[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41245-id":3,"doc-seo-41245-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41245,137441390410,"Hazel","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000252f4ab5702993?_k=1776741390130283984",55,"Agama & Spiritualitas","Hukum Thaharah Dan Shalat - الطهارة والصلاة","Mengulas tata cara dan ketentuan thaharah (bersuci) dan shalat dalam perspektif fikih. Materi mencakup jenis air yang sah untuk bersuci, aturan air yang tercampur najis atau suci, serta klasifikasi najis berikut cara membersihkan pakaian dan badan. Uraian juga memuat adab buang hajat, batasan aurat, kondisi shalat yang tetap sah, serta panduan wudhu mulai dari niat, rukun/tata urut, sampai bacaan doa.","HUKUM THAHARAH DAN SHALAT  \nالطهارة والصلاة – اندونيسي  \nالطهارة والصلاة – اللغة الأندونيسية  \nإعداد وترجمة: جمعية الدعوة والإرشاد وتوعية الجاليات بالزلفي  \nالطبعة الرابعة : 7 1442 /  \nح شعبة توعية الجاليات بالزلفي، 1424 هـ  \nفهرسة مكتبة الملك فهد الوطنيةشعبة توعية الجاليات بالزلفي  \nالطهارة والصلاة - شعبة توعية الجاليات بالزلفي – الزلفي ،  \nهـ 1424  \nسم 17 × 12 ص؛ 44 9960–864 –32 –4 :ردمك  \n(النص باللغة الأنددوندييية)  \n1- الأخلاق الإسلامية أ - العنوان  \n1424/ 5146 252.1 ديوي  \n1425/5 146 :رقم الإيداع 9960–864 –32 –4 :ردمك  \nالطهارة والصلاة  \nHUKUM THAHARAH DAN SHALAT  \nBersuci  \nAir yang dapat dipakai untuk bersuci adalah: air hujan, air laut, air yang telah dipakai untukbersuci (air musta’mal), dan air yang tercampur dengan sesuatu yang suci (seperti tercampur sabun) dan masih seperti asalnya, tidak berubah dari wujudnya sebagai air. Adapun air yang tercampur dengan sesuatu yang najis dan merubah bau, rasa, dan warnanya, maka air tersebut tidak dapat dipakai untuk bersuci. Akan tetapi, bila tidak merubah bau, warna, dan rasanya, maka air tersebut masih dapat dipakai untuk bersuci. Air yang tersisa bekasdiminum adalah suci, kecuali air sisa minuman babi dan anjing, maka air tersebut adalah najis.  \nNajis  \nNajis adalah sesuatu yang diwajibkan atasseorang muslim untuk suci darinya dan menyuci apasaja yang terkena olehnya. Pakaian dan badan yang terkena najis, wajib dicuci hingga hilang najisnya  \njika najis tersebut terlihat, seperti darah. Apabila setelah dicuci masih ada bekas yang tidak dapatdihilangkan, maka hal tersebut dimaafkan. Sedangkan najis yang tidak dapat terlihat, cukup dicuci walaupun hanya sekali.  \nApabila tanah terkena najis, maka bisamenjadi suci dengan cara menyiramkan air keatasnya, sebagaimana bisa suci pula dengankeringnya najis tersebut, jika berupa najis yang cair. Sedangkan jika berupa najis padat, maka tidak bisamenjadi suci kecuali dengan cara menghilangkan benda najisnya.  \nHukum-hukum najis  \n1. Apabila seseorang terkena sesuatu yang tidak diketahui apakah itu benda najis atau bukan, maka ia tidak wajib menanyakannya ataumenyucinya.  \n2. Apabila seseorang selesai melaksanakan shalat, lalu ia melihat najis di pakaian atau badannya sedangkan ia tidak mengetahuinya, atausebelumnya ia telah mengetahuinya tapi ia terlupa, maka shalatnya sah.  \n3. Apabila seseorang tidak dapat mengetahuitempat najis di pakaiannya, maka ia wajib menyuci semuanya.  \n4. Macam-macam najis:  \na. Kencing dan kotoran besar  \nb. Wadi: cairan berwarna putih kental yang keluar setelah kencing.  \nc. Madzi: cairan berwarna putih lengket yang keluar ketika ada gejolak syahwat.  \nPakaian atau badan yang terkena najis iniwajib dicuci. Sedangkan mani hukumnya suci tetapi sunnah dicuci jika masih basah, Sedangkan jikatelah kering, maka cukup dikerik.  \nd. Kotoran (air kencing dan tinja) hewan yang tidak dimakan dagingnya adalah najis, sedangkan kotoran hewan yang dimakandagingnya adalah suci (madzhab Hambali) .  \nBuang hajat  \nDiantara adab-adab buang hajat adalah:  \n1. Masuk dengan kaki kiri sambil berdoa:  \nِبسْمِ الله اللَّهُمَّ ِإِّني َأعُوْذُ ِبكَ مِنَ الْخُبُثِِِ وَالْخَبَاِئثِ  \n“Dengan nama Allah, ya Allah, aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan wanita”  \nLalu, keluar dengan kaki kanan sambil membaca:  \nغُفْرَاَنكَ  \n“Ya Allah, aku memohon ampunan-Mu”  \n2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah, kecuali jika dikhawatirkan hilang.  \n3. Tidak menghadap kiblat atau membelakanginyaketika buang hajat di tempat terbuka.  \n4. Menutup aurat agar tidak terlihat oleh manusia. Batasan aurat laki-laki adalah dari pusar sampaidengkul, sedang aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajahnya ketika shalat.  \n5. Berhati-hati agar kotoran besar dan kencingtidak mengenai pakaian atau badan.  \n6. Membersihkan kotoran (sehabis buang hajat) dengan air atau dengan tisyu, batu, dansejenisnya jika tidak ada air, dan dengan menggunakan tangan kiri.  \nWudhu  \nShalat tidak diterima tanpa berwudhuberdasarkan sabda Rasululla","cbCaip9teRvc3ddk","https://ap.wps.com/l/cbCaip9teRvc3ddk","pdf",1981839,8,1,44,"Indonesian","id",113,"# Bersuci\n## Air yang dapat dipakai untuk bersuci\n## Najis dan cara membersihkannya\n## Hukum-hukum najis\n# Adab Buang Hajat\n## Doa dan tata cara masuk/keluar\n## Ketentuan aurat dan arah kiblat\n# Wudhu\n## Dasar penerimaan shalat\n## Tata urut wudhu\n## Cara berwudhu dan doa\n# Mengusap Khuf","[{\"question\":\"Air apa saja yang dapat digunakan untuk bersuci menurut teks?\",\"answer\":\"Air hujan, air laut, air musta’mal (air yang telah dipakai untuk bersuci), serta air yang tercampur sesuatu yang suci dan masih tetap seperti asalnya. Air yang tercampur najis dan mengubah bau, rasa, atau warna tidak dapat dipakai untuk bersuci.\"},{\"question\":\"Bagaimana aturan najis pada pakaian atau badan dan kapan shalat tetap sah?\",\"answer\":\"Pakaian dan badan yang terkena najis wajib dicuci hingga hilang najisnya. Jika setelah dicuci masih ada bekas yang tidak dapat dihilangkan, hal itu dimaafkan; sedangkan najis yang tidak terlihat cukup dicuci meski hanya sekali. Jika seseorang selesai shalat lalu melihat najis tetapi tidak mengetahuinya sebelumnya atau ia terlupa, shalatnya sah.\"},{\"question\":\"Apa ketentuan dasar wudhu dan bagaimana urutan pelaksanaannya?\",\"answer\":\"Shalat tidak diterima tanpa wudhu berdasarkan sabda Rasulullah. Wudhu harus dilakukan dengan tartîb (mendahulukan anggota yang didahulukan) dan urut sesuai tata cara yang dijelaskan, dimulai dari niat dalam hati, lalu membasuh anggota-anggota yang ditentukan, sampai membaca doa wudhu.\"}]",1783321359,68,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"hukum-thaharah-dan-shalat-purification-and-prayer","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/hukum-thaharah-dan-shalat-purification-and-prayer/41245/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-22","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Air apa saja yang dapat digunakan untuk bersuci menurut teks?","Question",{"text":76,"@type":77},"Air hujan, air laut, air musta’mal (air yang telah dipakai untuk bersuci), serta air yang tercampur sesuatu yang suci dan masih tetap seperti asalnya. Air yang tercampur najis dan mengubah bau, rasa, atau warna tidak dapat dipakai untuk bersuci.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana aturan najis pada pakaian atau badan dan kapan shalat tetap sah?",{"text":81,"@type":77},"Pakaian dan badan yang terkena najis wajib dicuci hingga hilang najisnya. Jika setelah dicuci masih ada bekas yang tidak dapat dihilangkan, hal itu dimaafkan; sedangkan najis yang tidak terlihat cukup dicuci meski hanya sekali. Jika seseorang selesai shalat lalu melihat najis tetapi tidak mengetahuinya sebelumnya atau ia terlupa, shalatnya sah.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa ketentuan dasar wudhu dan bagaimana urutan pelaksanaannya?",{"text":85,"@type":77},"Shalat tidak diterima tanpa wudhu berdasarkan sabda Rasulullah. Wudhu harus dilakukan dengan tartîb (mendahulukan anggota yang didahulukan) dan urut sesuai tata cara yang dijelaskan, dimulai dari niat dalam hati, lalu membasuh anggota-anggota yang ditentukan, sampai membaca doa wudhu.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]