[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45475-id":3,"doc-seo-45475-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},45475,34359740700684,"Finn","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487",54,"Penelitian & Laporan","Abad Keemasan dan Pembangunan Sosial di Negara Usmani Abad ke-16","Pembangunan sosial dipandang sebagai proses sejak awal peradaban manusia; tanpa pembangunan sosial peradaban maju tidak muncul. Makalah ini menginvestigasi pembangunan sosial masyarakat non-Barat pada periode modern awal di Negara Usmani abad ke-16, terutama pada masa Sultan Suleyman Kanuni. Fokusnya adalah pembangunan sosial holistik yang melibatkan struktur, kultur, dan proses, sebagai dasar evaluasi atas perdebatan “abad keemasan” dalam historiografi Usmani, melalui pendekatan sosiologis.","Frial R. Supratman  \nAbad Keemasan dan Pembangunan Sosial di Negara Usmani abad ke-16:  \nPendekatan Struktur, Kultur dan Proses.  \nFrial R. Supratman  \nPascasarjana Universitas Istanbul, Turki  \n[Frialramadhan1@gmail.com](Frialramadhan1@gmail.com)  \nAbstrak  \nPembangunan sosial merupakan proses purba yang sudah ada sejak manusia itu ada. Tanpa pembangunan sosial peradaban maju tidak akan pernah bisa muncul. Dalam makalah ini penulis ingin menginvestigasi pembangunan sosial dimasyarakat non-Barat pada periode modern awal yaitu di Negara Usmani (Ottoman State) . Negara Usmani pada abad ke-16 sering dipandang sebagai negara adidaya dan abad ke-16 merupakan ‘Abad Keemasan’ (Golden Age) dari Negara Usmani, khususnya ketika Negara Usmani berada di bawah pemerintahan Sultan Suleyman Kanuni (1520-1566) . Dalam hal ini kita ingin mencari tahu bagaimanapembangunan sosial yang terjadi di Negara Usmani. Pembangunan sosial yang dimaksud tentu saja bukan pembangunan sektoral, tetapi pembangunan yang menyeluruh sehingga menciptakan masyarakat yang partisipatif dengan melibatkanelemen dasar kehidupan sosial yaitu struktur, kultur dan proses. Dengan demikian maka kita akan mencari tahu bagaimana pembangunan sosial berjalan di Negara Usmani pada abad ke-16 . Keberadaan pembangunan sosial ini diharapkan mampu menjadi bahan penilaian terhadap eksistensi “abad keemasan” yang selama ini menjadi perdebatan dalam historiografi sejarah Usmani.  \nKeywords: Social development; Ottoman; Golden Age; Structure; Culture; Process  \nFrial R. Supratman  \n1. Pendahuluan  \nAbad keemasan atau golden age merupakan konsep yang bertumpu padapendekatan sosiologi yang digagas oleh Ibn Khaldun pada abad ke-14 . Ibn Khaldun menggagas mengenai bagaimana bangkit dan runtuhnya satu peradaban didasarkanseperti siklus hidup manusia yang dimulai dari fase kelahiran, pertumbuhan, dewasa, dan tua. Konsep ini kemudian digagas kembali oleh sejarawan Jerman yang bernama Oswald Spengler.1 Berbeda dengan konsep sejarah progresif yang digagas oleh Arnol Toynbee, Khaldun lebih mengutamakan teori siklus sehinggamelihat peradaban sebagai proses kebangkitan dan keruntuhan.2 Dengan demikian menurut Ibn Khaldun setiap peradaban akan memiliki Abad Keemasan tersendiri yang nantinya diikuti oleh kejatuhan.  \nDalam makalah ini penulis akan menginvestigasi Negara Usmani padamasa Abad Keemasan yaitu abad ke-16 . Perdebatan kesarjanaan mengenai Abad Keemasan Negara Usmani sudah mengemuka sejak lama. Beberapa sejarawansetuju dengan adanya Abad Keemasan yang diikuti oleh keruntuhan, namun sebagian menolak adanya pendapat mengenai “abad keemasan.” Daripadamenggagas adanya “abad keemasan” mereka lebih memperhatikan adanya prosesnegosiasi dan adaptasi sehingga tidak melihat peradaban dari proses yang begitu kaku yaitu antara bangkit dan runtuh.3 Meskipun demikian kita harus mengakuibahwa abad ke-16 merupakan masa keemasan Negara Usmani karena Negara  \n1 Keith Stimely,“Oswald Spengler: An Introduction to His Lifes and Ideas,”  \n[https://www.ihr.org/jhr/v17/v17n2p-2_Stimely.html](https://www.ihr.org/jhr/v17/v17n2p-2_Stimely.html)  \n2 Syed Farid Alatas.Applying Ibn Khaldun: The Recovery of a Lost Tradition in Sociology (New York: Routledge, 2014), hlm 65.  \n3 Karen Barkey.Empire of Difference: The Ottomans in Comparative Perspective (New York: Cambridge University Press, 2008), hlm 22; Ernest Gellner.Muslim Society (New York: Cambridge University Press, 1981), hlm 74.   \n62 | TamaddunVol. 7 , No. 1, Januari -Juni 2019  \nFrial R. Supratman  \nUsmani melakukan pembangunan sosial yang menyeluruh dan tidak hanya menekankan pada sektor tertentu saja. Tidak hanya bertumpu pada pertumbuhanekonomi, Negara Usmani juga memperhatian aspek sosial humaniora sebagaiupaya dalam membangun masyarakat.  \nDalam penelitian ini penulis ingin melihat Negara Usmani melaluipendekatan sosiologis. Tujuan utama penulis adalah ingin melihat pembangunansosial yang dilakukan Negara Usmani pada masa abad keemasannya berlangsung, sekali","cbCaivjwa0OwWZIj","https://ap.wps.com/l/cbCaivjwa0OwWZIj","pdf",282691,9,1,28,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Konsep Abad Keemasan dalam Perspektif Ibn Khaldun dan Spengler\n## Perdebatan Historiografi Abad Keemasan Usmani\n## Tujuan dan Fokus Penelitian\n# Metode Penelitian dan Pendekatan\n## Metode Sejarah dan Rekonstruksi Masa Lampau\n## Sumber Primer dan Penggunaan Manuskrip Terbitan","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan pembangunan sosial dalam makalah ini?\",\"answer\":\"Pembangunan sosial yang dimaksud bukan pembangunan sektoral, melainkan pembangunan menyeluruh yang membentuk masyarakat partisipatif melalui elemen dasar kehidupan sosial: struktur, kultur, dan proses.\"},{\"question\":\"Mengapa abad ke-16 Negara Usmani disebut sebagai Abad Keemasan?\",\"answer\":\"Abad ke-16 dipandang sebagai masa keemasan Negara Usmani, terutama saat berada di bawah pemerintahan Sultan Suleyman Kanuni (1520–1566). Makalah ini juga menilai keberadaan “abad keemasan” lewat investigasi pembangunan sosial.\"},{\"question\":\"Metode penelitian apa yang digunakan untuk meneliti pembangunan sosial Usmani?\",\"answer\":\"Makalah ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksi masa lampau secara holistik, dengan penekanan pada penggunaan sumber primer seperti manuskrip yang diproduksi pada periode yang diteliti.\"}]","Abad Keemasan dan Pembangunan Sosial di Negara Usmani Abad ke-16 | PDF",1783460049,43,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"golden-age-and-social-development-in-the-ottoman-state-in-the-16th-century","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/golden-age-and-social-development-in-the-ottoman-state-in-the-16th-century/45475/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-16","2026-07-07",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa yang dimaksud dengan pembangunan sosial dalam makalah ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Pembangunan sosial yang dimaksud bukan pembangunan sektoral, melainkan pembangunan menyeluruh yang membentuk masyarakat partisipatif melalui elemen dasar kehidupan sosial: struktur, kultur, dan proses.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Mengapa abad ke-16 Negara Usmani disebut sebagai Abad Keemasan?",{"text":82,"@type":78},"Abad ke-16 dipandang sebagai masa keemasan Negara Usmani, terutama saat berada di bawah pemerintahan Sultan Suleyman Kanuni (1520–1566). Makalah ini juga menilai keberadaan “abad keemasan” lewat investigasi pembangunan sosial.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Metode penelitian apa yang digunakan untuk meneliti pembangunan sosial Usmani?",{"text":86,"@type":78},"Makalah ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksi masa lampau secara holistik, dengan penekanan pada penggunaan sumber primer seperti manuskrip yang diproduksi pada periode yang diteliti.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]