[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39839-id":3,"doc-seo-39839-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39839,4398048950312,"Violet","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908",53,"Layanan Kesehatan","Modul Konseling Kelompok CBT","Modul konseling kelompok berbasis Cognitive Behavior Therapy (CBT) memuat pengantar dan pembahasan mengenai konseling kelompok serta dasar-dasar pendekatan kognitif-behavioral. Materi menekankan bahwa perubahan perilaku terkait dengan perubahan proses kognitif, sehingga terapi dipandang sebagai gabungan terapi kognitif dan behavioral. Dokumen juga menyajikan definisi konseling kelompok menurut beberapa ahli dan mengarahkan pemahaman mahasiswa untuk kebutuhan praktikum bimbingan konseling secara teoritis dan praktis, termasuk teknik Restrukturisasi Kognitif.","NNNNMFFMMFMFMFMM  \nKATA PENGANTAR  \nAssalamualaikum   Wr   Wb    \nPuji syukur penulis panjatkan kehadapan Allah SWT Tuhan yang Maha Esa karena telah memberikan anugerah kekuatan dan pencerahan pikiran sehingga buku yang berjudul “Panduan Konseling Kelompok Teori Cognitive Behavior Dengan Teknik Restructurisasi Cognitive” dapat diselesaikan sesuai rencana  \nBuku panduan ini disusun untuk menunjang tugas mata kuliah Praktikum KOnseling Kelompok, dan untuk menunjang perkuliahan mahasiswa Bimbingan Konseling. Modul ini hanya menyajikan sebagian kecil dari materi yang perlu dipahami oleh mahasiswa dalampraktikum bimbingan konseling kelompok baik secara teori maupun praktis.  \nAkhir kata kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktifbaik dari dosen Pembimbing Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons maupun pembaca. Semoga dapat bermanfaat bagisemua pihak yang membutuhkan.  \nTerimakasih  \nWassalamualaikum   Wr   Wb    \nSingaraja, 27 Juni 2019  \nPenulis  \nDAFTAR ISI  \nCOVER  \nKATA PENGANTAR .................................................................................................................................. ii  \nDAFTAR ISI................................................................................................................................................ iii  \nBAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................................... 4  \nBAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 5  \nA. Konseling Kelompok ....................................................................................................................... 5  \nB. Pendekatan Cognitifve Behavior Therapy ........................................................................................ 9  \nC. Teknik Restrukturisasi Cognitive.................................................................................................... 12  \nREFRENSI  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \nMenurut Gerald Corey, konseling perilaku (konseling Behavior) adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar. Penerapan prinsip-prinsip belajar ini berakar pada teori pengkondisian klasik dari Ivan Pavlov maupun teori pengkondisian operan dari B.F. Skinner.  \nPendekatan kognitif dan behavioral atau yang lebih dikenal dengannama cognitive behavioral therapy menjadi suatu praktek yang terkenal dalam psikologi konseling. Sebagaicontoh lebih dari setengah fakultas danpraktisi di dunia berdasarkan survey mendapatkanpengaruh besar daripendekatan kognitif dan behavioral, disamping itu mereka jugamejadikanpendekatan ini sebagai pendekatan yang mereka gunakan pertama ataukeduadalam orientasi pendekatan mereka.  \nWalaupun teori ini telah munculbeberapa tahun yang lalu akan tetapi semua komponen yang ada relevandengan keadaan sekarang.Pada mulanya pendekatan kognitif dan behavioral adalah pendekatanyang berdiri sendiri. Keduanya memiliki pandangan sendiri terhadapmanusia, bahkan memiliki metode terapi yang berbeda pula.  \nPendekatanBehavioral muncul berasal dari B.F Skinner dengan teori kondisi pengoperan.Kemudian pendekatan behavioral ini menjadi pendekatan yang populer padamasa1960an. Pada tahun 1970an pendekatan behavioral mendapatkanpengaruh dariteori kognitif. Bandura merupakan salah seorang yang pertamakali menggunakan konseppendekatan Kognitif-Behavioral. Pendekatan Kognitif-Behavioral memiliki pandanganbahwa seorangindividu memiliki perilaku yang dipengaruhi oleh kondisi internal (kognitif) .  \nBerdasarkan hal tersebut, terapi Kognitif-Behavioral menekankan bahwaperubahan tingkah laku dapat terjadi jika seorang individu mengalamiperubahandalam masalah kognitif. Terapi dalam pendekatan Kognitif-Behavioral merupakangabungan dari terapi yang ada pada pendekatanKognitif dan pendekatan Behavioral.  \n.  \nBAB II  \nPEMBAHASAN  \nA. Konseling Kelompok  \n1. Definisi Konseling Kelom","cbCaiiMa8vUwCQpL","https://ap.wps.com/l/cbCaiiMa8vUwCQpL","pdf",532585,3,1,16,"Indonesian","id",113,"# BAB I PENDAHULUAN\n## Konsep konseling perilaku dan dasar teori belajar\n## Perkembangan Cognitive Behavioral Therapy (CBT)\n## Penekanan perubahan kognitif terhadap perilaku\n# BAB II PEMBAHASAN\n## A. Konseling Kelompok\n## B. Pendekatan Cognitive Behavior Therapy\n## C. Teknik Restrukturisasi Cognitive","[{\"question\":\"Apa pengertian konseling kelompok menurut para ahli dalam modul ini?\",\"answer\":\"Gazda (1984) menjelaskan konseling kelompok sebagai proses hubungan antarpribadi yang dinamis dalam kelompok, menekankan fungsi terapi seperti orientasi realitas, katarsis, saling percaya, saling memelihara, dan dukungan. Prayitno (1995) memandangnya sebagai proses kegiatan dalam kelompok melalui interaksi sosial dinamis untuk membahas masalah anggota hingga ditemukan arah pemecahan yang tepat. Dinkmeyer \\u0026 Munro menekankan nilai khusus konseling kelompok untuk aspek diagnostik dan terapeutik dalam pemecahan masalah.\"},{\"question\":\"Bagaimana CBT menjelaskan hubungan antara kognisi dan perubahan perilaku?\",\"answer\":\"Modul menekankan bahwa perubahan tingkah laku dapat terjadi jika individu mengalami perubahan dalam masalah kognitif. Terapi CBT dipandang sebagai gabungan dari terapi pada pendekatan kognitif dan pendekatan behavioral.\"},{\"question\":\"Mengapa pendekatan cognitive-behavioral dianggap relevan dengan kondisi saat ini?\",\"answer\":\"Modul menyatakan bahwa walaupun teori pendekatan ini muncul beberapa tahun lalu, semua komponennya masih relevan dengan keadaan sekarang. Pada awalnya pendekatan kognitif dan behavioral berdiri sendiri, namun kemudian berkembang menjadi satu pendekatan yang lebih dikenal sebagai cognitive behavioral therapy.\"}]",1783087400,25,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"group-counseling-cbt-module","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/group-counseling-cbt-module/39839/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa pengertian konseling kelompok menurut para ahli dalam modul ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Gazda (1984) menjelaskan konseling kelompok sebagai proses hubungan antarpribadi yang dinamis dalam kelompok, menekankan fungsi terapi seperti orientasi realitas, katarsis, saling percaya, saling memelihara, dan dukungan. Prayitno (1995) memandangnya sebagai proses kegiatan dalam kelompok melalui interaksi sosial dinamis untuk membahas masalah anggota hingga ditemukan arah pemecahan yang tepat. Dinkmeyer & Munro menekankan nilai khusus konseling kelompok untuk aspek diagnostik dan terapeutik dalam pemecahan masalah.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana CBT menjelaskan hubungan antara kognisi dan perubahan perilaku?",{"text":80,"@type":76},"Modul menekankan bahwa perubahan tingkah laku dapat terjadi jika individu mengalami perubahan dalam masalah kognitif. Terapi CBT dipandang sebagai gabungan dari terapi pada pendekatan kognitif dan pendekatan behavioral.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Mengapa pendekatan cognitive-behavioral dianggap relevan dengan kondisi saat ini?",{"text":84,"@type":76},"Modul menyatakan bahwa walaupun teori pendekatan ini muncul beberapa tahun lalu, semua komponennya masih relevan dengan keadaan sekarang. Pada awalnya pendekatan kognitif dan behavioral berdiri sendiri, namun kemudian berkembang menjadi satu pendekatan yang lebih dikenal sebagai cognitive behavioral therapy.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":111},"healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]