[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-231778-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-231778-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","higher-education-quality-gaps-in-indonesia-analysis-of-resource-governance-and-competitiveness-inequality","Kesenjangan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia - Analisis Ketimpangan Sumber Daya, Tata Kelola, dan Daya Saing Perguruan Tinggi","","Kesenjangan mutu pendidikan tinggi di Indonesia menjadi fokus kajian melalui analisis ketimpangan pada sumber daya, tata kelola, serta daya saing antar perguruan tinggi. Artikel ini menyoroti bahwa capaian kinerja yang diukur melalui indikator dan pemeringkatan belum merepresentasikan kondisi pendidikan tinggi secara merata. Perbedaan kapasitas implementasi kurikulum responsif kebutuhan kerja turut memperlebar disparitas kualitas lulusan. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif artikel konseptual berbasis studi literatur, menghasilkan kerangka konseptual untuk memahami dan mengurangi ketimpangan mutu.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/higher-education-quality-gaps-in-indonesia-analysis-of-resource-governance-and-competitiveness-inequality/231778/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/higher-education-quality-gaps-in-indonesia-analysis-of-resource-governance-and-competitiveness-inequality/231778.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Aurora","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa yang dimaksud dengan kesenjangan mutu pendidikan tinggi dalam artikel ini?","Question",{"text":62,"@type":63},"Kesenjangan mutu dipahami sebagai perbedaan antara kondisi ideal yang diharapkan dan realitas yang terjadi di lapangan. Kesenjangan tidak hanya soal kualitas lulusan, tetapi juga sumber daya, tata kelola, akses, dan daya saing perguruan tinggi.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Faktor apa saja yang memengaruhi kesenjangan mutu menurut artikel?",{"text":67,"@type":63},"Artikel menyebut faktor struktural seperti distribusi sumber daya yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan, serta efektivitas tata kelola institusi. Perbedaan kompetensi lulusan (hard skills dan soft skills) juga memperlihatkan adanya disparitas antar institusi.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana metode penelitian digunakan untuk menganalisis kesenjangan mutu?",{"text":71,"@type":63},"Penelitian memakai pendekatan kualitatif dengan desain artikel konseptual berbasis studi literatur. Data sekunder diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional serta dokumen kebijakan, dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi dan mensintesis konsep utama.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},231778,1789067104,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},4810365810221,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Kesenjangan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia: Analisis Ketimpangan Sumber Daya, Tata Kelola, dan Daya Saing Perguruan Tinggi  \nWirdatul Aini1, Aqimi Dinana2  \n1,2 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Indonesia  \nAbstract  \nPendidikan tinggi atau dikti di Indonesia pada dasarnyamasih perlu berbenah. Jika dibandingkan dengan pendidikan tinggi di luar negeri, di Indonesia masih banyak terdapat persoalan-persoalan yang perlu diperhatikan. Tidak hanya itu, persoalan-persoalan tersebut juga sudah seharusnyamemiliki solusi agar pendidikan tinggi di Indonesia bisasemakin maju ke depannya. Ada beberapa persoalan yang menjadikan pendidikan tinggi di Indonesia harus membenahidiri. Kesenjangan terjadi ketika terdapat jarak antara kenyataan yang ada dengan harapan. Perguruan tinggi berlomba membangun kurikulum yang mampu menjawab tantangan dunia kerja, sehingga para lulusannya secaracepat dapat terserap di dunia kerja setelah lulus menempuh Pendidikan serta kesenjangan tersebut dapat diminimalisir.  \nKeywords: Kesenjangan, fungsi, Pendidikan tinggi  \nCitation:  \nAini, W. & Dinana, A. (2025) . Kesenjangan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia: Analisis Ketimpangan Sumber Daya, Tata Kelola, dan Daya Saing Perguruan Tinggi. Journal of Educational Review and Cultural Studies, 3(1), 1-19. [https://doi.org/](https://doi.org/)[ ](https://doi.org/)[10.61540/jercs.v3i1.133](10.61540/jercs.v3i1.133)  \n[Article History:](Article History:)  \nReceived 27 March 2025  \nAccepted 15 April 2025  \nCorrespondence:  \nWirdatul Aini,  \n[Wirdatul_aini@stainkepri.ac.id](Wirdatul_aini@stainkepri.ac.id)  \nPENDAHULUAN  \nPengelolaan pendidikan, baik pada lembaga yang berada di bawah naungan pemerintah maupun swasta, pada dasarnya memiliki kesamaan mendasar sebagai penyedia layanan publik. Sebagai konsekuensinya, penyelenggaraan pendidikan tinggi menuntut adanya akuntabilitas publik, transparansi, serta tata kelola yang baik (good governance) . Dalam konteks ini, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai motor  \npenggerak pengembangan inovasi, kreativitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan.  \nDi tengah dinamika globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, perguruan tinggi dituntut untuk terus melakukan reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas tatakelola agar mampu menjaga relevansi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kualitaspendidikan tinggi seringkali diukur melalui berbagai indikator kinerja, termasuk hasilpemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan oleh pemerintah melalui indikator akademik dan non-akademik. Namun demikian, capaian kinerja tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pendidikan tinggi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.  \nSalah satu persoalan mendasar yang masih dihadapi adalah kesenjangan mutu pendidikan tinggi, yang ditandai dengan adanya perbedaan antara kondisi ideal yang diharapkan dengan realitas yang terjadi di lapangan. Kesenjangan ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas lulusan, tetapi juga mencakup aspek sumber daya, tata kelola, akses, serta daya saing antar perguruan tinggi. Di satu sisi, perguruan tinggi berupaya merancang kurikulum yang responsif terhadapkebutuhan dunia kerja agar lulusan dapat terserap dengan cepat. Namun di sisi lain, tidak semua perguruan tinggi memiliki kapasitas yang sama dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut secara optimal.  \nBerbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kesenjangan pendidikan tinggi di Indonesia dipengaruhi oleh faktor struktural, seperti distribusi sumber daya yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan, serta efektivitas tata kelola institusi. Selain itu, tekanan terhadap peningkatan kompetensi lulusan, baik dalam aspek hard skills maupun soft skills, semakin memperlihatkan adanya perbedaan kualitas antar institusi. Kondisi ini berimplikasi pada ketimpangan daya saing lulusan di pasar kerja serta memperlebar disparitasant","cbCaiv1637zWUL76","https://ap.wps.com/l/cbCaiv1637zWUL76","pdf",405065,18,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang kesenjangan mutu dan urgensi analisis\n# METODE\n## Pendekatan kualitatif berbasis studi literatur\n# TEMUAN DAN PEMBAHASAN\n## Pendidikan tinggi di lingkungan Kemenristek Dikti","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan kesenjangan mutu pendidikan tinggi dalam artikel ini?\",\"answer\":\"Kesenjangan mutu dipahami sebagai perbedaan antara kondisi ideal yang diharapkan dan realitas yang terjadi di lapangan. Kesenjangan tidak hanya soal kualitas lulusan, tetapi juga sumber daya, tata kelola, akses, dan daya saing perguruan tinggi.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang memengaruhi kesenjangan mutu menurut artikel?\",\"answer\":\"Artikel menyebut faktor struktural seperti distribusi sumber daya yang tidak merata, kualitas tenaga pendidik, infrastruktur pendidikan, serta efektivitas tata kelola institusi. Perbedaan kompetensi lulusan (hard skills dan soft skills) juga memperlihatkan adanya disparitas antar institusi.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian digunakan untuk menganalisis kesenjangan mutu?\",\"answer\":\"Penelitian memakai pendekatan kualitatif dengan desain artikel konseptual berbasis studi literatur. Data sekunder diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional serta dokumen kebijakan, dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi dan mensintesis konsep utama.\"}]","Kesenjangan Mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia - Analisis Ketimpangan Sumber Daya, Tata Kelola, dan Daya Saing Perguruan Tinggi | PDF",28]