[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40301-id":3,"doc-seo-40301-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40301,5909877438554,"Maeve","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272",55,"Agama & Spiritualitas","Fundamentalisme, Radikalisme & Terorisme: Perspektif atas Agama, Masyarakat dan Negara","Buku ini menghimpun risalah, esai, dan artikel tentang fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme dengan menyoroti hubungan agama, masyarakat, serta negara, khususnya pasca jatuhnya Orde Baru Soeharto saat isu terorisme menguat di ruang publik. Diuraikan dua strategi gerakan radikal Islam di luar aksi terorisme: jalur kepartaian dan pembentukan ormas radikal melalui jalur kultural seperti dakwah dan unjuk rasa. Buku membahas perkembangan kelompok-kelompok radikal di berbagai negara serta dorongan keyakinan bahwa penerapan syariat Islam kaffah menjadi solusi atas sekularisasi, dekadensi moral, dan krisis kepemimpinan.","FUNDAMENTALISME, TERORISME DAN RADIKALISME  \nPerspektif atas Agama, Masyarakat dan Negara  \nHerdi Sahrasad & Al Chaidar  \nFUNDAMENTALISME, TERORISME DAN RADIKALISME  \nPerspektif atas Agama, Masyarakat dan Negara  \nPenulis:  \nHerdi Sahrasad & Al Chaidar  \nEditor:  \nAchyanuddin  \nTata Letak & Perwajahan Sampul:  \nAchyanuddin  \nPenerbit:  \nFreedom Foundation  \n&  \nCentre for Strategic Studies-University of Indonesia (CSS-UI)  \nCopyright © 2017  \nAll rights reserved.  \nISBN: 1540371034  \nISBN-13: 978-1540371034  \nPENGANTAR  \nTulisan-tulisan yang dikumpulkan dalam buku ini merupakan risalah, esai dan artikel yang bertebaran di media online, suratkabar/media cetak dan jurnal-jurnal. Dengan ketekunan, editor buku ini memilih berbagai tulisan yang tak terdokumentasikan dengan baik itu, sehingga akhirnya bisa disunting dan diterbitkan.  \nSebagaimana kita ketahui, pasca jatuhnya Orde Baru Soeharto, isu terorisme mencuat di ruang publik. Aksi terorisme adalah strategi paling radikal dan banal serta ekstrim yang diambil para aktor dan aktivis Islam pasca Orde Baru. Di luar aksi terorisme, sebenarnya ada dua strategi gerakan radikal Islam yang menjadi penting ketika rezim yang berkuasa memberikan angin segar kebebasan setelah lama gerakan Islam dipinggirkan secara politik oleh rezim Orde Baru itu. Strategi pertama melalui jalur kepartaian dan strategi kedua membentuk ormas-ormas Islam radikal yang memperjuangkan syariat Islam melalui jalur kultural; dakwah Islam dan aksi unjuk rasa, baik ke parlemen maupun ke istana negara. Kolaborasi ini tampaknya menjadi kekuatanyang cukup signifikan untuk melakukan perubahan secara  \nHERDI SAHRASAD & AL CHAIDAR  \nbertahap di dalam sistem sosial dan kenegaraan bangsa Indonesia. Pada gilirannya, atribut, slogan, dan nama-nama Islam begitu ramai diteriakkan sebagai bagian dari pentaskekuatan dan panggung pergulatan.  \nPergerakan Islam radikal memang sedang merambah ke wilayah-wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim di seluruh dunia. Indonesia, Filipina dan Malaysia, yang secara statistik berpenduduk mayoritas Muslim telah mengalamigejala globalisasi Islam radikal. Realitas ini dapat dilihat dari perkembangan kelompok Abu Sayyaf pimpinan Abu Bakar Janjalani di Filipina, Laskar Jihad dan Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Mujahidin, Ikhwanul Muslimin, dan lain sebagainya di Indonesia, dan Kelompok Mujahidin Malaysia (KMM), sebuah organisasi di bawah payung PAS di Malaysia.  \nMereka dianggap telah mengembangkan operasi selama beberapa dekade terakhir, menghimpun dana, melatih milisi, materi dan pengalaman untuk melawan Barat dan kekuatan sekuler, di samping memperjuangkan Islam secara radikal, agung dan sentral, dari Malaysia sampai Senegal, dari Sovyet (Rusia) sampai daerah-daerah pinggiran di Eropa yang dihuni oleh imigran yang sudah mapan. Kebangkitan Islam ini oleh Gilles Kepel (1996) dinilai sebagai bagian dari gerakan bawah tanah guna mengislamkan kembali kehidupan dan tradisi keseharian dan mengorganisasikan kembali eksistensi individual sesuai dengan ajaran Kitab Suci.  \nStudi Hermann Frederick Eilts (1987) menunjukkan bahwa, kebangkitan Islam dimulai semenjak lengsernya Shah Iran Reza Pahlevi, yang kemudian ditandai dengan tampilnya  \nFUNDAMENTALISME, RADIKALISME DAN TERORISME  \nImam Khoemaini sebagai pemimpin Revolusi Iran tahun 1979. Ditambah lagi, pada fase pertengahan terakhir 1970-anterjadi pergolakan di Iran, Mesir, Saudi Arabia, Syria, Pakistan, dan Afghanistan yang menyadarkan Barat tentang bangkitnya ”Islam militan” atau ”kebangkitan Islamisme.”Dalam hal ini, di Indonesia kelompok-kelompok Muslim radikal melihat masyarakat kita mengalami sekularisasi, dekadensi moral dan krisis kepemimpinan. Hal tersebut lantas memantapkan keyakinan mereka bahwa solusinya adalah Islam. Pergaulan bebas, permisivisme, aborsi, kenakalan remaja, lemahnya supremasi hukum (KKN), dansemakin tidak bermoralnya para pemimpin bangsa memberikan keyakinan bahwa sekularisasi telah gagal me","cbCaifwjG6FlpKU2","https://ap.wps.com/l/cbCaifwjG6FlpKU2","pdf",9628917,12,1,586,"Indonesian","id",113,"# Pengantar\n## Latar kemunculan isu terorisme pasca Orde Baru\n## Strategi gerakan radikal Islam di luar terorisme\n## Gelombang globalisasi Islam radikal\n## Studi dan rujukan historis kebangkitan Islamisme\n## Faktor pendorong radikalisasi di Indonesia\n## Ucapan terima kasih dan dukungan penulisan","[{\"question\":\"Apa konteks utama yang dibahas dalam bagian pengantar buku ini?\",\"answer\":\"Bagian pengantar mengaitkan menguatnya isu terorisme di ruang publik dengan perubahan politik pasca jatuhnya Orde Baru Soeharto, serta dinamika gerakan radikal Islam dalam masyarakat Indonesia.\"},{\"question\":\"Selain aksi terorisme, strategi apa yang disebut penting dalam gerakan radikal Islam?\",\"answer\":\"Buku menyebut dua strategi: melalui jalur kepartaian dan melalui pembentukan organisasi masyarakat (ormas) Islam radikal yang memperjuangkan syariat melalui jalur kultural seperti dakwah dan aksi unjuk rasa.\"},{\"question\":\"Apa alasan yang diyakini kaum muslim radikal terkait penerapan syariat Islam?\",\"answer\":\"Radikalisasi dijelaskan sebagai efek dari kebobrokan sistem sosial yang dianggap tidak lagi mengindahkan moral dan peraturan agama; karena itu mereka meyakini Islam mampu menyelesaikan problem masyarakat seperti KKN, dekadensi moral, dan perilaku tidak bermoral.\"}]",1783310175,902,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"fundamentalism-radicalism-terrorism-perspective-on-religion-society-and-the-state","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/fundamentalism-radicalism-terrorism-perspective-on-religion-society-and-the-state/40301/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-26","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa konteks utama yang dibahas dalam bagian pengantar buku ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Bagian pengantar mengaitkan menguatnya isu terorisme di ruang publik dengan perubahan politik pasca jatuhnya Orde Baru Soeharto, serta dinamika gerakan radikal Islam dalam masyarakat Indonesia.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Selain aksi terorisme, strategi apa yang disebut penting dalam gerakan radikal Islam?",{"text":81,"@type":77},"Buku menyebut dua strategi: melalui jalur kepartaian dan melalui pembentukan organisasi masyarakat (ormas) Islam radikal yang memperjuangkan syariat melalui jalur kultural seperti dakwah dan aksi unjuk rasa.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa alasan yang diyakini kaum muslim radikal terkait penerapan syariat Islam?",{"text":85,"@type":77},"Radikalisasi dijelaskan sebagai efek dari kebobrokan sistem sosial yang dianggap tidak lagi mengindahkan moral dan peraturan agama; karena itu mereka meyakini Islam mampu menyelesaikan problem masyarakat seperti KKN, dekadensi moral, dan perilaku tidak bermoral.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]