[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39760-id":3,"doc-seo-39760-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39760,4398048949847,"Eliana","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267",55,"Agama & Spiritualitas","Humanisme Gus Dur: Pergumulan Islam dan Kemanusiaan","Humanisme Gus Dur: Pergumulan Islam dan Kemanusiaan mengangkat pertanyaan mendasar tentang hubungan agama dan kemanusiaan ketika konflik dan kekerasan justru muncul atas nama agama. Teks menyoroti ajaran Islam sebagai rahmatan li al-’alamin, sekaligus mempertanyakan apakah kedamaian dan kasih sayang dapat hadir ketika praktik umat menyimpang. Uraian menekankan dampak psikologis korban, terutama anak, yang tumbuh dalam luka serta berulangnya lingkaran kekerasan dari generasi ke generasi. Di bagian akhir ditegaskan perlunya kebijakan dan kearifan menerapkan nilai kitab suci secara praksis tanpa mengurangi esensi keimanan, sebagaimana dilakukan Gus Dur.","[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nHUMANISME GUS DUR:  \nPergumulan Islam dan Kemanusiaan  \nSyaiful Arif  \nEditor: Rose KR  \nProofreader: Nur Hidayah  \nDesain Cover: Antok  \nDesain Isi: Maarif  \nPenerbit:  \nAR-RUZZ MEDIA  \nJl. Anggrek 126 Sambilegi, Maguwoharjo,  \nDepok, Sleman, Yogyakarta 55282  \nTelp./Fax.: (0274) 488132  \nE-mail: [arruzzwacana@yahoo.com](arruzzwacana@yahoo.com)  \n[ISBN: 978-602-7874-61-9](ISBN: 978-602-7874-61-9)  \nCetakan I, 2013  \nDidistribusikan oleh:  \nAR-RUZZ MEDIA  \nTelp./Fax.: (0274) 4332044  \nE-mail: [arruzzwacana@yahoo.com](arruzzwacana@yahoo.com)  \nPerwakilan:  \nJakarta: Telp./Fax.: (021) 7816218  \nMalang: Telp./Fax.: (021) 560988  \nPerpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Arif, Syaiful  \nHumanisme GusDur: Pergumulan Islam dan Kemanusiaan/Syaiful Arif-Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2013  \n342 hlm, 14,8 X 21 cm  \nISBN: 978-602-7874-61-9  \n1. Sosial-Politik  \nI. Judul II. Syaiful Arif  \nPengantar Penerbit  \n“The whole purpose of religion is to facilitate love and compassion, patience, tolerance, humility, and forgiveness.”  \n(Dalai Lama)  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nD  \nalam narasi sejarah peradaban manusia, wajah agama sering kali menampakkan roman yang tidak ramah. Tidak dapat dimungkiri, banyak konflik terjadi karena gesekan dan  \nbenturan antar-agama. Tidak terhitung pula korban manusia yang jadi tumbal atasnya. Jika sudah begini, muncul pertanyaan benarkahagama mengajarkan kebaikan untukmanusia? Terkhusus dalam agama Islam, Nabi Muhammad Saw. mendakwahkan Islam sebagai rahmatan li al-’alamin, Islam hadir dalam kehidupan pembawa kedamaian dankasih sayang bagi manusia dan alam. Namun, jika umat Islam tampil dengan mengangkat pedang, menyimpan bom di dalam tas, ataumencurigai bahkan mengusir tetangga, benarkah ada kedamaian dankasih sayang di dalamnya? Barangkali logika pertanyaan tersebut tidak dapat diterima oleh sebagian kalangan. Akan tetapi, setiap manusia  \n5  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nberhak untuk mengajukan pertanyaan, dan pertanyaan semacam itu boleh jadi tidak terhindarkan.  \nDari perspektif korban konflik kekerasan yang dipicu masalah keagamaan, bagaimana psikologi anak yang kehilangan orangtuanya? Bagaimana psikologi orangtua yang kehilangan anaknya? Bagaimanaperkembangan anak yang mengalami pengusiran dari tempattinggalnya? Bagaimana perkembangan anak yang mengalami tindak kekerasan? Pada kenyataannya, manusia adalah pribadi yang berpikir dan bertindak berdasarkan referensi pengetahuan dan pengalaman. Apabila seorang anak pada masa kecil punya pengalaman buruk berkaitan dengan suatu agama, bagaimanakah ketika dewasa? Tidak menutupkemungkinan individu tersebut menyimpan luka mendalam dan cara pandang yang buruk terhadap suatu agama. Demikianlah, konflik kekerasan akan menjadi lingkaran setan yang tanpa ujung pangkal, turun-temurun dari generasi ke generasi.  \nLingkaran setan konflik kekerasan berlatar belakang agamatidak akan terburai putus jika agama masih menjadi realitas langit yang tidak membumi. Maka, perlu kebijakan dan kearifan untuk mengimplementasikan ayat-ayat dalam Kitab Suci demi kemaslahatanumat tanpa mengurangi esensi dari keimanan. Dan Abdurrahman Wahid, yang akrab disebut Gus Dur, telah melakukan hal itu, yakni menempatkan agama sebagai realitas sosial dalam tataran praksis kehidupan sehari-hari, baik tataran individu, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Selamat membaca.  \nYogyakarta, Agustus 2013  \nRedaksi  \n6  \n[http://pustaka-indo.blogspot.com](http://pustaka-indo.blogspot.com)  \nuntuk istriku tersayang,  \nyang menjaga dan merawat penuh kasih,  \nria rahmah  \n![image](https://weboffice-doc-exporter-sg-prod.obs.ap-southeast-3.my","cbCaiolX3EaBtHim","https://ap.wps.com/l/cbCaiolX3EaBtHim","pdf",8279897,4,1,342,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Penerbit\n## Agama, konflik, dan pertanyaan kemanusiaan\n## Psikologi korban kekerasan\n## Lingkaran setan dan kebutuhan kebijakan\n## Gus Dur dalam praksis sosial","[{\"question\":\"Mengapa muncul pertanyaan tentang apakah agama mengajarkan kebaikan bagi manusia?\",\"answer\":\"Teks menyoroti bahwa banyak konflik terjadi karena gesekan antar-agama serta korban manusia yang dihasilkan. Karena itu, muncul pertanyaan apakah kebaikan yang diajarkan agama benar-benar hadir dalam kenyataan.\"},{\"question\":\"Bagaimana dampak kekerasan berlatar belakang agama terhadap psikologi anak dan orangtua?\",\"answer\":\"Dari perspektif korban, teks menanyakan kondisi psikologis anak yang kehilangan orangtua, serta orangtua yang kehilangan anak. Kekerasan dan pengusiran dari tempat tinggal juga disebut memengaruhi perkembangan anak.\"},{\"question\":\"Apa gagasan agar konflik berbasis agama tidak menjadi lingkaran berulang?\",\"answer\":\"Teks menyatakan konflik tidak terburai jika agama tetap dipahami sebagai realitas langit yang tidak membumi. Diperlukan kebijakan dan kearifan untuk mengimplementasikan ayat-ayat kitab suci demi kemaslahatan umat dalam praksis kehidupan, tanpa mengurangi esensi keimanan.\"}]",1783086576,527,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"humanism-of-gus-dur-the-struggle-of-islam-and-humanity","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/humanism-of-gus-dur-the-struggle-of-islam-and-humanity/39760/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-14","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa muncul pertanyaan tentang apakah agama mengajarkan kebaikan bagi manusia?","Question",{"text":75,"@type":76},"Teks menyoroti bahwa banyak konflik terjadi karena gesekan antar-agama serta korban manusia yang dihasilkan. Karena itu, muncul pertanyaan apakah kebaikan yang diajarkan agama benar-benar hadir dalam kenyataan.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana dampak kekerasan berlatar belakang agama terhadap psikologi anak dan orangtua?",{"text":80,"@type":76},"Dari perspektif korban, teks menanyakan kondisi psikologis anak yang kehilangan orangtua, serta orangtua yang kehilangan anak. Kekerasan dan pengusiran dari tempat tinggal juga disebut memengaruhi perkembangan anak.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa gagasan agar konflik berbasis agama tidak menjadi lingkaran berulang?",{"text":84,"@type":76},"Teks menyatakan konflik tidak terburai jika agama tetap dipahami sebagai realitas langit yang tidak membumi. Diperlukan kebijakan dan kearifan untuk mengimplementasikan ayat-ayat kitab suci demi kemaslahatan umat dalam praksis kehidupan, tanpa mengurangi esensi keimanan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,96,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":94,"slug":95},60,"religion-spirituality",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":94,"slug":99},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":94,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":94,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":94,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":94,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":94,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":94,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":94,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":94,"slug":131},57,"Umum","general"]