[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-199554-113":53,"doc-detail-199554-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","implementation-of-a-competitive-culture-through-rewards-and-punishments-in-learning-najamudin-pettasolong","IMPLEMENTASI BUDAYA KOMPETISI MELALUI PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM PEMBELAJARAN - Najamudin Pettasolong","","Fenomena di sekolah menunjukkan masih ada guru yang kurang konsisten memberi reward kepada peserta didik, sementara punishment lebih sering diberikan tanpa sifat edukatif saat terjadi pelanggaran atau kesalahan. Artikel membahas implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward dan punishment dalam proses pembelajaran dengan menekankan dua faktor utama: kualitas sumber daya manusia terutama guru, serta budaya sekolah berbasis nilai, sikap, dan perilaku positif. Fokusnya mencakup semangat kerja keras, semangat berkompetisi yang dipadukan dengan kooperasi, positive mind set, dan sikap sportif.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/implementation-of-a-competitive-culture-through-rewards-and-punishments-in-learning-najamudin-pettasolong/199554/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/implementation-of-a-competitive-culture-through-rewards-and-punishments-in-learning-najamudin-pettasolong/199554.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Mali","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa masalah yang melatarbelakangi implementasi budaya kompetisi dalam pembelajaran?","Question",{"text":109,"@type":110},"Masih ada guru yang kurang memberikan reward, sementara punishment diberikan lebih banyak tanpa sifat edukatif ketika peserta didik melakukan pelanggaran atau kesalahan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Faktor apa saja yang berperan dalam implementasi budaya kompetisi melalui reward dan punishment?",{"text":114,"@type":110},"Dua faktor utama adalah sumber daya manusia yang berkualitas (terutama guru) dan budaya sekolah yang dikembangkan melalui nilai, sikap, serta perilaku positif.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Nilai positif apa yang ditekankan dalam budaya kompetisi di sekolah?",{"text":118,"@type":110},"Budaya kompetisi mengacu pada empat aspek: semangat kerja keras, semangat berkompetisi yang dipadukan dengan kooperasi, positive mindset, dan sikap sportif/sportifitas.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},199554,1788506311,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},2336475104362,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/22000c4c46a41b752dd?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786595829695023868","IMPLEMENTASI BUDAYA KOMPETISI MELALUIPEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM  \nPEMBELAJARAN  \nNajamudin Pettasolong  \nInstitut Agama Islam Negeri SultanAmai Gorontalo  \nAbstrak  \nFenomena masih terdapat guru yang kurang memberikan reward kepadapeserta didik selaindengan memberikan nilai dan lebih banyak pusnishment yang tidak bersifat edukatif kepada pesertadidik yang melakukan pelanggaran atau kesalahan sehingga kurangnya implementasi budayakompetisi di kalangan peserta didik. Implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam proses pembelajaran terdapat dua hal yang berperan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas terutama guru, dan budaya sekolah, nilai-nilai, sikap dan perilaku positif yang dikembangkan di lingkungan sekolah yang mengacu pada 4 aspek yaitu semangat kerja keras semangat berkompetisi dipadukan dengan semangat kooperasi, kebiasaan berpikiran positif atau positive mind set dan sikap sportif atau sportifitas.  \nImplementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam pembelajaran tersebut harus didukung oleh para pengampu (stakeholder) pendidikan, terutama di sekolah. Haltersebut dapat menjadi dasar bagi seorang guru dalam menghadapi peserta didik dalam situasi dankondisi apapun khususnya dalam mengembangkan budaya kompetisi di kalangan peserta didik dalamproses pembelajaran. Karena secara kejiwaan pada dasarnya kenakalan peserta didik merupakan bentuk ekspresi dari keinginan mereka untuk menunjukkan eksistensi diri kepada lingkungan sekitarsehingga menimbulkan kemauan untuk berkompetisi menjadi terhambat apalagi melakukan kolaborasidalampembelajaran.  \nKata Kunci: Implementasi Budaya, Kompetisi, Reward And Punishment, Pembelajaran  \nA. Latar Belakang Masalah  \nDalam memacu kinerja sekolah yang bermutu, diperlukan kompetensi yang baik dalam penerapan strategi penggunaan kualitas sekolah. Pengetahuan luas tentang karakteristik sekolah bermutu sangat menjadi hal penting dalam membangun kualitas sebuah sekolah. Guru harus memiliki kemampuanmemfasilitasi peserta didik dalam belajar dan harus membuat dirinya kompeten dan profesional.12 Selain itu ditunjang oleh gaya kepemimpinan sekolah yang mempunyai jiwa visioner, dibutuhkan juga suatu lingkungan  \n1Amiruddin Siahaan, Manajemen Pengawas Pendidikan (Ciputat: Quantum Teaching, 2006), h. 38.  \n2M. Surya, Kurikulum dan Pembelajaran (Bandung: Bina Aksara Publishing, 2005), h.85.  \nyang membudaya agar guru mampu bersaing secara kompetitif dan meningkatkan keprofesionalannya.  \nPaling tidak terdapat empat hal yang harusdibangun dan dibudayakan dalam rangkamemupuk mentalitas berkompetisi,  \nsebagaimana ditekankan Mendiknas yaitu: Pertama, bangun dan budayakan semangat kerja keras baik bagi guru maupun pesertadidik karena tidak mungkin muncul sebuah prestasi hanya dengan bermalas-malasan. Kedua bangun dan budayakan semangat berkompetisi dipadukan dengan semangat kooperasi. Ketiga, bangun dan budayakan kebiasaan. Berpikiran positif atau positive mindset, sebab bagi yang selalu berpikiran positif,  \njangankan peluang atau harapan, masalah pun bisa mendatangkan peluang kebaikan. Keempat, bangun dan budayakan sikap sportifatau sportifitas.3  \nDavid McClelland dalam Uno, pernah mengadakan penelitian di India yang kesimpulannya adalah jika suatu masyarakatdiberikan rangsangan dan pelatihan untuk berprestasi maka hasilnya akan lebih baik dibandingkan dengan kelompok masyarakat yang tidak ditumbuhkan budaya kompetisi dan prestasinya.4  \nKebutuhan akan berprestasi atau need of achievement, sangatlah penting ditanamkan di lingkungan sekolah, sehingga peserta didiktidak takut dan gentar menghadapi setiap kompetisi kapan pun, di mana pun dengansiapa pun.  \nTerdapat dua hal yang sangat berperandalam upaya menciptakan iklim semangat berkompetisi dan prestasi pada peserta didik, yaitu: (1) Adanya sumber daya manusia yang berkualitas, terutama guru, karena guru memegang peranan kunci (sentral) dalam menguatkan (empowering) semangat kompetisi p","cbCairQYoxFgDA0n","https://ap.wps.com/l/cbCairQYoxFgDA0n","pdf",515918,15,"Indonesian","# Abstrak\n# Latar Belakang Masalah\n## Nilai semangat kerja keras dan kompetisi\n## Kooperasi sebagai penguat kompetisi\n## Positive mindset dan sikap sportif\n## Peran sumber daya manusia dan budaya sekolah","[{\"question\":\"Apa masalah yang melatarbelakangi implementasi budaya kompetisi dalam pembelajaran?\",\"answer\":\"Masih ada guru yang kurang memberikan reward, sementara punishment diberikan lebih banyak tanpa sifat edukatif ketika peserta didik melakukan pelanggaran atau kesalahan.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang berperan dalam implementasi budaya kompetisi melalui reward dan punishment?\",\"answer\":\"Dua faktor utama adalah sumber daya manusia yang berkualitas (terutama guru) dan budaya sekolah yang dikembangkan melalui nilai, sikap, serta perilaku positif.\"},{\"question\":\"Nilai positif apa yang ditekankan dalam budaya kompetisi di sekolah?\",\"answer\":\"Budaya kompetisi mengacu pada empat aspek: semangat kerja keras, semangat berkompetisi yang dipadukan dengan kooperasi, positive mindset, dan sikap sportif/sportifitas.\"}]","IMPLEMENTASI BUDAYA KOMPETISI MELALUI PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT DALAM PEMBELAJARAN - Najamudin Pettasolong | PDF",23]