[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-183536-113":53,"doc-detail-183536-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","history-of-betawi-culture-in-jakarta-city-cultural-landscape-potential-identification","Sejarah Kebudayaan Betawi Kota Jakarta - Lanskap Budaya Identifikasi Potensi","","Dokumen ini memetakan kebudayaan Betawi sebagai lanskap budaya di Kota Jakarta melalui dua pendekatan tahap. Tahap kriteria lanskap budaya menekankan keunikan, keterwakilan, kontinuitas sejarah, integritas antar-komponen, keterbacaan/interpretasi, keterkaitan dengan orang dan peristiwa, durasi serta simbol, termasuk keragaman yang terwakili. Materi disusun pula berdasarkan jenis folklor (lisan, setengah lisan, bukan lisan) serta contoh unsur seperti bahasa rakyat, ungkapan tradisional, puisi/prosa, nyanyian, permainan, drama, tari, adat, arsitektur, seni kerajinan, pakaian, obat, makanan, alat musik, dan peralatan/senjata. Di bagian lokasi dan sumberdaya, potensi disorot pada area seperti Marunda, Kampung Tugu, Penjaringan–Sunda Kelapa, dan Kota Tua melalui kondisi, situs, ritual, serta karakter pesisir/permukiman.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/history-of-betawi-culture-in-jakarta-city-cultural-landscape-potential-identification/183536/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/history-of-betawi-culture-in-jakarta-city-cultural-landscape-potential-identification/183536.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Clementine","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-09-02",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa saja indikator pada Tahap 2 untuk menilai lanskap budaya?","Question",{"text":110,"@type":111},"Tahap 2 menilai keunikan, keterwakilan, kontinuitas dari masa lalu hingga kini, integritas bahan dan hubungan antarkomponen, interpretability, asosiasi dengan orang penting serta peristiwa, hubungan dan durasi, ekspresi lanskap, kegiatan-asosiasi yang jelas, serta usia dan simbol penting/keragaman yang terwakili.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana folklor Betawi diklasifikasikan dalam dokumen ini?",{"text":115,"@type":111},"Folklor dibagi menjadi folklor lisan, folklor setengah lisan, dan folklor bukan lisan. Masing-masing berisi contoh unsur seperti bahasa rakyat dan ungkapan tradisional, permainan hiburan dan drama rakyat, hingga arsitektur, seni kerajinan, pakaian, obat-obatan rakyat, makanan-minuman, serta alat musik dan peralatan.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Contoh kondisi apa yang dicatat pada lokasi Marunda atau Kampung Tugu?",{"text":119,"@type":111},"Untuk Marunda dicatat adanya perkampungan pendatang, situs rumah Si Pitung, masjid sebagai situs cagar budaya, cerita dongeng Si Pitung, serta pemandangan lanskap pesisir. Pada Kampung Tugu disebut adanya pergeseran permukiman menjadi area pergudangan/parkir, perubahan komposisi penduduk, keberadaan bangunan bergaya tradisional yang masih berusia tua, gereja cagar budaya, serta ritual tahunan dan pengaruh budaya Portugis.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},183536,1788353065,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1374391974564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253aa45c000a9e?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779874745381141002","| Tahap 1 | Tahap 2 |\n| --- | --- |\n| Foklor Betawi\u003Cbr>([Budiaman](Budiaman et.al. 000)[ et.al.](Budiaman et.al. 000)[ 000](Budiaman et.al. 000)) | Kriteria Lanskap Budaya\u003Cbr>(Jane & Steve 1996) |\n| 1. Bahasa dan ungkapantradisional | 1. Nilai keunikan\u003Cbr>2. Keterwakilan\u003Cbr>3. Kontinuitas dari |\n| 2. Puisi dan prosa | masa lalu hingga |\n| 3. Nyanyian rakyat | kini |\n| 4. Kepercayaan | 4. Integritas bahan dan |\n| 5. Permainan dan hiburan | hubungan antarkomponen |\n| 6. Drama Rakyat | 5. Interpretability |\n| 7. Tari-tarian | 6. Asosiasi (dengan |\n| 8. Adat kebiasaan, upacara dan pesta-pesta | orang-orang penting, kelompok, dan peristiwa) |\n| 9. Arsitektur Rakyat | 7. Hubungan dan |\n| 10. Seni kerajinan tangan | durasi dengan peristiwa |\n| 11. Pakaian dan\u003Cbr>perhiasan | 8. Mempunyaiekspresi landscape |\n| 12. Obat-obatan | terbaik |\n| 13. Makanan dan\u003Cbr>minuman | 9. Kegiatan& asosiasi yang jelas |\n| 14. Alat musik, | 10. Usia |\n| senjata dan Mainan\u003Cbr>15. Bahasa Isyarat | 11. Simbol penting\u003Cbr>12. Keragaman landscape terwakili |\n\n\n| Sejarah Kebudayaan Betawi Kota Jakarta |  |\n| --- | --- |\n|  |  |\n\n| Identifikasi potensi lanskap budaya di kota |  |\n| --- | --- |\n|  |  |\n\n| Jenis Folklor | Keterangan |\n| --- | --- |\n| 1 | 