[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-51595-id":3,"doc-seo-51595-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},51595,1374391974585,"Genevieve","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",48,"Cerita & Novel","Aku Tak Mendengarmu","This story, titled \"Aku Tak Mendengarmu\" (I Can't Hear You), centers on siblings who are engrossed in playing with their friends, leading them to repeatedly feign not hearing their father's calls. The narrative highlights the children's desire to continue their games of jumping rope, hopscotch, building houses, and playing soccer, over responding to their father. Each time their father calls, one sibling asks the other if they heard, and the response is always a feigned \"No. I didn't hear.\" This pattern repeats five times throughout the story, emphasizing the children's commitment to their playtime and their imaginative avoidance tactics. The Indonesian text \"All Children Reading-Cambodia\" suggests a connection to literacy initiatives in Cambodia. The story humorously depicts a common childhood scenario where the excitement of play temporarily overrides parental instructions.","Aku Tak Mendengarmu All Children Reading-Cambodia  \nChoeurn Bros  \n“Ayah, apakah kami boleh pergi bermain?”tanya Adik.  \n“Ya . Tentu saja,” ujar Ayah.  \n“Apakah kalian mau main lompat tali dengan kami?” tanya teman mereka.  \n“Ya, kami mau!” jawab Kakak dan Adikbersamaan.  \n“Kakak, apakah kau dengar suara Ayahmemanggil kita?” tanya Adik.  \n“Tidak. Aku tak dengar,  \n” ujar Kakak berbohong. Ia tak mau berhentibermain.  \n“Apakah kalian mau main engklek bersama kami?” tanya teman mereka.  \n“Ya, kami mau!” Kakak dan Adik serempak menjawab.  \n“Adik, apakah kau dengar suara Ayahmemanggil kita?” tanya Kakak.  \n“Tidak. Aku tak dengar,” ujar Adik berpurapura . Ia tak mau berhenti bermain.  \n“Bagaimana kalau kita buat rumah-rumahan?”usul teman mereka.  \n“Ayo!” Kakak dan Adik memekik bersamaan.  \n“Kakak, apakah kau dengar suara Ayahmemanggil kita?” tanya Adik.  \n“Tidak, aku tak dengar,” ujar Kakak berpurapura . Ia tak mau berhenti bermain.  \n“Kita main bola, yuk!” ajak teman merekalagi.  \n“Ayo!” Kakak dan Adik kompak menjawab.  \n“Adik, apakah kau dengar suara Ayahmemanggil kita,” tanya Kakak.  \n“Tidak, aku tak dengar,” ujar Adik berpurapura tidak mendengar. Ia tak mau berhentibermain.","cbCaivJq7SEYJ62T","https://ap.wps.com/l/cbCaivJq7SEYJ62T","pdf",2963756,2,1,18,"Indonesian","id",113,"# The Children's Desire to Play\n## The Father's Calls\n## The Children's Excuses\n## Various Games","[{\"question\":\"Apa yang ditanyakan Adik kepada Ayah pada awal cerita?\",\"answer\":\"Adik bertanya kepada Ayah apakah mereka boleh pergi bermain.\"},{\"question\":\"Mengapa Kakak dan Adik berbohong tidak mendengar panggilan Ayah?\",\"answer\":\"Mereka berbohong karena tidak mau berhenti bermain dan lebih asyik dengan permainan mereka.\"},{\"question\":\"Permainan apa saja yang dimainkan Kakak dan Adik bersama teman-temannya?\",\"answer\":\"Mereka bermain lompat tali, engklek, membuat rumah-rumahan, dan bermain bola.\"},{\"question\":\"Apa pesan utama dari cerita \\\"Aku Tak Mendengarmu\\\"?\",\"answer\":\"Cerita ini menggambarkan betapa menariknya permainan bagi anak-anak hingga terkadang membuat mereka mengabaikan panggilan orang tua, sekaligus menunjukkan cara mereka mengatasinya dengan sedikit kebohongan.\"}]",1783591799,28,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"i-cant-hear-you","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/i-cant-hear-you/51595/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-09",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang ditanyakan Adik kepada Ayah pada awal cerita?","Question",{"text":75,"@type":76},"Adik bertanya kepada Ayah apakah mereka boleh pergi bermain.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Kakak dan Adik berbohong tidak mendengar panggilan Ayah?",{"text":80,"@type":76},"Mereka berbohong karena tidak mau berhenti bermain dan lebih asyik dengan permainan mereka.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Permainan apa saja yang dimainkan Kakak dan Adik bersama teman-temannya?",{"text":84,"@type":76},"Mereka bermain lompat tali, engklek, membuat rumah-rumahan, dan bermain bola.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Apa pesan utama dari cerita \"Aku Tak Mendengarmu\"?",{"text":88,"@type":76},"Cerita ini menggambarkan betapa menariknya permainan bagi anak-anak hingga terkadang membuat mereka mengabaikan panggilan orang tua, sekaligus menunjukkan cara mereka mengatasinya dengan sedikit kebohongan.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":103},"story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":100,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":100,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":100,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":100,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]