[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-183766-113":53,"doc-detail-183766-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":125,"head_meta":127,"extra_data":129,"updated_unix":131},113,"id","gusmawartati-vol-3-no-2","Gusmawartati - Vol 3 No 2","","Teks membahas pengaruh pemberian MOS dengan variasi dosis (1 x dosis, 1/2 x dosis, 1/4 x dosis) terhadap pertumbuhan kelapa sawit pada TBM II. Analisis statistik dan pembahasan menunjukkan beberapa parameter tidak berbeda nyata, termasuk jumlah anak daun, namun parameter lain seperti lingkar bonggol menunjukkan pengaruh nyata pada interaksi MOS dan dosis pupuk anorganik. Kandungan hara N, P, dan K dilaporkan lebih tinggi pada kombinasi MOS 20 mL/tanaman dengan pupuk anorganik 1/4 x dosis, dikaitkan dengan peningkatan aktivitas mikroorganisme tanah.",{"@graph":63,"@context":124},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/gusmawartati-vol-3-no-2/183766/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/gusmawartati-vol-3-no-2/183766.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Skyler","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-02",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116,120],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana pengaruh MOS terhadap panjang rachis dan jumlah anakan daun pada TBM II?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penjelasan menyatakan panjang rachis dan jumlah anakan daun kemungkinan besar hampir sama karena faktor genetik antar genotipe serta jumlah anakan daun yang dihasilkan relatif mirip. Selain itu, waktu penelitian yang singkat (4 bulan) belum cukup untuk melihat efek pemupukan secara jelas.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apakah interaksi MOS dan pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap jumlah anak daun?",{"text":115,"@type":111},"Hasil analisis statistik menunjukkan interaksi pemberian MOS dan dosis pupuk anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun, begitu pula kedua faktor tunggalnya.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Kombinasi MOS dan pupuk anorganik mana yang dilaporkan meningkatkan kandungan hara N, P, dan K?",{"text":119,"@type":111},"Kandungan hara N, P, dan K lebih tinggi pada pemberian MOS 20 mL/tanaman bersama pupuk anorganik 1/4 x dosis anjuran dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik 1 x dosis anjuran tanpa MOS.",{"name":121,"@type":108,"acceptedAnswer":122},"Parameter pertumbuhan apa yang menunjukkan pengaruh nyata akibat interaksi MOS dan dosis pupuk anorganik?",{"text":123,"@type":111},"Lingkar bonggol menunjukkan pengaruh nyata pada interaksi MOS dan beberapa dosis pupuk anorganik. Data uji lanjut DNMRT taraf 5% disajikan pada tabel terkait.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":126,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":128,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":130,"site_id":56},183766,1788353883,{"code":4,"msg":5,"data":133},{"doc_id":130,"user_id":134,"nickname":89,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":102,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":131,"read_time":145},2336464648746,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","| MOS\u003Cbr>(mL) | Pupuk Anorganik (g) |  |  | Rerata |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | 1 x dosis | 1/2 x dosis | 1/4 x dosis |  |\n| 0 | 20,33 | 21,66 | 22,00 | 21,33 |\n| 20 | 22,10 | 20,66 | 19,66 | 20,80 |\n| Rerata | 21,21 | 21,17 | 20,83 |  |\n\n\n| MOS(mL) |  | Pu | p | uk Anorganik | ( | g) | Rerata |  |\n| --- | --- | --- | --- | --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | 1 x dosis |  | 1/2 x dosis |  | 1/4 x dosis |  |  |  |\n| 0 | 367,90 |  | 344,87 |  | 326,23 |  | 346,33 |  |\n| 20 | 381,57 |  | 286,43 |  | 320,87 |  | 329,62 |  |\n| Rerata | 374,73 |  | 315,65 |  | 323,55 |  |  |  |\n| Faktor genetik dari tiap genotipetanaman kelapa sawit yang menyebabkan panjang rachis yang hampir sama, sebab rachis merupakan tempat tumbuhnya anakan daun, apabila jumlah anakan daun yang dihasilkan hampir sama (Tabel 3), maka panjang rachis kemungkinan besar hampir sama. Disamping itu waktu penelitian yang singkat (4 bulan) belum cukup untuk melihat pengaruhpemupukan yang diberikan. Martoyo (2001) menyatakan bahwa respon pupuk terhadappertambahan jumlah daun pada umumnya kurang memberikan gambaran yang jelaskarena pertumbuhan daun erat hubungannyadengan umur tanaman. Hasil yang sama jugadiperoleh Gusmawartati (2012) bahwapemberian beberapa dosis MOS dengan beberapa kali penyiraman pada bibit kelapasawit di pre-nursery berpengaruh tidak nyataterhadap tinggi maupun lingkar bonggol bibit.