[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-231777-113":53,"doc-detail-231777-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","hormuz-in-oil-narrative-and-global-politics","Hormuz dalam Narasi Minyak dan Politik Global","","Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dipahami sebagai perang yang berlangsung tidak hanya di medan tempur, melainkan juga di ruang produksi makna. Selat Hormuz diposisikan sebagai titik strategis sirkulasi energi global yang memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi domestik. Berbagai media membingkai peristiwa secara beragam, sehingga ketegangan berkembang lewat pengulangan narasi dramatis. Energi dipaparkan beralih menjadi instrumen politik, sementara kekuasaan bekerja melalui pengelolaan arus informasi dan pembentukan persepsi yang memengaruhi opini publik domestik dan global.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/hormuz-in-oil-narrative-and-global-politics/231777/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/hormuz-in-oil-narrative-and-global-politics/231777.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Xiajie","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa Selat Hormuz disebut titik strategis dalam geopolitik kontemporer?","Question",{"text":109,"@type":110},"Selat Hormuz merupakan jalur utama yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia, sehingga menjadi simpul penting bagi konfigurasi geopolitik dan sirkulasi energi global.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana pembingkaian media memengaruhi respons publik terhadap konflik?",{"text":114,"@type":110},"Respons publik tidak hanya berasal dari realitas lapangan, tetapi dari bagaimana peristiwa dibingkai dan direproduksi oleh arus informasi; media Barat cenderung menekankan narasi ancaman, sementara sebagian media lain melihatnya sebagai resistensi.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Dalam dokumen ini, bagaimana energi diposisikan dalam dinamika konflik?",{"text":118,"@type":110},"Energi dipaparkan tidak lagi sekadar isu ekonomi, melainkan beralih menjadi medan simbolik serta instrumen politik yang memengaruhi legitimasi dan pengaruh lewat narasi.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},231777,1789067102,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},8814010472675,"https://avatar.qwps.com/avatar/WGlhamll","lieLing rml PutwUNIVERSITAS BRAWIJAYADALAM BERITAE-PAPER KLIPING ONLINE:EDISI APRIL2026  \n# Hormuz dalam Narasi Minyak dan Politik Global\n\nKonflikantara Amerika Seri-kat,Israel,dan Iran kem-bali menunjukkan bahwaperang hari ini tidak lagi semataberlangsung di medan tempur,tetapi juga di ruang produksimakna.Ditengah eskalasi militeryang terus meningkat,perhatiandunia mengerucut pada satutitikstrategis:Selat Hormuz.  \nJalur sempit ini bukan sekadarlintasan geografis,melainkansimpul utama sirkulasi energiglobal.Sebagian besar pasokanminyak dunia melintas di ka-  \nwasan ini,menjadikannya  \nruang yang sangat menen  \ntukan dalam konfigurasi  \ngeopolitik kontemporer.  \nKetika Iran memberisinyal akan menutup SelatHormuz,atau setidaknyamembatasi akses bagi pihaktertentuyang dipertaruhkanbukan hanya aspek militer.Pernyataan tersebut sekaligusmerupakan tindakan komuni-katif yang sarat makna politik.Kepuitusan untuktetap membukajalur,tetapi mengecualikan ka-pal Amerika Serikat dan seku-tunya,memperlihatkan upayaIran dalam membingkai dirinyabukan semata sebagai ancaman,melainkanscbagaiaktoryangme-arsitektur energiglobal.  \nDalam kerangka komuni-kasi,iní dapat dibaca sebagaistrategi untuk mengelola per-sepsi:mengeser posisi dariobjektekanan menjadi subjekyangme-nentukan aturan main.Efeknyasegera terasa pada distribusiminyak dunia.Ketidakpastian diSelat Hormuz bukan hanya me-miculonjakan hargaenergi,tetapijuga memproduksi kegclisahanyang disirkulasikan secara luasmelalui media global.  \n\n| сава реноттмам ориц)  \u003Cbr>Тета аКсшыф Маапд ПауабзпМшбопл  \u003Cbr>2.Parjang tulisansaktur⁷00 kata  \u003Cbr>3srtakin foto penulfs tukan pas 5o  \u003Cbr>3.Namadan identits penuli dftuls  \u003Cbr>dibawah judu opini  \u003Cbr>4Ктт Ке етаЕс  \u003Cbr>та!гаробсотешьдетыИсоп  \u003Cbr>Tus udu Opini dalam subject Emal  \u003Cbr>5.Naskah oini yang udah 10 harlomdaks  \u003Cbr>dan tidak teemuat otematis diangap  \u003Cbr>kambal ko pongiím  \u003Cbr>б оаст Ретоп ОбТЗБ ТдО ббб   |\n| --- |\n\nDalam konteks ini,responspublik tidaksepenuhnyaberang-kat dari realitas faktual di lapa-ngan,melainkan dari bagaimanaperistiwa tersebut dibingkai dandireproduksi dalam arus infor-masi.Media Barat cenderungmenekankan narasi ancaman ter-hadapstabilitasglobal,sementara  \nArif Budi Prasetya,S.1.Kom.,M.I.Kom  \nDosen llmu Komunikasi  \nUniversitas Brawijaya  \nsebagian media lain memposisi-kannyasebagai bentuk resistensiIran terhadap dominasi geopoli-tik Barat.  \nimpor membuat fluktuasi hargaminyakgloballangsungberimbaspada stabilitas ekonomi domes-  \ntik.Pada saat yang sama,ketegangan geopolitikini juga merembet kesektor sumber dayamineral.Pada aspek ini terihat bahwa perangDalam kontekshari ini pada dasarnya adalah perangtransisi energi,persepsi.Selat Hormuz tidak lagikomoditas sepertisekadar jalur distribusi minyak,nikel memperolehposisi strategis.Ke-melainkan simbol bagaimana kekuasaantika pasokan energiglobal dinegosiasikan melalui narasi.\"fosil tergangguper-hatian beralih padaenergi alternatif,dandi sinilah peta ekonomiglobal mulai mengala-mi pergeseran.Dengan  \nDi sinilah  \ndemikian,konflik di TimurTengah secara tidak langsungturut membentuk ulang posisiIndonesia dalam rantai pasokenergi dan mineral dunia.  \nlogika komunikasi bekerja.Se-perti ditegaskan oleh ManuelCastells,kekuasaan dalam ma-syarakat jejaringtidaklagisemataberada pada kontrol teritorial,melainkan pada kemampuanmengelola arus informasi danmembentuk makna.Semen-tara itu,Christian Fuchs melihatmedia digital sebagai ruang dimana kepentingan ekonomi danpolitik saling berkelindan dalamproduksi wacana.  \nSituasi menjadi semakin kom-pleks ketika narasi politik ikutbermain secara agresif.SikapDonald Trump yang terus men-dorong opsi militer terhadapIran,disertai retorika keras yangmenyeret namaMojtaba Khame-nei,memperlihatkan bagaimanabahasa politik dapat berfungsisebagai alat eskalasi.  \nDengan demikian,dinamika diSelat Hormuz tidak bisa dibacahanya sebagai krisis energi,tetapisebagai bagian dari pertaru-ngan diskursifyang menentukanbagaimanarealitas itu dipahami.Pada titik ","cbCaigsxe9jU02M9","https://ap.wps.com/l/cbCaigsxe9jU02M9","pdf",14924174,76,"Indonesian","# Hormuz dalam Narasi Minyak dan Politik Global\n## Selat Hormuz sebagai simpul sirkulasi energi\n## Komunikasi politik, pembingkaian media, dan persepsi\n## Peralihan energi menjadi instrumen politik","[{\"question\":\"Mengapa Selat Hormuz disebut titik strategis dalam geopolitik kontemporer?\",\"answer\":\"Selat Hormuz merupakan jalur utama yang dilalui sebagian besar pasokan minyak dunia, sehingga menjadi simpul penting bagi konfigurasi geopolitik dan sirkulasi energi global.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembingkaian media memengaruhi respons publik terhadap konflik?\",\"answer\":\"Respons publik tidak hanya berasal dari realitas lapangan, tetapi dari bagaimana peristiwa dibingkai dan direproduksi oleh arus informasi; media Barat cenderung menekankan narasi ancaman, sementara sebagian media lain melihatnya sebagai resistensi.\"},{\"question\":\"Dalam dokumen ini, bagaimana energi diposisikan dalam dinamika konflik?\",\"answer\":\"Energi dipaparkan tidak lagi sekadar isu ekonomi, melainkan beralih menjadi medan simbolik serta instrumen politik yang memengaruhi legitimasi dan pengaruh lewat narasi.\"}]","Hormuz dalam Narasi Minyak dan Politik Global | PDF",117]