[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-435320-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":72,"doc-detail-435320-id":119},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":65,"head_meta":67,"extra_data":69,"updated_unix":71},113,"id","home-sweet-loan-prologue","HOME SWEET LOAN - Prolog","","Prolog mengisahkan Rusli, marketing agent apartemen, yang menampilkan pengalaman pertama tokoh utama saat melihat unit studio di Jakarta. Lift yang “suka kebuka sedikit”, lorong sempit yang dipenuhi barang penghuni, serta rincian ukuran kamar mandi dan dapur memunculkan gagasan tentang keterbatasan ruang. Percakapan tentang balkonnya yang tak memadai untuk jemur mengarahkan tokoh pada realitas strategi hidup hemat. Narasi juga membandingkan standar luas hunian Jakarta dengan kota lain seperti Hong Kong dan Australia, menekankan tekanan biaya dan keterikatan pada “kotak” tempat tinggal.",{"@graph":14,"@context":64},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/","Sastra",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/home-sweet-loan-prologue/435320/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/home-sweet-loan-prologue/435320.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Aditya","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-29",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa fungsi perbandingan dengan Hong Kong dan Australia dalam prolog ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Perbandingan itu menyorot standar ruang hidup yang berbeda dan menegaskan bahwa apartemen di Jakarta cenderung meniru pola “muat-muatin” seperti Hong Kong, sedangkan Australia menawarkan ukuran hunian yang lebih lega.","Answer","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":66,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":68,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":70,"site_id":7},435320,1790808948,{"code":4,"msg":73,"data":74},"success",[75,80,84,88,92,96,100,103,107,111,115],{"id":76,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":77,"show_sort_weight":78,"slug":79},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":81,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":82,"show_sort_weight":78,"slug":83},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":78,"slug":87},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":78,"slug":91},51,"Komik","comic",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":78,"slug":95},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":78,"slug":99},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":78,"slug":102},49,"literature",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":78,"slug":106},52,"Teknologi","technology",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":78,"slug":110},50,"Ujian","exam",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":78,"slug":114},57,"Umum","general",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":4,"slug":118},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":73,"data":120},{"doc_id":70,"user_id":121,"nickname":42,"user_avatar":122,"doc_module":4,"category_id":101,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":123,"file_id":124,"file_url":125,"file_type":126,"file_size":127,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":128,"language":129,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":130,"faqs":131,"seo_title":132,"seo_description":12,"update_tm":133,"read_time":134},962085564549,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","METROPOP  \nALMIRA BASTARI  \n# HOME$WEETLOAN\n\nALMIRA BASTARI  \n# HOMESWEET\n\nPenerbit Gramedia Pustaka UtamaJakarta  \nHOME SWEET LOANoleh Almira Bastari  \n622171001  \nPenerbit Gramedia Pustaka UtamaGedung Kompas Gramedia Blok I,Lt.5JI.Palmerah Barat 29-37Jakarta 10270  \nIlustrasi sampul:Orkha Creative  \nDiterbitkan pertama kali olehPenerbit Gramedia Pustaka Utamaanggota IKAPI,Jakarta,2022  \nwww.gpu.id  \nHak cipta dilindungi oleh undang-undang.Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagianatau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit.  \nISBN:9786020658049  \n312 hlm.;20 cm  \nDicetak oleh Percetakan PT Gramedia,Jakarta  \nUntuk yang berjuang memiliki tempat untuk pulang  \n# Prolog\n\n\"Bekerja bagai kuda di Jakarta buat beli rumah sekotak.lya,se'kotak'.”  \nPINTU lift terbuka lagi meski Rusli,marketing agent,pria ber-kacamata berumur pertengahan tiga puluhan yang cukup kelihatanfit dengan kaus polo hitamnya,menekan tombol tutup.Ruslimenengok ke arahku sambil tertawa canggung dan mengangguk.Aku melempar pandangan \"Liftnya rusak?\"ke arah Rusli.  \n\"Lift ini nggak rusak kok,Mbak.Cuma suka kebuka sedikit.\"Rusli menambahkan keterangan yang justru membuat matakusemakin membulat.Tidak rusak tapi suka kebuka itu artinya apa?Korslet?  \nRusli menekan lama tombol tutup sampai pintu lift benar-benartertutup dengan kecepatan yang sangat lamban.Saking lambannya,orang yang baru sampai di lobi tanpa berlari pun masih bisa masuklift.Lantai sembilan.Untuk ketinggian lantai,sebenarnya apar-temen ini lumayan pas.Karena Indonesia rawan gempa,turun darilantai dua puluh tentu cobaan buat betis dan napasku.  \nPintu lift terbuka,dengan sedikit bunyi decit seperti kurangoli.Ternyata,masalah ketika ”menutup”berbeda dengan masalahketika ”membuka”.Kami keluar dari lift,kemudian berbelok kelorong yang sebenarnya cukup rapi,tapi tidak bebas gangguan.Ada yang meletakkan rak sepatu di depan unitnya,ada yangmeletakkan sepeda roda tiga anaknya di depan,belum lagi unitlain yang meletakkan stroller di luar.Kebayang nih kalau sampaiada keadaan darurat,waktu mencoba menyelamatkan diri,bakalseperti lari gawang,alias jago melompati aral melintang dilorong.  \nRusli berhenti di Unit 30,nomor yang juga bagus,bukannomor 4 atau 13 yang katanya dihindari demi hoki.Kunci diputardua kali.Klik,klik.Pintu dibuka.  \nAku menarik napas dalam-dalam.Sekarang aku paham kenapapara penghuni lain meletakkan barang di luar.  \n\"Ini luasnya berapa,Mas?\"Aku bertanya sambil berjalan satulangkah ke depan.  \nMataku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru unit tanpaperlu banyak pindah posisi kaki.Sebuah ruangan bercat putihdengan dapur di sebelah kiri pintu dan kamar mandi di sebelahkanan,alias seberang dapur.  \n”Kalau studio ini luasnya 21 meter persegi,Mbak,”jawab Rusli.  \nApartemen studio 21 meter persegi di rusunami seharga 350-an juta rupiah.Lokasinya di tengah-tengah kota Jakarta.Ber-dasarkan data dari Badan Pusat Statistik,sebanyak 35 persenrata-rata rumah tangga di DKI Jakarta memiliki rumah seluas20-49 meter persegi.Aku yang masih lajang menempati 20 meterpersegi seharusnya lebih dari cukup.  \nAku membuka pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat.Semuanya terlihat dengan jelas.Kamar mandi ini berukuran satu  \nlencang kanan pada ukuran lebar,dan satu rentangan tangan kanandan kiri pada ukuran panjang.Kakus di kanan,pancuran di kiri.Tidak cukup jika mau menambahkan wastafel.Alhasil,sikat gigidan cuci muka sudah pasti di wastafel cuci piring di dapur.  \nDapurnya sendiri hanya berupa konter dapur sederhana dilapisikeramik abu-abu dengan wastafel cuci piring.Belum ada kabinetbawah,apalagi kabinet atas.Lepas dari lorong pendek tempat dapurdan kamar mandi,kemudian ada ruangan kosong yang nantinyatempat untuk meletakkan tempat tidur,lemari,meja,dan berbagaikehidupan lainnya yang harus cukup semua di situ.Pokoknya harusmuat!  \nAku berjalan maju lagi,mengamati sudut,langit-langit,danbalkon yang sungguh terlihat hanya muat untuk meletakkan mesinAC.  \n“Boleh dibuka balkonnya,Mas?”Aku bertanya","cbCaigYYLXdhbO38","https://ap.wps.com/l/cbCaigYYLXdhbO38","pdf",48351777,303,"Indonesian","# Prolog","[{\"question\":\"Apa fungsi perbandingan dengan Hong Kong dan Australia dalam prolog ini?\",\"answer\":\"Perbandingan itu menyorot standar ruang hidup yang berbeda dan menegaskan bahwa apartemen di Jakarta cenderung meniru pola “muat-muatin” seperti Hong Kong, sedangkan Australia menawarkan ukuran hunian yang lebih lega.\"}]","HOME SWEET LOAN - Prolog | PDF",1790672967,467]