[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48253-id":3,"doc-seo-48253-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},48253,4398048949847,"Eliana","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267",48,"Cerita & Novel","Hore, Ayam Kami Bertambah Banyak!","Dokumen ini menceritakan kisah Ana dan Albert yang menyaksikan ayam-ayam mereka bertambah banyak. Albert awalnya kesulitan menangkap ayam-ayam tersebut karena mereka berlari cepat dan ingin bebas. Ana kemudian menggunakan kecerdasan dan pengetahuannya tentang perilaku ayam untuk menarik mereka kembali dengan biji jagung, makanan kesukaan ayam. Melalui interaksi ini, Ana menjelaskan kepada Albert bahwa ayam perlu makan untuk hidup dan juga bertumbuh, sama seperti manusia. Cerita ini diakhiri dengan Ana dan Albert yang memasukkan ayam-ayam mereka yang sudah besar ke dalam kandang saat hari mulai gelap, dan menyoroti rasa penasaran Albert terhadap sesuatu yang baru di dalam kandang keesokan harinya, menandakan perkembangan lebih lanjut. Kisah ini dikemas dalam nuansa edukatif yang disajikan melalui percakapan sederhana antara kakak beradik, mengajarkan tentang sifat hewan dan pentingnya pemahaman dalam merawat mereka. Ilustrasi yang menyertai teks memperkuat narasi, menampilkan interaksi karakter dan hewan dalam suasana pedesaan yang hangat dan akrab, serta detail momen-momen kunci dalam cerita.","Hore, Ayam Kami Bertambah Banyak!  \nEndang Wuriyani  \nSyafiuddin Halid  \nSore itu Ana duduk bersama Albert. Hari masih terang dan udara terasa sejuk. Mereka memandangi kedua ayam yang tidak jauh dari mereka.  \nAlbert berusaha menangkap ayam–ayamitu. Ayam-ayam lari menjauhi Albert.”Kak, mengapa ayam-ayam itu susah ditangkap?” tanya Albert pada Ana.”Ayam-ayam bisaberlari dengan cepat,”jawab Ana.”Ayamayam itu ingin bebas,” tambah Ana lagi.  \nAlbert terus mengejar ayam-ayam itu. Karenakesal, Albert mengusir ayam-ayam itu.”Hus! Hus! ” teriak Albert. Ayam-ayam pun berlariketakutan.  \n”Jangan Albert! Nanti ayamnya takut pulang!” tegur Ana.”Kalau tidak ditangkap, apakahayam-ayam itu mau pulang sendiri?” tanya Albert.”Kakak punya cara lain,”jawab Ana sambil tersenyum.  \nAna masuk ke dalam rumah. Ia mengambilsetongkol jagung kering.”Kuuur! Kuuur!” teriak Ana Ana menghamburkan biji-biji jagung.  \nAyam-ayam mereka pun mendekati biji-biji jagung dengan perlahan. Albert memperhatikan gerakan ayam-ayam itu. ”Mengapa harus diberijagung, Kak?” tanya Albert.”Jagung adalah makanan ayam,”jawab Ana.”Ayam perlu makan untuk hidup,” lanjut Ana lagi.  \nAna dan Albert menangkap kedua ayam itu.”Kak, ayam-ayam kita sudah besar!” kata Albert.”Ya, ayam juga bertumbuh seperti kita,” tambah Ana.  \nTidak terasa, hari sudah mulai gelap. Ana dan Albert memasukkan ayam-ayam itu ke kandang. Kemudia mereka masuk ke rumah.  \nKeesokan  \nharinya, Ana dan Albert mengeluarkan ayamayam dari kandang. Albert melihat sesuatu didalam kandang.”Kak, apa itu?” tanya Albert penasaran .","cbCaigShmetTqYyM","https://ap.wps.com/l/cbCaigShmetTqYyM","pdf",2305498,5,1,17,"Indonesian","id",113,"# Hore, Ayam Kami Bertambah Banyak!\n\n# Sore itu Ana duduk bersama Albert\n# Albert berusaha menangkap ayam–ayam itu\n# Ana mengambil setongkol jagung kering\n# Ana dan Albert menangkap kedua ayam itu\n# Keesokan harinya, Ana dan Albert mengeluarkan ayam-ayam dari kandang","[{\"question\":\"Mengapa Albert kesulitan menangkap ayam-ayam tersebut?\",\"answer\":\"Albert kesulitan menangkap ayam-ayam karena mereka berlari dengan cepat dan memiliki keinginan untuk bebas.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara Ana menarik ayam-ayam kembali?\",\"answer\":\"Ana menggunakan biji jagung, makanan kesukaan ayam, untuk menarik mereka mendekat.\"},{\"question\":\"Apa yang diajarkan Ana kepada Albert tentang ayam?\",\"answer\":\"Ana menjelaskan bahwa ayam perlu makan untuk hidup dan mereka juga bertumbuh seperti manusia.\"}]",1783568337,26,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"hooray-our-chickens-are-growing-in-number","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/hooray-our-chickens-are-growing-in-number/48253/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-09",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa Albert kesulitan menangkap ayam-ayam tersebut?","Question",{"text":76,"@type":77},"Albert kesulitan menangkap ayam-ayam karena mereka berlari dengan cepat dan memiliki keinginan untuk bebas.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana cara Ana menarik ayam-ayam kembali?",{"text":81,"@type":77},"Ana menggunakan biji jagung, makanan kesukaan ayam, untuk menarik mereka mendekat.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa yang diajarkan Ana kepada Albert tentang ayam?",{"text":85,"@type":77},"Ana menjelaskan bahwa ayam perlu makan untuk hidup dan mereka juga bertumbuh seperti manusia.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":100},"story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":97,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":97,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":97,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]