[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57320-id":3,"doc-seo-57320-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57320,962075006959,"Anda","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e0002397efbe92a78e?_k=1776741047341049297",48,"Cerita & Novel","Nenek dari Ayam Rintik Ba Cua Ga Mo","Kisah berbahasa Indonesia tentang Ayam Rintik yang merasakan rindu mendalam kepada neneknya setelah mendengar bahwa neneknya telah lama meninggal. Ayam Rintik menemukan nenek ayam yang sangat tua membujuk anak ayam yang rewel agar mau makan biji-bijian. Namun melalui pertengkaran, nasihat lembut, dan kebersamaan di taman, Ayam Rintik belajar mencintai, membantu menasihati, serta menikmati aktivitas bersama seperti makan, mencari air, dan berburu cacing dan belalang.","Nenek dari Ayam Rintik Ba Cua Ga Mo Trần Anh Tuấn  \nSuatu hari, Ayam Rintik bertanya pada ibunya.“Kamu adalah ibuku. Jadi, ibumu adalah ….”“... adalah Nenekmu.”  \nIbu Ayam menjawab dan melanjutkan.  \n“Ketika kamu masih kecil, dia biasa mengajakkalian jalan-jalan, mencari makanan untukmu, mengajarimu cara menghindari burung gagak dan elang... Namun, sekarang, kamutidak akan pernah melihatnya lagi. Dia sudah lama meninggal.”  \nMendengarkan cerita itu, Ayam Rintik merasa sangat rindu pada Neneknya. Dia berlari ketaman di tempat Nenek biasa mengajak dia dan saudara-saudaranya bermain.  \nTiba-tiba, dia melihat nenek ayam yang sangat tua. Nenek itu sedang membujuk seekor anak ayam kecil berekor mungil yang melengkung.  \n“Ambillah beberapa biji-bijian, sayangku!”Si Ekor Lengkung terus menggelengkan kepalanya.  \n“Ciak, ciak! Aku tak mau biji-bijian! Aku inginseekor belalang!”  \n3  \nSi Ayam Rintik merasa sangat kesal.“Dengan semua perhatian yang diberikanneneknya, dia masih meminta lebih?”  \nKarena tak tahan, si Ayam Rintik memberikanpatukan pada si Ekor Lengkung dan berkata.“Berhentilah merajuk. Kamu ingin dia menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk membuatmu senang?”  \nMenyaksikan cucunya dipatuk oleh ayamasing, si Nenek Ayam  \nlangsung mengembangkan bulu-bulunya dan memarahi Ayam Rintik.  \n“Siapa kamu yang berani menghina cucuku?”Ayam Rintik kemudian bercerita kepada si Nenek tentang kerinduannya pada neneknya.“Nek, aku berharap nenekku masih di  \nsini bersamaku .... Seandainya aku masihmemiliki nenek di sisiku seperti cucu Nenek sekarang ....”  \nMendengarkan cerita dari Ayam Rintik, si Nenek menjawab dengan lembut.  \n“Oh, anak manis. Kamu harus sangat mencintai nenekmu. Sejak sekarang jangan ragu untuk datang bermain dengan cucucucuku, dan tolong bantu nasihati si Ekor Lengkung. Ibunya sekarang sedang repotmenetaskan anak baru. Jadi, aku harusmengawasi anak yang suka pilih-pilih dan lucu ini.”  \nKemudian, si Nenek berkotek untuk mengumpulkan semua cucunya yang menyebar di taman. Dia memberikan bijibijian dan cacing untuk anak-anak ayam dan juga Ayam Rintik.  \nSi Ekor Lengkung menikmati makan bersama saudara-saudaranya, dia berteriak gembira .“Ciak, ciak! Nyam nyam!”  \nSetelah makan, Nenek membimbing cucucucunya untuk mencari air dan beristirahatnyaman di bawah naungan pepohonan. Di sore hari, si Nenek kembali berkotek mengumpulkan cucu-cucunya untukmengajari mereka bagaimana caranyaberburu cacing dan belalang.  \nAyam Rintik merasa sangat senang. Dia menikmati waktunya saat berada di samping si Nenek, mirip seperti yang biasa dilakukan bersama neneknya dulu.  \nBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, atau yang lebih dikenal dengan Badan Bahasa, adalah unit di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan  \nTeknologi yang ditugaskan untuk menangani masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Badan Bahasa memiliki misi untuk meningkatkan mutu kebahasaan dan pemakaiannya, meningkatkan keterlibatan","cbCaiszdflnoOgcr","https://ap.wps.com/l/cbCaiszdflnoOgcr","pdf",984978,3,1,12,"Indonesian","id",113,"# Ayam Rintik Bertanya pada Ibunya\n## Nasihat dan pengungkapan\n# Rindu Menggiring ke Taman\n## Pertemuan dengan Nenek Ayam\n# Konflik dengan Si Ekor Lengkung\n## Patukan dan kemarahan\n# Kehangatan Nenek dan Kebersamaan\n## Makan, mencari air, dan berburu","[{\"question\":\"Mengapa Ayam Rintik sangat rindu pada neneknya?\",\"answer\":\"Ibunya bercerita bahwa nenek Ayam Rintik sudah lama meninggal, sehingga Ayam Rintik merasa sangat rindu dan berlari ke tempat nenek biasa mengajak mereka bermain.\"},{\"question\":\"Apa yang diinginkan Si Ekor Lengkung ketika nenek membujuknya?\",\"answer\":\"Si Ekor Lengkung menolak biji-bijian dan menyatakan ingin seekor belalang.\"},{\"question\":\"Bagaimana nenek ayam membantu cucu-cucunya setelah masalah itu?\",\"answer\":\"Nenek mengumpulkan cucunya, memberi biji-bijian dan cacing, lalu membimbing mereka mencari air, beristirahat, dan pada sore hari mengajari cara berburu cacing dan belalang.\"}]",1783916151,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"grandma-of-speckled-chicken-ba-cua-ga-mo","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/grandma-of-speckled-chicken-ba-cua-ga-mo/57320/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa Ayam Rintik sangat rindu pada neneknya?","Question",{"text":75,"@type":76},"Ibunya bercerita bahwa nenek Ayam Rintik sudah lama meninggal, sehingga Ayam Rintik merasa sangat rindu dan berlari ke tempat nenek biasa mengajak mereka bermain.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa yang diinginkan Si Ekor Lengkung ketika nenek membujuknya?",{"text":80,"@type":76},"Si Ekor Lengkung menolak biji-bijian dan menyatakan ingin seekor belalang.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana nenek ayam membantu cucu-cucunya setelah masalah itu?",{"text":84,"@type":76},"Nenek mengumpulkan cucunya, memberi biji-bijian dan cacing, lalu membimbing mereka mencari air, beristirahat, dan pada sore hari mengajari cara berburu cacing dan belalang.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]