[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228850-113":53,"doc-detail-228850-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","impact-of-government-policy-in-establishing-the-red-and-white-village-cooperative-in-sukodadi-subdistrict-lamongan","Dampak Kebijakan Pemerintah dalam Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Sukodadi, Lamongan","","Studi ini mengkaji dampak kebijakan pemerintah dalam mendirikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekonomi akar rumput di Lamongan. Program ini menunjukkan kemajuan melalui peningkatan jumlah desa yang memiliki entitas koperasi berbadan hukum, namun menghadapi kendala seperti hambatan legal dan unit usaha yang belum multifungsi. Rekomendasi difokuskan pada percepatan legalisasi, penerapan model bisnis yang terintegrasi dengan potensi ekonomi lokal, serta penguatan kemitraan strategis sebagai langkah kunci agar KDMP berkembang dari skala sederhana menuju pusat ekonomi yang lebih komprehensif dan inklusif.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/impact-of-government-policy-in-establishing-the-red-and-white-village-cooperative-in-sukodadi-subdistrict-lamongan/228850/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/impact-of-government-policy-in-establishing-the-red-and-white-village-cooperative-in-sukodadi-subdistrict-lamongan/228850.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Evangeline","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-07","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tujuan utama penelitian tentang KDMP di Lamongan?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian bertujuan menganalisis dampak kebijakan pendirian KDMP, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi strategis terkait legalitas koperasi, diversifikasi unit usaha, dan peran pemerintah daerah.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa saja tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi KDMP?",{"text":115,"@type":111},"Implementasi menghadapi tantangan kompleks seperti hambatan legal dan kesenjangan antara kebijakan di tingkat pusat dengan pelaksanaan di lapangan, termasuk kesiapan infrastruktur, kapasitas SDM, dan dukungan pemerintah daerah.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Mengapa Kecamatan Sukodadi menjadi fokus spesifik studi ini?",{"text":119,"@type":111},"Sukodadi dipilih karena karakteristik ekonomi yang unik, termasuk industri kerupuk kedelai, yang dapat menjadi dasar pengembangan koperasi multifungsi. Analisis tingkat kecamatan diharapkan memberi gambaran lebih terperinci dan kontekstual dibanding hanya tingkat kabupaten.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},228850,1789029504,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},13056703019662,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253a8e92610077?_k=1778726343310543188","Dampak Kebijakan Pemerintahdalam Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih  \ndi Kecamatan Sukodadi, LamonganImam Syafi’i dan Sofia Tri Septiawati  \nUniversitas PGRI Adi Buana PSDKU Kampus Lamongan  \nimamsyafii.map@gmail.com  \nReceived: 04 Februari 2025; Revised: 20 Maret 2025; Accepted: 01 April 2025; Published:  \nAgustus 2025; Available online: Agustus 2025  \n# Abstract\n\nThe establishment of the Red and White Village Cooperative (KDMP) is a strategicgovernment initiative to empower the grassroots economy. In Lamongan, this program hasshown significant progress, with 79% of villages having a cooperative legal entity. However, itstill faces challenges such as legal hurdles and non-multifunctional business units. Therefore,this report recommends accelerating legalization, adopting business models integrated withlocal economic potential, and forging strategic partnerships as key steps to maximize theprogram's impact, especially in the Sukodadi sub-district, referencing a pilot study fromPalembang. This analysis highlights that while the KDMP policy has made substantialheadway in Lamongan by increasing the number of legally-recognized cooperatives, its fullpotential remains untapped due to administrative bottlenecks and a lack of business modeldiversification. The successful model from Palembang, which includes digitalization andpartnerships with banks, serves as a crucial benchmark for what is possible. By focusing onstreamlining legal processes and fostering an environment for strategic collaboration andinnovation, the cooperatives in Lamongan can evolve from simple grocery stalls intomultifaceted economic hubs that truly empower the local community and align with theprogram's broader vision.  \nKeywords: KDMP, Lamongan, Implementation  \nI I I I I I I I II I I I I I I I I I II I I I I I I  \n275  \nPendahuluan  \nKebijakan pemerintah untukmendirikan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP) merupakan respons strategisterhadap tantangan ekonomi mendasaryang sering ditemui di tingkat pedesaan.Program ini dirancang sebagai solusiholistik untuk mengatasi permasalahanseperti rantai distribusi yang terlalupanjang, keterbatasan akses terhadapmodal, dan dominasi tengkulak yangmerugikan petani serta produsen lokal.Dengan semangat gotong royong, KDMPhadir untuk menggerakkan ekonomidesa, menjadikan desa lebih mandiri danrakyat lebih sejahtera. Studi ini akanmendalami bagaimana inisiatif inidiimplementasikandilapangan (Sholikin,2018) .  \nFilosofi di balik program inisangat kuat, yaitu mengubah potensiekonomi yang tersebar dan lemah didesa menjadi sebuah kekuatan ekonomiyang terkonsolidasi dan tangguh melaluiwadah koperasi. Dengan mengorganisirdan menyatukan sumber daya, KDMPdiharapkan dapat meningkatkan dayatawar kolektif masyarakat desa di pasar.Langkah ini secara langsung bertujuanuntuk memangkas biaya perantara yangtidak perlu dan mengoptimalkankeuntungan bagi seluruh anggota.Filosofi ini menjadi landasan mengapa  \nKDMP bukan sekadar inisiatif biasa,melainkansebuah gerakanekonomi.  \nProgram ini tidak hanya sekadarinisiatif, melainkan sebuah agendanasional yang sangat ambisius. PresidenPrabowo Subianto telah mengesahkanprogram ini dengan target ambisius,yaitu pendirian 80.081 KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih hingga 21Juli 2025. Target ini ditegaskan secararesmimelalui Instruksi Presiden (Inpres)9/2025, yang menunjukkan komitmenserius pemerintah pusat. Angka inimencerminkan betapa pentingnyaprogram ini dalam strategi besarpembangunan ekonomi dari akarrumput.  \nMeskipun visidantujuan programini sangat jelas, implementasinya dilapangan menghadapi berbagaitantangan yang kompleks. Keberhasilanprogram di tingkat daerah sangatbergantung pada kesiapan infrastruktur,kapasitas sumber daya manusia, dandukungan kuat dari pemerintah daerahsetempat. Kesenjangan antara kebijakanyang disusun di tingkat pusat danpelaksanaannya di lapangan seringkalimenjadi hambatan utama yang perludiatasi (Sholikin, 2021) . Tantangan -tantangan ini menjadi fokus pentingdalam studi ini.  \n","cbCaio81e1pmVoBI","https://ap.wps.com/l/cbCaio81e1pmVoBI","pdf",402140,13,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang dan tujuan studi\n## Fokus pada Kecamatan Sukodadi\n# Metode Penelitian","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang KDMP di Lamongan?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menganalisis dampak kebijakan pendirian KDMP, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi strategis terkait legalitas koperasi, diversifikasi unit usaha, dan peran pemerintah daerah.\"},{\"question\":\"Apa saja tantangan utama yang dihadapi dalam implementasi KDMP?\",\"answer\":\"Implementasi menghadapi tantangan kompleks seperti hambatan legal dan kesenjangan antara kebijakan di tingkat pusat dengan pelaksanaan di lapangan, termasuk kesiapan infrastruktur, kapasitas SDM, dan dukungan pemerintah daerah.\"},{\"question\":\"Mengapa Kecamatan Sukodadi menjadi fokus spesifik studi ini?\",\"answer\":\"Sukodadi dipilih karena karakteristik ekonomi yang unik, termasuk industri kerupuk kedelai, yang dapat menjadi dasar pengembangan koperasi multifungsi. Analisis tingkat kecamatan diharapkan memberi gambaran lebih terperinci dan kontekstual dibanding hanya tingkat kabupaten.\"}]","Dampak Kebijakan Pemerintah dalam Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Sukodadi, Lamongan | PDF",20]