2 |\n| Folklor Lisan |  |\n| 1. Bahasa\u003Cbr>rakyat | Tumbuh sebagai lingua france antar penduduk yang mempunyai latar belakang etnis dan bahasa yang beraneka ragam. |\n\n\n| 2.Ungkapantradisional | Terkandung nilai-nilai sosial budaya yang sesuai dengan pola kebudayaan masyarakat\u003Cbr>pendukungnya. Pada\u003Cbr>dasarnya ungkapan\u003Cbr>tradisional sesuai denganalam lingkungan\u003Cbr>pemakainya. |\n| --- | --- |\n| 3.Pertanyaantradisional | Teka-teki adalah hiburandiwaktu senggang dan alatuntuk mengembangkan pengetahuan kemasyarakatan, khususnyadalam mengenal dan memahami nilai-nilai dan norma-norma yang berlakudi lingkungan\u003Cbr>masyarakatnya. |\n| 4. Puisi dan\u003Cbr>prosa\u003Cbr>rakyat | Fungsinya selain sebagaihiburan, juga untuk mengekspresikan perasaandan pikiran kolektiva atau individu. Banyak unsurunsurnya berasal dari lingkungan kebudayaan luar. Diantaranya bahkan banyak yang merupakan sadurandari cerita dongeng. Motifmotif cerita memperlihatkanadanya persamaan antaracerita-cerita yang asalnya dari lingkungan kebudayaanyang berbeda. |\n| 6.Nyanyian\u003Cbr>rakyat | Sebagai bentuk ekspresibatiniah para pendukungnya, yang meliputi ratapan nasib, percintaan, dan keluhan\u003Cbr>terhadap keadaan\u003Cbr>masyarakat. |\n| Folklor Setengah lisan |  |\n| 1.Kepercayaan | Padaumumnyaberhubungandengan peristiwa-peristiwadalam siklus kehidupan manusia, mengenai makhluk halus dan alam. |\n| 2. Permainan\u003Cbr>dan hiburan\u003Cbr>untuk rakyat | Penuh varian |\n| 3.Drama Rakyat | Gambaran kehidupan atauwatak manusia yang dikisahkan diatas pentas |\n\n\n|  | melalui tingkah laku dan percakapan antara pemain drama maupun dengan menggunakan boneka atauwayang. Cerita yang dipentaskan dapat bersumber pada cerita prosa rakyat Betawi atau dapat diambildari daerah lain. |\n| --- | --- |\n| 4. Tari-tarian | Sebagai salah satu bentuk seni yang dinyatakan dengangerak tubuh yang padaumumnya bersifat non representatif. |\n| 5.Adat kebiasaan, upacara dan pestapesta | Berhubungan dengan\u003Cbr>peristiwa penting dalam siklus hidup manusia, yaitukelahiran, perkawinan dankematian. Banyak pula adapt kebiasaan lain yang menjaditradisi khas orang Betawi. |\n| Folklor Bukan Lisan |  |\n| 1. Arsitektur Rakyat | Meliputi bentuk rumah Betawi, bentuk lumbungpadi, bentuk mesjid dan bangunan-bangunan yang bercorak tradisional lainnya. |\n| 2. Senikerajinan tangan | Meliputi seni tenun, senipahat, seni keramik, seni menganyam, dan senikerajinan lainnya yang bercorak khas Betawi. |\n| 3. Pakaian dan perhiasan | Meliputi pakaian yang dikenakan baik dalam pestamaupun kehidupan seharihari, untuk pria dan wanita dewasa maupun anak-anak. |\n| 4. Obat\u003Cbr>obatan rakyat | Meliputi ramuan tradisional untuk mengobati penyakitpenyakit tertentu, dengannama dan istilah yang khas. |\n| 5. Makanandan minuman | Meliputi makanan dan minuman kha","cbCaiibOujFeidaC","https://ap.wps.com/l/cbCaiibOujFeidaC","pdf",861901,10,"Indonesian","# Sejarah Kebudayaan Betawi Kota Jakarta\n## Identifikasi potensi lanskap budaya di kota\n## Tahap 1: Foklor Betawi\n## Tahap 2: Kriteria lanskap budaya\n## Jenis folklor dan keterangan\n## Lokasi dan sumberdaya: kondisi","[{\"question\":\"Apa saja indikator pada Tahap 2 untuk menilai lanskap budaya?\",\"answer\":\"Tahap 2 menilai keunikan, keterwakilan, kontinuitas dari masa lalu hingga kini, integritas bahan dan hubungan antarkomponen, interpretability, asosiasi dengan orang penting serta peristiwa, hubungan dan durasi, ekspresi lanskap, kegiatan-asosiasi yang jelas, serta usia dan simbol penting/keragaman yang terwakili.\"},{\"question\":\"Bagaimana folklor Betawi diklasifikasikan dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Folklor dibagi menjadi folklor lisan, folklor setengah lisan, dan folklor bukan lisan. Masing-masing berisi contoh unsur seperti bahasa rakyat dan ungkapan tradisional, permainan hiburan dan drama rakyat, hingga arsitektur, seni kerajinan, pakaian, obat-obatan rakyat, makanan-minuman, serta alat musik dan peralatan.\"},{\"question\":\"Contoh kondisi apa yang dicatat pada lokasi Marunda atau Kampung Tugu?\",\"answer\":\"Untuk Marunda dicatat adanya perkampungan pendatang, situs rumah Si Pitung, masjid sebagai situs cagar budaya, cerita dongeng Si Pitung, serta pemandangan lanskap pesisir. Pada Kampung Tugu disebut adanya pergeseran permukiman menjadi area pergudangan/parkir, perubahan komposisi penduduk, keberadaan bangunan bergaya tradisional yang masih berusia tua, gereja cagar budaya, serta ritual tahunan dan pengaruh budaya Portugis.\"}]","Sejarah Kebudayaan Betawi Kota Jakarta - Lanskap Budaya Identifikasi Potensi | PDF",15]