[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-113487-id":3,"doc-seo-113487-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},113487,962085564381,"Clementine","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8",54,"Penelitian & Laporan","DARI PENGENDALIAN HINGGA PEMULIHAN - Rangkuman - Laporan Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Oktober 2020","Rangkuman ini memaparkan bagaimana pandemi COVID-19 bergerak dari fase pengendalian menuju pemulihan di kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP). Pengendalian telah berhasil di sebagian wilayah, namun Indonesia, Filipina, serta Myanmar masih menghadapi tantangan. Tekanan ekonomi muncul melalui resesi global, penurunan output, dan peningkatan jumlah penduduk miskin. Pemerintah menyalurkan dukungan keuangan, tetapi cakupan bantuan sering belum merata terutama untuk sektor informal. Prospek pemulihan beragam, dengan ketergantungan pada permintaan global, investasi yang terhambat, dan kemungkinan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan inklusif.","Public Disclosure Authorized Public Disclosure Authorized  \nDARI PENGENDALIAN HINGGA PEMULIHAN  \nRangkuman  \nKeberhasilan pengendalian: Sejauh ini, pandemi telah berhasil dikendalikan di sebagian kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) kecuali di Indonesia dan Filipina. Pandemi masih menjadi ancaman bagi negara-negara lain, yang terakhir adalah Myanmar. Negara-negara yang berhasil mengendalikan penyakit ini telah bertindak melalui kombinasi pembatasan mobilitas yang ketat, strategi berbasis pengujian yang ekstensif dan program-program penyuluhan untukmendorong sikap kehati-hatian  \nKesulitan ekonomi: Pandemi ini dan upaya-upaya untuk pengendalian dan penyebaran sangat menghambat kegiatanekonomi. Kesulitan domestik semakin parah dengan adanya resesi global akibat pandemi yang menghantam negaranegara di Kawasan EAP, terutama mereka yang mengandalkan sektor perdagangan dan pariwisata. Performa ekonomisuatu negara umumnya terkait dengan seberapa efisien negara tersebut berhasil mengendalikan pandemic dan seberapa parah negara itu terpapar guncangan eksternal. Output menyusut 1,8 persen di Tiongkok pada pertengahan pertamatahun ini dan 4,0 persen secara rata-rata di seluruh kawasan EAP. Guncangan COVID-19 diperkirakan akan menambahjumlah penduduk miskin di kawasan ini sebanyak 38 juta jiwa pada tahun 2020. Dari jumlah ini, 33 juta jiwa seharusnyatelah keluar dari garis kemiskinan dan 5 juta jiwa lainnya kembali jatuh ke di bawah garis kemiskinan (garis kemiskinanditetapkan pada $5,50 per hari (Paritas Daya Beli (PPP) tahun 2011) .  \nBantuan keuangan: Pemerintah di negara – negara di kawasan EAP telah berkomitmen untuk membelanjakan rata-rata hampir 5 persen dari PDB untuk mendukung sistem kesehatan masyarakat, membantu memperlancar konsumsi rumah tangga, dan membantu dunia usaha agar tidak jatuh pailit. Namun, karena negara-negara tersebut sebelumnya hanya membelanjakan rata-rata kurang dari 1 persen PDB untuk bantuan sosial, meningkatkan dan mengimplementasikan komitmen tersebut menjadi tidak mudah. Di beberapa negara, bantuan yang diberikan sejauh ini hanya menjangkau kurang dari seperempatrumah tangga terdampak dan hanya 10-20 persen dari perusahaan terdampak yang memenuhi syarat. Yang paling sulituntuk dilakukan adalah menjangkau pekerja dan perusahaan di sektor informal. Bantuan yang diberikan terus menerus dalam kondisi krisis berkepanjangan akan menekan anggaran dan pendapatan yang sempit bagi negara-negara di kawasan EAP.  \nBeragam prospek pemulihan: Keberhasilan pengendalian penyakitCovid-19 di beberapa negara mendorong bangkitnya aktivitas perekonomian domestik. Namun, perekonomian kawasan EAP masih sangat bergantung pada kawasan lain di dunia serta permintaan global yang masih belum membaik. Ketika perdagangan kembali bangkit dan aktivitasperekonomian global mulai bergerak, sektor pariwisata tampaknya masih belum akan pulih dalam waktu dekat. Meskipun pergerakan modal jangka pendek sudah kembali ke kawasan EAP, ketidakpastian global masih menghambat investasi domestik maupun asing. Kapasitas pemerintah yang tertekan secara keuangan untuk menstimulasi perekonomian jugaterbatas. Kawasan EAP diprediksi akan mengalami pertumbuhan hanya sebesar 0,9 persen pada tahun 2020. Tiongkok, sebaliknya, diprediksi akan mengalami pertumbuhan sebesar 2 persen, didorong oleh tingkat infeksi baru yang rendah sejak awal Maret serta kebijakan domestic yang memprioritaskan pemulihan