[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39428-id":3,"doc-seo-39428-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":94},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":20},39428,1099513958762,"Logic","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1000023916a998db790?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1784791008015729253",49,"Sastra","Sejarah Filsafat Barat","Naskah membahas sejarah perkembangan filsafat Barat sejak asal-usul istilah dan pengertian filsafat, kemudian menelusuri kelahiran filsafat melalui para pemikir pra-Sokrates. Uraian mencakup pandangan Thales tentang air sebagai asal segala sesuatu, perdebatan dengan Anaximandros yang mengajukan to apeiron, serta gagasan Anaximenes tentang udara. Selanjutnya dipaparkan pergeseran fokus pada manusia oleh Sokrates, pandangan relativitas Protagoras, konsep idea objektif Plato, dan kerangka ilmu serta teori tentang tubuh-jiwa pada Aristoteles. Bagian akhir mengulas filsafat abad pertengahan (Skolastik), peran iman dan akal, serta transisi menuju Renaisans dan humanisme.","Sejarah Filsafat Barat  \nKiriman; Saptono, SSn., Dosen PS. Seni Karawitan ISI Denpasar  \nFilsafat Sokrates sampai fil Max  \n1.Pendahuluan  \nFilsafat diambil dari bahasa Arab. Falsafah berasal dari bahasa Yunani Philosophia, kata majemuk yang terdiri dari dua kata philos artinya cinta atau suka, dan kata sophia yang artinya bijak. Dengan demikian jelas bahwa kebijaksanaan itu belumdiraih, seorang filsuf adalah orang yang sedang mencari kebijaksanaan. Dengan demikian filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.(Harun, 1980:7-8)  \nMempelajari filsafat Yunani berarti menyaksikan kelahiran filsafat. Filsafatdilahirkan kerena kemenangan akal atas dongeng yang memberitakan tentang asal mula segala sesuatu baik dunian maupun manusia.  \nPra Sokrates  \nTHALES adalah filsuf yang termasuk tujuh orang bijak, menurut dia yang menjadi asal mula segala sesuatu adalah air.  \nTokoh berikutnya Anaximandros (610-540 SM), beliau tidak setuju dengan air sebagai asal mulanya, karena air adalah sebagai hal yang terbatas. Bagaimana dengan hal yang tak terbatas itu terjadi di dunia ini ? Ia berpandangan bahwa hal ini disebabkankarena penceraian (ekkrisis) dari to apeiron (yang tak terbatas) dilepaskan anasir-anasir yang saling berlawanan, yaitu;antara panas dan dingin, kering dan basah. Maka dalam dunia ada hukum keseimbangan dan antara anasir-anasir yang berlawanan ada yang menjadi dominan, hukum keseimbangan tadi mengusahakan akan adanya keseimbagnan lagi dan seterusnya.  \nPandangan tersebut di atas juga dibantah oleh filsuf Anaximenes, ia mengemukakan bahwa segala sesuatu berasal adalah dari hawa/udara. Udara yang menjadikan manusia hidup. Manusia akan mati apabila ia tidak bernapas (Harun, 1980:18)  \nSeperti yang telah dikemukakan para filsuf di atas adalah filsuf alam (hukumalam), karena alam semesta senantiasa berubah menjadikan siang-malam, terang-gelap, panas-dingin, dan sebagainya.  \nSokrates  \nSokrates hidup tahun 469-399 MS, ia memindahkan filsafat dari langit ke bumi sasaran yang diselidiki bukan lagi jagat raya, melainkan manusia sebagai obyeknya. Beliau memberikan ajarannya dengan kebijakan atau kautaman (arate), yaitu pengetahuantentang yang baik adalah satu dan menyeluruh (ibid:37) .  \nKemudian Protagoras filsafatnya bahwa manusia menjadi ukuran bagi segalasesuatu yang ada dan yang tidak ada. Bagi orang sehat angin dirasa segar, akan tetapi bagi orang sakit angin dirasa dingin, menggigilkan.  \nPlato (427-347 MS), ia seorang fulsuf Yunani yang terkenal, murid dari Sokrates ini berpandangan bahwa filsafatnya adalah pengetahuan tentang segala yang ada, ilmu yang berminat untuk mencapai kebenaran yang asli (Juhaya, 2003 : 2) . Bagi plato idea bukanlah gagasan yang hanya terdapat dalam pikiran saja (subyektif), dan bukan gagasan yang dubuat dan ditemukan oleh manusia. Sebab idea ini bersifat obyektif  \nartinya berdiri sendiri, dan tidak tergantung kepada pemikiran manusia. Dalam ini idealah yang memimpin pikiran manusia (Harun 1980:40) .  \nAristoteles (384-322 SM),ia adalah murid dari Plato. Pandangan filsafatnyailmu yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu; metafisika, logika, etika, ekonomi, politik, dan estatika (Juhaya 2003:2) . Ajarannya tentang manusiamelalui dua tahap, yang pertama ia masihdipengaruhi Plato, sehingga masih mengajarkan dualisme antara tubuh dan jiwa. Akan tetapi dualisme ditinggalkan dengan dijembatani jurang ‘yang ada’ diantara tubuh (materi) dan jiwa (bentuk) . Hal ini disebabkan tubuh menjadi tubuh yang hidup, dan jiwa adalah asas hidup dalam arti yang seluas-luasnya (Harun, 1980:51) .  \nFilsafat Abad Pertengahan  \nFilsafat abad pertengahan menggambarkan suatu jaman yang baru sekali, ditengah-tengah suatu rumpun bangsa di Erupa Barat. Yaitu filsafat Skolastik. Pada awal zaman ini mengungkapkan arti yang sebenarnya digali dari wahyu Ilahi dalam keyakinan (iman) Kristiani. Akal didorong mencari arti yang benar, dan arti yang bena","cbCaisSzpB9dZOf3","https://ap.wps.com/l/cbCaisSzpB9dZOf3","pdf",119876,5,1,3,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Pra Sokrates\n## Sokrates\n## Plato dan Aristoteles\n## Filsafat Abad Pertengahan\n## Renaissanse","[{\"question\":\"Apa pengertian filsafat menurut naskah ini dan dari mana asal istilahnya?