[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-146457-113":53,"doc-detail-146457-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","gender-identity-construction-in-japanese-popular-culture-virtual-ethnography-analysis-of-the-fujoshi-phenomenon-on-social-media","Konstruksi Identitas Gender Pada Budaya Populer Jepang - Analisis Etnografi Virtual Fenomena Fujoshi pada Media Sosial","","Penelitian ini membahas fenomena fujoshi sebagai kegemaran perempuan dalam menikmati anime dan manga bergenre yaoi atau boys love, yakni relasi sesama jenis yang diciptakan oleh laki-laki. Dengan metode kualitatif melalui analisis etnografi virtual, studi menelaah bagaimana konstruksi identitas gender terbentuk pada penggemar yaoi di media sosial menggunakan teori komunikasi gender dari Michael Hecht. Hasil menunjukkan identitas fujoshi dibentuk melalui tiga lapisan, yaitu personal, enactment, dan communal. Penelitian juga menemukan kecenderungan identitas ganda serta keberanian menampilkan identitas terkait hasrat yaoi di media sosial.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/gender-identity-construction-in-japanese-popular-culture-virtual-ethnography-analysis-of-the-fujoshi-phenomenon-on-social-media/146457/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/gender-identity-construction-in-japanese-popular-culture-virtual-ethnography-analysis-of-the-fujoshi-phenomenon-on-social-media/146457.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aditya","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-26",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",9,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa yang dibahas dalam penelitian tentang fujoshi pada media sosial?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian membahas bagaimana konstruksi identitas gender terbentuk pada penggemar yaoi (fujoshi) yang menikmati anime dan manga melalui media sosial.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana metode yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":115,"@type":111},"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis etnografi virtual untuk mengkaji fenomena yang terjadi di ruang digital.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana identitas gender fujoshi terbentuk menurut hasil penelitian?",{"text":119,"@type":111},"Identitas gender fujoshi dibentuk melalui tiga lapisan, yaitu personal layer, enactment layer, dan communal layer.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},146457,1787742735,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962085564549,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","Konstruksi Identitas Gender Pada Budaya Populer Jepang  \n(Analisis Etnografi Virtual Fenomena Fujoshi pada Media Sosial)  \nLatifah Gusri*1, Ernita Arif 2, Rahmi Surya Dewi 3  \n1Jl. Situjuh, Jati Baru, Kec. Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas  \ne-mail: *[1](1latifahgusri@gmail.com)[latifahgusri@gmail.com](1latifahgusri@gmail.com), [2](2arifernita@yahoo.co.id)[arifernita@yahoo.co.id](2arifernita@yahoo.co.id), [3](3rahmi.ikom@gmail.com)[rahmi.ikom@gmail.com](3rahmi.ikom@gmail.com)  \nAbstract  \nThis study discusses the phenomenon offujoshi which is a favorite of a woman in enjoying anime and manga that has the genre Yaoi or Boys Love. Yaoi is a genre that tells about same-sex relationships made by men. This research was conducted with qualitative research methods with virtual ethnographic analysis. This study will examine how the construction of gender identity is built on yaoifans on social media by using the communication theory of gender from Michael Hecht. The results showed that the gender identity offujoshi was formed through three layers, namely the personal layer, the enactment layer, and the communal layer. This study also found that Fujitsu tends to have multiple identities in their lives. Fujoshi is more willing to show identity about their passion for yaoi on social media.  \nKeywords: Popular Culture, Fujoshi, Social Media, Gender Identity Communication  \nAbstrak  \nPenelitian ini membahas fenomena fujoshi yang merupakan kegemaran seorang perempuandalam menikmati anime dan manga yang bergenre yaoi atau boys love. Yaoi merupakan sebuah genre yang berceritakan tentang hubungan sesama jenis yang dilakukan oleh laki-laki. Pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis etnografi virtual. Beberapa kajian dititikberatkan pada bagaimana konstruksi identitas gender yang terbangun pada penggemar yaoi di media sosial dengan menggunakan teori komunikasi tentang gender dari Michael Hecht. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas gender dari para fujoshi terbentuk melalui tiga lapisan yaitu personal layer, enactment layer dan communal layer. Ditemukan pula bahwa para fujoshi cenderung memiliki identitas ganda dalam kehidupan mereka. Para fujoshi lebih berani menunjukkan identitas mengenai kegemaran mereka terhadap yaoi di media sosial.  \nKata kunci: Budaya Populer, Fujoshi, Media Sosial, Komunikasi Identitas Gender  \nA. Pendahuluan  \nBudaya merupakan suatu kesatuan unsur yang terdiri dari bahasa, agama, adat istiadat, pakaian, bangunan dan karya seni (Koentjaraningrat, 1990) . Namun saat ini, istilah budaya terus berkembang dan semakin kompleks sehingga memunculkan istilah budaya populer. Terdapat beberapa definisi yang menjelaskan mengenai budaya populer. Budaya populer berasal dari bahasa Spanyol dan Portugis yang memiliki makna kebudayaan yang berasal dan berkembang dari hasil kreativitas suatu masyarakat (Lull, 1997) .  \nMenurut Setiadi (2013) , budaya populer atau budaya pop merupakan sebuah budaya yang memiliki peminat yang banyak dan mampu melintasi budaya tradisional, yang telah mengakarlama pada suatu masyarakat. Budaya populer terus berkembang cepat dengan bantuan teknologi industri, sehingga sangat mudah diakses oleh masyarakat secara luas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Gencarnya teknologi industri dalam persebaran budaya populer, pada akhirnya menjadikan masyarakat mengadopsi budaya baru dan secara tidak sadar menggerus budayatradisional yang telah ada sebelumnya.  \nJepang merupakan salah satu negara Asia yang sangat terkenal dengan budaya tradisional maupun modern yang melekat pada masyarakatnya. Tidak hanya berkembang di negaranya, budaya Jepang juga tersebar dan populer di berbagai negara. Salah satu budaya Jepang yang populer dan ikut dinikmati oleh masyarakat dunia adalah anime dan manga. Anime atau dalam bahasa Inggris disebut animation adalah kata yang digunakan oleh orang Jepang yang merujukpada semua jenis animasi. Sedan","cbCaipG8FCJJHux4","https://ap.wps.com/l/cbCaipG8FCJJHux4","pdf",323512,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Budaya dan budaya populer\n## Jepang: anime dan manga dalam konteks global\n## Genre yaoi dan fenomena penggemarnya\n# Metode Penelitian\n## Pendekatan kualitatif dan etnografi virtual\n# Kerangka Teori\n## Teori komunikasi gender Michael Hecht\n# Hasil dan Pembahasan\n## Tiga lapisan identitas gender fujoshi\n## Identitas ganda dan ekspresi di media sosial","[{\"question\":\"Apa yang dibahas dalam penelitian tentang fujoshi pada media sosial?\",\"answer\":\"Penelitian membahas bagaimana konstruksi identitas gender terbentuk pada penggemar yaoi (fujoshi) yang menikmati anime dan manga melalui media sosial.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis etnografi virtual untuk mengkaji fenomena yang terjadi di ruang digital.\"},{\"question\":\"Bagaimana identitas gender fujoshi terbentuk menurut hasil penelitian?\",\"answer\":\"Identitas gender fujoshi dibentuk melalui tiga lapisan, yaitu personal layer, enactment layer, dan communal layer.\"}]","Konstruksi Identitas Gender Pada Budaya Populer Jepang - Analisis Etnografi Virtual Fenomena Fujoshi pada Media Sosial | PDF",12]