dalam pendidikan adalah tindakan siswa yang mengganggu proses belajar mengajar, tidak patuh aturan, sulit bersosialisasi, atau merugikan diri sendiri dan orang lain.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Metodologi penelitian apa yang digunakan dalam studi ini?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dikhususkan pada studi kasus.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Kapan fenomena perilaku menyimpang paling sering terjadi dalam evaluasi pembelajaran?",{"text":72,"@type":64},"Perilaku menyimpang, seperti kerja sama dalam mengerjakan soal ujian atau mencontek, paling sering terjadi saat proses evaluasi pembelajaran.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},186157,1788371342,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,96,100,104,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":95},56,"lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":87,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":87,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":94,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},13056703019404,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","| Artikel histori:\u003Cbr>submit :\u003Cbr>revisi :\u003Cbr>diterima :\u003Cbr>publish :\u003Cbr>Kata Kunci:\u003Cbr>Implications. Social media Facebook, Harmony\u003Cbr>Family\u003Cbr>Korespondensi:\u003Cbr>[ardabilli@gmail.com](ardabilli@gmail.com) | Abstrak: Deviant behavior is a form of behavior or action that is not in accordance with the norms in the community. While deviant behavior in education Dimiyati (1980: 32) stated that the deviant behavior of children / adolescents in terms of education is that they are considered to interfere with the process of teaching and learning in school, do not obey the rules that have difficulties in association and other aspects that interfere and harm themselves or harm others. As a result, all of these behavioral irregularities were repeated repeatedly by them. The method in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. The type of research used in this study is a case study (case study) From the studies conducted, this study resulted in deviant behavior in the world of education that often occurs during evaluation of learning. In the process of evaluating learning deviations carried out by students that is working together in working on exam questions (cheating). |\n| --- | --- |","cbCaikBxoTnlsDf3","https://ap.wps.com/l/cbCaikBxoTnlsDf3","pdf",434720,8,"Indonesian","# Abstrak\n## Kata Kunci\n## Korespondensi","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan perilaku menyimpang dalam dunia pendidikan?\",\"answer\":\"Perilaku menyimpang dalam pendidikan adalah tindakan siswa yang mengganggu proses belajar mengajar, tidak patuh aturan, sulit bersosialisasi, atau merugikan diri sendiri dan orang lain.\"},{\"question\":\"Metodologi penelitian apa yang digunakan dalam studi ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dikhususkan pada studi kasus.\"},{\"question\":\"Kapan fenomena perilaku menyimpang paling sering terjadi dalam evaluasi pembelajaran?\",\"answer\":\"Perilaku menyimpang, seperti kerja sama dalam mengerjakan soal ujian atau mencontek, paling sering terjadi saat proses evaluasi pembelajaran.\"}]","Implikasi Media Sosial Facebook Terhadap Keharmonisan Keluarga | PDF",12]