\",\"answer\":\"Filsafat berasal dari bahasa Arab (falsafah) yang bersumber dari bahasa Yunani Philosophia, gabungan philos (cinta/suka) dan sophia (bijak). Filsafat dipahami sebagai usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandangan Thales, Anaximandros, dan Anaximenes tentang asal mula segala sesuatu?\",\"answer\":\"Thales menyatakan asal segala sesuatu adalah air. Anaximandros menolak air karena menganggapnya terbatas, lalu mengajukan to apeiron (yang tak terbatas) yang melepaskan unsur-unsur berlawanan. Anaximenes menyebut udara/hawa sebagai asal; manusia hidup karena bernapas dan mati bila tidak bernapas.\"},{\"question\":\"Apa perbedaan fokus filsafat sebelum dan sesudah Sokrates menurut naskah?\",\"answer\":\"Pra-Sokrates lebih membahas asal mula dan alam semesta (hukum alam). Sokrates memindahkan filsafat dari langit ke bumi, menjadikan manusia sebagai obyek penyelidikan.\"},{\"question\":\"Apa gagasan utama Renaisans dan sumber pengetahuan menurut naskah?\",\"answer\":\"Renaisans dimaknai sebagai kelahiran kembali dan gerakan pembaharuan yang dipelopori humanis Italia, dengan aliran humanisme yang memusatkan perhatian pada manusia. Sumber pengetahuan dianggap hanya yang secara alamiah dapat dipakai manusia, yaitu akal (rasio) dan pengalaman (empiri).\"}]",1783082710,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":89,"head_meta":91,"extra_data":93,"updated_unix":28},"history-of-western-philosophy","",{"@graph":35,"@context":88},[36,52,67],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,49],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",{"item":50,"name":13,"@type":42,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/history-of-western-philosophy/39428/",4,{"url":50,"name":13,"@type":53,"author":54,"headline":13,"publisher":56,"fileFormat":59,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":60,"datePublished":61,"encodingFormat":59,"isAccessibleForFree":62,"interactionStatistic":63},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":55},"Person",{"url":40,"name":57,"@type":58},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-12","2026-07-03",true,{"@type":64,"interactionType":65,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":66},"ViewAction",{"@type":68,"mainEntity":69},"FAQPage",[70,76,80,84],{"name":71,"@type":72,"acceptedAnswer":73},"Apa pengertian filsafat menurut naskah ini dan dari mana asal istilahnya?","Question",{"text":74,"@type":75},"Filsafat berasal dari bahasa Arab (falsafah) yang bersumber dari bahasa Yunani Philosophia, gabungan philos (cinta/suka) dan sophia (bijak). Filsafat dipahami sebagai usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.","Answer",{"name":77,"@type":72,"acceptedAnswer":78},"Bagaimana pandangan Thales, Anaximandros, dan Anaximenes tentang asal mula segala sesuatu?",{"text":79,"@type":75},"Thales menyatakan asal segala sesuatu adalah air. Anaximandros menolak air karena menganggapnya terbatas, lalu mengajukan to apeiron (yang tak terbatas) yang melepaskan unsur-unsur berlawanan. Anaximenes menyebut udara/hawa sebagai asal; manusia hidup karena bernapas dan mati bila tidak bernapas.",{"name":81,"@type":72,"acceptedAnswer":82},"Apa perbedaan fokus filsafat sebelum dan sesudah Sokrates menurut naskah?",{"text":83,"@type":75},"Pra-Sokrates lebih membahas asal mula dan alam semesta (hukum alam). Sokrates memindahkan filsafat dari langit ke bumi, menjadikan manusia sebagai obyek penyelidikan.",{"name":85,"@type":72,"acceptedAnswer":86},"Apa gagasan utama Renaisans dan sumber pengetahuan menurut naskah?",{"text":87,"@type":75},"Renaisans dimaknai sebagai kelahiran kembali dan gerakan pembaharuan yang dipelopori humanis Italia, dengan aliran humanisme yang memusatkan perhatian pada manusia. Sumber pengetahuan dianggap hanya yang secara alamiah dapat dipakai manusia, yaitu akal (rasio) dan pengalaman (empiri).","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":90,"og:title":13,"og:site_name":57,"og:description":14},"article",{"robots":92,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":95},[96,101,105,109,113,117,121,123,127,131],{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":98,"show_sort_weight":99,"slug":100},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":103,"show_sort_weight":99,"slug":104},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":107,"show_sort_weight":99,"slug":108},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":111,"show_sort_weight":99,"slug":112},51,"Komik","comic",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":115,"show_sort_weight":99,"slug":116},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":119,"show_sort_weight":99,"slug":120},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":99,"slug":122},"literature",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":125,"show_sort_weight":99,"slug":126},52,"Teknologi","technology",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":129,"show_sort_weight":99,"slug":130},50,"Ujian","exam",{"id":132,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":133,"show_sort_weight":99,"slug":134},57,"Umum","general"]