produksi dan meningkatkan investasi public. Negara-negara lain di kawasan EAP, di lain pihak, diproyeksi akan mengalami penyusutan rata-rata sebesar 3,5 persenpada tahun 2020. Kawasan EAP mempunyai prospek yang lebih baik di tahun 2021, dengan tingkat pertumbuhan yang diperkirakan akan mencapai 7,9 persen di Tiongkok dan 5,1 persen di negara-negara lain di kawasan EAP. Perkiraan ini didasarkan atas asumsi pemulihan yang akan berlangsung di kawasan EAP serta kembali-normal nya aktivitas ekonomidi negara-negara utama kawasan, dan, yang terpenting, kemungkinan hadirnya ","cbCaidDgFKbHKT5z","https://ap.wps.com/l/cbCaidDgFKbHKT5z","pdf",104145,5,1,4,"Indonesian","id",113,"# Keberhasilan pengendalian\n## Pembatasan mobilitas dan strategi berbasis pengujian\n## Program penyuluhan dan sikap kehati-hatian\n# Kesulitan ekonomi\n## Dampak resesi global terhadap perdagangan dan pariwisata\n## Perkiraan peningkatan penduduk miskin\n# Bantuan keuangan\n## Target belanja kesehatan dan dukungan konsumsi rumah tangga\n## Tantangan menjangkau pekerja sektor informal\n# Beragam prospek pemulihan\n## Ketergantungan pada permintaan global dan investasi\n## Perkiraan pertumbuhan 2020 dan 2021\n# Dampak terhadap pertumbuhan inklusif\n## Modal manusia, produktivitas, dan rantai nilai global\n# Sudut pandang kebijakan yang terpadu","[{\"question\":\"Wilayah mana di EAP yang sudah berhasil mengendalikan pandemi, dan mana yang masih menjadi pengecualian?\",\"answer\":\"Pandemi telah berhasil dikendalikan di sebagian kawasan Asia Timur dan Pasifik, kecuali Indonesia dan Filipina. Negara lain yang menjadi perhatian adalah Myanmar.\"},{\"question\":\"Apa saja faktor utama yang memperburuk kesulitan ekonomi akibat pandemi di kawasan EAP?\",\"answer\":\"Pandemi dan upaya pengendalian menghambat kegiatan ekonomi, sementara resesi global menekan negara yang bergantung pada perdagangan dan pariwisata. Performa ekonomi turut dipengaruhi oleh efektivitas pengendalian pandemi dan besarnya guncangan eksternal.\"},{\"question\":\"Mengapa bantuan keuangan sulit menjangkau kelompok paling terdampak?\",\"answer\":\"Meskipun pemerintah berkomitmen meningkatkan belanja sosial, realisasi sering belum mencapai rumah tangga terdampak secara luas dan perusahaan yang memenuhi syarat. Paling sulit adalah menjangkau pekerja dan perusahaan di sektor informal, sehingga bantuan berisiko tidak tepat sasaran.\"}]","DARI PENGENDALIAN HINGGA PEMULIHAN - Rangkuman - Laporan Perkembangan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik, Oktober 2020 | PDF",1784505020,6,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":29},"from-containment-to-recovery-summary-east-asia-and-pacific-economic-update-october-2020","",{"@graph":37,"@context":86},[38,54,69],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/from-containment-to-recovery-summary-east-asia-and-pacific-economic-update-october-2020/113487/",{"url":53,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":42,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-18","2026-07-19",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Wilayah mana di EAP yang sudah berhasil mengendalikan pandemi, dan mana yang masih menjadi pengecualian?","Question",{"text":76,"@type":77},"Pandemi telah berhasil dikendalikan di sebagian kawasan Asia Timur dan Pasifik, kecuali Indonesia dan Filipina. Negara lain yang menjadi perhatian adalah Myanmar.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Apa saja faktor utama yang memperburuk kesulitan ekonomi akibat pandemi di kawasan EAP?",{"text":81,"@type":77},"Pandemi dan upaya pengendalian menghambat kegiatan ekonomi, sementara resesi global menekan negara yang bergantung pada perdagangan dan pariwisata. Performa ekonomi turut dipengaruhi oleh efektivitas pengendalian pandemi dan besarnya guncangan eksternal.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Mengapa bantuan keuangan sulit menjangkau kelompok paling terdampak?",{"text":85,"@type":77},"Meskipun pemerintah berkomitmen meningkatkan belanja sosial, realisasi sering belum mencapai rumah tangga terdampak secara luas dan perusahaan yang memenuhi syarat. Paling sulit adalah menjangkau pekerja dan perusahaan di sektor informal, sehingga bantuan berisiko tidak tepat sasaran.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,117,121,125,129,133],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":116},"research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":135,"show_sort_weight":4,"slug":136},181,"Formulir","formulir"]