[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-139633-113":53,"doc-detail-139633-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","gender-representation-in-k-drama-the-judge-from-hell-social-semiotics-analysis-with-ibnu-hamad-approach","Representasi Gender Dalam K-Drama The Judge From Hell - Analisis Semiotika Sosial Dengan Pendekatan Ibnu Hamad","","Representasi gender dalam media, terutama dalam K-Drama, mencerminkan perubahan dinamika sosial sekaligus membentuk konstruksi identitas perempuan. The Judge from Hell (2024) menampilkan Kang Bit-na sebagai hakim perempuan dengan otoritas supranatural yang menantang narasi patriarkal dominan dalam media arus utama Korea. Penelitian ini menelaah pembentukan representasi perempuan dan relasi kuasa melalui simbol, struktur narasi, dan unsur visual dengan metode kualitatif berbasis semiotika sosial dan analisis wacana model Ibnu Hamad. Hasilnya menunjukkan pergeseran dari figur pasif menuju agen berwenang yang menguasai domain hukum dan supranatural.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/gender-representation-in-k-drama-the-judge-from-hell-social-semiotics-analysis-with-ibnu-hamad-approach/139633/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/gender-representation-in-k-drama-the-judge-from-hell-social-semiotics-analysis-with-ibnu-hamad-approach/139633.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Terk","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-24",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana The Judge from Hell merepresentasikan perempuan dalam relasi kuasa?","Question",{"text":110,"@type":111},"Drama menampilkan Kang Bit-na sebagai hakim perempuan berotoritas absolut yang memegang kendali atas wilayah hukum dan supranatural. Posisi laki-laki justru dinegosiasikan atau menjadi subordinat terhadap otoritas perempuan.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa tujuan penelitian ini dalam mengkaji representasi gender?",{"text":115,"@type":111},"Penelitian bertujuan menelaah bagaimana representasi perempuan dan relasi kuasa dibentuk melalui simbol, struktur narasi, serta elemen visual pada serial tersebut.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Pendekatan apa yang digunakan untuk menganalisis wacana gender?",{"text":119,"@type":111},"Penelitian menggunakan semiotika sosial yang dipadukan dengan analisis wacana model Ibnu Hamad melalui Medan Wacana, Pelibatan Wacana, dan Sarana Wacana.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},139633,1787559672,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1099525198933,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Representasi Gender Dalam K-Drama The Judge From Hell: Analisis Semiotika Sosial Dengan Pendekatan Ibnu Hamad  \nSalya Elva Corinna 1*  \n1Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia  \nAbstract. Gender representation in media, particularly within K-Dramas, reflects shifting social dynamics and the evolving construction of female identity. The Judge from Hell (2024) portrays Kang Bit-na as a female judge endowed with supernatural authority, challenging dominant patriarchal narratives commonly found in Korean mainstream media. This study aims to examine how female representation and power relations are constructed through symbols, narrative structure, and visual elements in the series. Employing a qualitative method grounded in social semiotics and Ibnu Hamad’s discourse analysis model, this research analyzes five high-intensity episodes in which Kang Bit-na plays a central authoritative role. The findings indicate that The Judge from Hell presents a transformative representation of women—from passive figures to authoritative agents who command both legal and supernatural domains. Through the categories of Field of Discourse, Tenor of Discourse, and Mode of Discourse, the series depicts women as holders of moral and structural power, while male characters occupy negotiated or subordinate positions. Visual analysis reinforces this construction through camera framing, color symbolism, body language, and legal performativity. In conclusion, the drama constructs a counter-narrative to patriarchal norms and broadens the meaning of female authority in contemporary Korean cultural contexts  \nKeywords: Agency; Gender; Power; Representation; Social Semiotics  \n1. Pendahuluan  \nDrama Korea atau K-Drama merupakan medium penting dalam menyampaikan nilainilai budaya, norma sosial, dan konstruksi identitas, termasuk gender (Rianty et al., 2024) . Dalam globalisasi media, representasi perempuan dalam K-Drama seringkali mencerminkan serta membentuk ulang persepsi masyarakat tentang peran dan posisi perempuan dalam struktur social (Rofidah, 2021; Setiawati et al., 2024) . Salah satu contohmutakhir yang mencuri perhatian adalah K-Drama The Judge from Hell (2024), di mana karakter utamanya, Kang Bit-na, diperankan oleh Park Shin-hye, tampil sebagai hakim perempuan dengan kekuatan supernatural. Karakter ini menantang narasi dominan patriarkal dalam televisi Korea yang kerap menggambarkan perempuan dalam posisisubordinat atau pasif. Secara historis, perempuan dalam media baik dalam sinetron, drama, film, maupun iklan sering kali direpresentasikan dalam kerangka yang stereotipikal: sebagai sosok yang lemah, emosional, bergantung pada laki-laki, dan terbatas pada ruang domestik. Namun dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran representasi ini (Kurniawan, 2020; Oktavia etal., 2022). Muncultokoh-tokoh perempuan dalam media yang tampil dominan, rasional, dan bahkan memegang kendali penuh terhadap kekuasaan. Salah satu contoh penting dari representasi baru ini muncul dalam K-Drama The Judge from Hell (2024) .  \nThe Judge from Hell mengangkat kisah seorang hakim perempuan bernama Kang Bitna yang dirasuki entitas supranatural bernama Yustitia. Karakter ini tidak hanya  \nmenjalankan tugas peradilan di dunia manusia, tetapi juga mengadili jiwa-jiwa berdosadalam dunia setelah kematian. Ia memiliki misi menjatuhkan hukuman pada sepuluhpembunuh yang tidak menunjukkan penyesalan. Bit-na digambarkan sebagai sosok tegas, rasional, dan memiliki otoritas absolut dalam sistem keadilan yang bahkan melampaui hukum manusia. Dengan perpaduan elemen hukum dan supranatural, drama ini menyuguhkan narasi yang unik, sekaligus membuka ruang pembacaan yang dalam terhadap isu representasi perempuan dan kekuasaan. Keunikan The Judge from Hell terletak pada bagaimana tokoh Kang Bit-na direpresentasikan sebagai pusat kekuasaan, yang tidak hanya melaksanakan hukum, tetapi juga menginterpretasikannya berdasarkan moralitas, empati, dan keadil","cbCaihgJPDIi8qXB","https://ap.wps.com/l/cbCaihgJPDIi8qXB","pdf",401119,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konteks representasi gender dalam K-Drama\n## Gambaran awal The Judge from Hell\n# Metode\n## Paradigma dan fokus penelitian","[{\"question\":\"Bagaimana The Judge from Hell merepresentasikan perempuan dalam relasi kuasa?\",\"answer\":\"Drama menampilkan Kang Bit-na sebagai hakim perempuan berotoritas absolut yang memegang kendali atas wilayah hukum dan supranatural. Posisi laki-laki justru dinegosiasikan atau menjadi subordinat terhadap otoritas perempuan.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini dalam mengkaji representasi gender?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menelaah bagaimana representasi perempuan dan relasi kuasa dibentuk melalui simbol, struktur narasi, serta elemen visual pada serial tersebut.\"},{\"question\":\"Pendekatan apa yang digunakan untuk menganalisis wacana gender?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan semiotika sosial yang dipadukan dengan analisis wacana model Ibnu Hamad melalui Medan Wacana, Pelibatan Wacana, dan Sarana Wacana.\"}]","Representasi Gender Dalam K-Drama The Judge From Hell - Analisis Semiotika Sosial Dengan Pendekatan Ibnu Hamad | PDF",12]