\u003Cbr>Hal yang sama juga terlihat pada parameter jumlah anak daun dimana hasil analisis statistik menunjukkan bahwa interaksipemberian MOS dan beberapa dosis pupuk anorganik berpengaruh tidak nyata demikian juga dengan kedua faktor tunggalnya (Tabel 3) .\u003Cbr>Tabel 3. Rerata Jumlah Anak Daun Kelapa Sawit dengan Pemberian MOS dan Beberapa Dosis Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan Kelapa Sawit di TBM II (helai) |  |  |  |  |  |  |  |  |\n| MOS (mL) |  | Pupuk Anorganik (g) |  |  |  |  |  | Rerata |\n|  |  | 1 x dosis |  | 1/2 x dosis |  | 1/4 x dosis |  |  |\n| 0\u003Cbr>20 |  | 231,37\u003Cbr>236,60 |  | 218,27\u003Cbr>228,10 |  | 223,20\u003Cbr>226,37 |  | 224,28\u003Cbr>230,35 |\n| Rerata |  | 233,98 |  | 223,18 |  | 224,78 |  |  |\n\n\n| MOS\u003Cbr>(mL) | Pu | puk Anorganik | (g) | Rerata |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | 1 x dosis | 1/2 x dosis | 1/4 x dosis |  |\n| 0\u003Cbr>20 | 131,53 a\u003Cbr>144,17 a | 133,26 a\u003Cbr>111,86 b | 114,50 b\u003Cbr>132,76 a | 126,43 b\u003Cbr>129,59 a |\n| Rerata | 137,85 a | 122,57 a | 123,63 a |  |\n| Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang samaberbeda tidak nyata menurut DNMRT pada taraf 5% .\u003Cbr>Ketersediaan hara meningkat jika aktivitas mikroorganisme meningkat sehinggapupuk anorganik yang diberikan sepenuhnyadapat dimanfaatkan oleh tanaman. Hal initerlihat dari hasil analisis jaringan tanamandimana kandungan hara N, P dan K tanaman lebih tinggi pada pemberian MOS 20 mL/tanaman dan pupuk anorganik ¼ x dosisanjuran bila dibandingklan dengan pemberian pupuk anorganik 1 x dosis anjuran dan tanpapemberian MOS. Isroni dan Yuliarti (2009) menyatakan bahwa mikroorganisme tanah dapat membantu tanaman untuk menyerapunsur hara dari tanah.\u003Cbr>Hasil sidik ragam menunjukkan bahwainteraksi pemberian MOS dan pemberian beberapa dosis pupuk anorganik berpengaruhnyata terhadap lingkar bonggol, Data uji lanjut DNMRT taraf 5% disajikan pada Tabel 5.\u003Cbr>Tabel 5. Rerata Lingkar Bonggol Kelapa Sawit dengan Pemberian MOS dan Beberapa Dosis Pupuk Anorganik pada Pertumbuhan Kelapa Sawit di TBM II (cm) |  |  |  |  |\n| MOS\u003Cbr>(mL) | Pupuk Anorganik |  |  | Rerata |\n|  | 1 x dosis | 1/2 x dosis | 1/4 x dosis |  |\n| 0 | 233,53 ab | 219,97 bc | 200,53 c | 218,01 a |\n| 20 | 252,53 a | 210,77 bc | 165,49 d | 209,59 a |\n| Rerata | 243,03 a | 215,37 ab | 183,01 b |  |\n\n\n| MOS\u003Cbr>(mL) | Pupuk Anorganik |  |  | Rerata |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | 1 x\u003Cbr>dosis | 1/2 x\u003Cbr>dosis | 1/4 x dosis |  |\n| 0\u003Cbr>20 | 472,33 a\u003Cbr>529,69 a | 438,33 ab\u003Cbr>428,00 bc | 408,67 bc\u003Cbr>405,67 c | 439,77 b\u003Cbr>454,45 a |\n| Rerata | 499,51 a | 433,16 a | 407,17 a |  |","cbCaid9lfxzq0plv","https://ap.wps.com/l/cbCaid9lfxzq0plv","pdf",208606,"Indonesian","# Hasil Analisis dan Rerata\n## Pengaruh MOS dan Dosis Pupuk Anorganik pada Parameter Pertumbuhan","[{\"question\":\"Bagaimana pengaruh MOS terhadap panjang rachis dan jumlah anakan daun pada TBM II?\",\"answer\":\"Penjelasan menyatakan panjang rachis dan jumlah anakan daun kemungkinan besar hampir sama karena faktor genetik antar genotipe serta jumlah anakan daun yang dihasilkan relatif mirip. Selain itu, waktu penelitian yang singkat (4 bulan) belum cukup untuk melihat efek pemupukan secara jelas.\"},{\"question\":\"Apakah interaksi MOS dan pupuk anorganik berpengaruh nyata terhadap jumlah anak daun?\",\"answer\":\"Hasil analisis statistik menunjukkan interaksi pemberian MOS dan dosis pupuk anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anak daun, begitu pula kedua faktor tunggalnya.\"},{\"question\":\"Kombinasi MOS dan pupuk anorganik mana yang dilaporkan meningkatkan kandungan hara N, P, dan K?\",\"answer\":\"Kandungan hara N, P, dan K lebih tinggi pada pemberian MOS 20 mL/tanaman bersama pupuk anorganik 1/4 x dosis anjuran dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik 1 x dosis anjuran tanpa MOS.\"},{\"question\":\"Parameter pertumbuhan apa yang menunjukkan pengaruh nyata akibat interaksi MOS dan dosis pupuk anorganik?\",\"answer\":\"Lingkar bonggol menunjukkan pengaruh nyata pada interaksi MOS dan beberapa dosis pupuk anorganik. Data uji lanjut DNMRT taraf 5% disajikan pada tabel terkait.\"}]","Gusmawartati - Vol 3 No 2 | PDF",9]