[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-316861-113":53,"doc-detail-316861-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","implementation-of-osce-in-medical-students-literature-review-on-anxiety-perception-and-satisfaction","PELAKSANAAN OSCE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN - TINJAUAN LITERATUR TERHADAP KECEMASAN, PERSEPSI DAN KEPUASAN","","Pengembangan dan penerapan kurikulum dalam pendidikan kedokteran membutuhkan evaluasi sebagai bagian penting dari proses penilaian, dengan umpan balik dari tenaga pendidik dan peserta didik. Tujuan utama pendidikan kedokteran adalah menghasilkan lulusan kompeten, sehingga peningkatan kompetensi klinis mahasiswa secara tepat dan efisien menjadi esensial. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan ujian klinis berbasis checklist yang menilai pengetahuan, komunikasi, pemeriksaan fisik, interpretasi hasil pemeriksaan penunjang, serta kemampuan diagnosis. Artikel meninjau pelaksanaan OSCE dengan fokus pada kecemasan, persepsi, dan kepuasan; menganalisis 10 studi (2020–2025) dari 244 judul, menunjukkan kecemasan dipengaruhi faktor internal dan eksternal, persepsi positif mendukung kesiapan dan pembelajaran klinis, serta kepuasan terkait motivasi belajar dan pengembangan keterampilan klinis.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/implementation-of-osce-in-medical-students-literature-review-on-anxiety-perception-and-satisfaction/316861/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/implementation-of-osce-in-medical-students-literature-review-on-anxiety-perception-and-satisfaction/316861.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Theodora","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-27","2026-09-20",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan pelaksanaan OSCE dalam pendidikan kedokteran?","Question",{"text":109,"@type":110},"OSCE digunakan untuk menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi dengan pasien, pemeriksaan fisik, analisis hasil pemeriksaan penunjang, serta kemampuan diagnosis mahasiswa kedokteran.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Faktor apa yang memengaruhi kecemasan mahasiswa saat OSCE?",{"text":114,"@type":110},"Kecemasan dipengaruhi faktor internal seperti efikasi diri dan faktor eksternal seperti format ujian serta interaksi dengan penguji.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap OSCE dihubungkan dengan pembelajaran?",{"text":118,"@type":110},"Persepsi positif—terutama dalam simulasi OSCE—mendukung penerapan OSCE sebagai sarana peningkatan kesiapan dan pembelajaran klinis; kepuasan umumnya berkaitan dengan dampak positif pada motivasi belajar dan pengembangan keterampilan klinis.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},316861,1790504166,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},687197207919,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000253d6f5f7c60be?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779446848396160552","PELAKSANAAN OSCE PADAMAHASISWA KEDOKTERAN: TINJAUAN LITERATUR TERHADAPKECEMASAN, PERSEPSI DAN KEPUASAN  \nA. Nabila Nurinayah1 * , Darariani Iskandar2 , Rahmawati3  \nProgram Studi ProfesiDokter Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia 1 , Departemen Interna, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia2 , Departemen Radiologi, Fakultas  \nKedokteran, Universitas Muslim Indonesia3  \n*[Corresponding Author](Corresponding Author : nabilanrnh31@gmail.com)[ : nabilanrnh31@gmail.com](Corresponding Author : nabilanrnh31@gmail.com)  \nABSTRAK  \nPengembangan dan penerapan kurikulum dalam pendidikan kedokteran memerlukan evaluasi sebagaibagian penting dari proses penilaian yang melibatkan umpan balik dari tenaga pendidik dan pesertadidik. Tujuan utama pendidikan kedokteran adalah menghasilkan lulusan yang kompeten, sehinggapeningkatan kompetensi klinis mahasiswa secara tepat dan efisien menjadi hal yang esensial. Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan ujian klinis yang sering digunakan untuk menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi dengan pasien, pemeriksaan fisik, analisis hasil pemeriksaan penunjang, serta kemampuan diagnosis mahasiswa kedokteran. OSCE berlangsung antara 5 hingga 30 menit dengan penilaian berdasarkan checklist yang telah disusun. Artikel ini bertujuan menyajikantinjauan literatur mengenai pelaksanaan OSCE pada mahasiswa kedokteran, khususnya terkaitkecemasan, persepsi, dan kepuasan. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi literature review yang melibatkan penelusuran di ResearchGate, Google Scholar, [dan Academia.edu. Sebanyak](dan Academia.edu. Sebanyak) 10 studi dari tahun 2020 hingga 2025 yang memenuhikriteria dianalisis dari total 244 judul yang diidentifikasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kecemasanmerupakan respons emosional umum mahasiswa terhadap OSCE yang dipengaruhi oleh faktor internalseperti efikasi diri dan faktor eksternal seperti format ujian serta interaksi dengan penguji. Persepsi positif mahasiswa terhadap OSCE, terutama dalam simulasi OSCE, mendukung penerapan ujian inisebagai sarana peningkatan kesiapan dan pembelajaran klinis. Kepuasan mahasiswa terhadap OSCE umumnya berkaitan dengan dampak positif terhadap motivasi belajar dan pengembangan keterampilan klinis.  \nKata kunci : kecemasan, kepuasan, OSCE, persepsi  \nABSTRACT  \nCurriculum development and implementation in medical education require evaluation asa crucial part of the assessment process, involving feedback from both educators and students. The primary goal of medical education is to produce competent graduates, making the effective and efficient improvement of students’clinical competencies essential. The Objective Structured Clinical Examination (OSCE) is a commonly used clinical exam to assess medical students’ knowledge, communication skills with patients, physical examination abilities, interpretation of supporting examination results, and diagnostic skills. OSCEs typically last between 5 and 30 minutes, with assessments conducted based on a preestablished checklist. This article aims to present a literature review on the implementation of OSCEs among medical students, focusing on anxiety, perception, and satisfaction. The study employs a descriptive method with a qualitative approach through a literature review, sourcing from ResearchGate, Google Scholar, [and Academia.edu. Ten studies conducted between 2020 and 2025 that](and Academia.edu. Ten studies conducted between 2020 and 2025 that)[ ](and Academia.edu. Ten studies conducted between 2020 and 2025 that)[met the inclusion criteria were analyzedfrom a total of 244 identified titles. The findings indicate that](met the inclusion criteria were analyzedfrom a total of 244 identified titles. The findings indicate that)[ ](met the inclusion criteria were analyzedfrom a total of 244 identified titles. The findings indicate that)anxiety is a common emotional response among students facing OSCEs, in","cbCaivtpPCXwd4QJ","https://ap.wps.com/l/cbCaivtpPCXwd4QJ","pdf",274678,8,"Indonesian","# Abstrak\n## Metode dan hasil tinjauan\n# Pendahuluan","[{\"question\":\"Apa tujuan pelaksanaan OSCE dalam pendidikan kedokteran?\",\"answer\":\"OSCE digunakan untuk menilai pengetahuan, kemampuan komunikasi dengan pasien, pemeriksaan fisik, analisis hasil pemeriksaan penunjang, serta kemampuan diagnosis mahasiswa kedokteran.\"},{\"question\":\"Faktor apa yang memengaruhi kecemasan mahasiswa saat OSCE?\",\"answer\":\"Kecemasan dipengaruhi faktor internal seperti efikasi diri dan faktor eksternal seperti format ujian serta interaksi dengan penguji.\"},{\"question\":\"Bagaimana persepsi dan kepuasan mahasiswa terhadap OSCE dihubungkan dengan pembelajaran?\",\"answer\":\"Persepsi positif—terutama dalam simulasi OSCE—mendukung penerapan OSCE sebagai sarana peningkatan kesiapan dan pembelajaran klinis; kepuasan umumnya berkaitan dengan dampak positif pada motivasi belajar dan pengembangan keterampilan klinis.\"}]","PELAKSANAAN OSCE PADA MAHASISWA KEDOKTERAN - TINJAUAN LITERATUR TERHADAP KECEMASAN, PERSEPSI DAN KEPUASAN | PDF",1789925699,12]