[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40294-id":3,"doc-seo-40294-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40294,4398048950312,"Violet","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908",49,"Sastra","Foucault - Siksaan hingga Penjara","Kajian ini membahas pemikiran Michael Foucault tentang strategi penghukuman dalam Disiplin dan Hukuman, khususnya transisi dari hukuman yang menyentuh tubuh ke bentuk hukuman yang lebih terselubung. Uraian menyoroti pergeseran “tontonan” publik menuju ruang abstrak melalui pembentukan lembaga, perumusan undang-undang, integrasi prosedur, serta penentuan sistem peradilan dan hukuman korektif. Tubuh dipahami tidak lagi sebagai target, melainkan medium pembentukan individu modern melalui disiplin dan teknologi politis.","Michael foucault: Siksaan hingga Penjara  \nDalam banyak pemikiran Michael Foucault, kebanyakan orang mengenal aliran filsafatnyacenderung mengenai konsep-konsep struktualisme atau bahkan hingga ke tahap poststruktualisme, mesikpun Foucault sendiri tidak mengatakan dirinya sebagai seorang struktualis atau bahkan post-struktualis.  \nPemikiran Foucault memang berada pada tahap masa transisi pemikiran Eropakontemporer ke arah post-modernisme—pemikiran yang muncul setelah pasca Perang Dunia II atau juga dikenal sebagai aliran filsafat yang lahir ketika kapitalisme-lanjut (late capitalism) itu berhasil merongrong kembali, pasca runtuhnya ia di tanah Eropa.  \nDi sini kita tidak membahas aliran filsafat Foucault, namun kita akan membahas salah satu kajian Foucault mengenai “Disiplin dan Hukuman”. Dalam salah satu sub Bagian Pertama Discipline and Punish yang berjudul: “The Body of Condemned” (Tubuh orang yang dihukum), Foucault menguraikan mengenai transisi dan bentuk transformasi strategi hukuman tanpa menyentuh tubuh. Hal inilah yang kemudian akan kita bahas, bagaimanarelasi kuasa tetap abadi tanpa harus memunculkan pemberontakan atas hukuman yang dianggap tidak humanistik—misalnya tradisi hukuman yang dipertontonkan di ruang publik, sehingga dianggap tidak sangat manusiawi—meskipun dalam praktiknya relasi kuasa hanya memperhalus kekejamannya dengan mempertontonkan imaji penghalusan“siksaan”.  \nFoucoult juga menyinggung relasi eksistensi kuasa dengan munculnya pengetahuan yang hadir dalam tubuh masyarakat guna membentuk yang terhukum menjadi individu modern. Sehingga memunculkan “Teknologis Politis” dalam tubuh individu yang dibuat untuk patuh. Pembentukan individu modern melalui proses disiplin yang sebenarnya merupakan siksaan terberat dalam diri individu. Hukuman yang diperhalus melalui perubahan strategi “kulit luarnya” namun tidak merubah hal fundamental cara-cara menghukum, pun menjadi sorotan utama Faucoult dimana ia juga menjelaskan tentang kelahiran sistem penjara dalam perkembangan sejarah yang linier ini berlangsung.  \nDalam Discipline and Punish, Foucault mencoba menganalisis perubahan dan pergeseran strategi menghukum yang tidak lagi menyentuh tubuh. Secara khusus, Foucault memperhatikan gejala menghilangnya hukuman penyiksaan sebagai “tontonan”. Hukuman yang dipertontonkan disertai siksaan itu mulai dihapuskan.  \nGejala ini membuat kebanyakan publik kala itu, pada abad ke-17—awal abad ke-18 mengartikan bahwa penguasa telah membuat hukuman lebih “manusiawi”. Namun Foucault berpendapat bahwa anggapan suci itu muncul karena masyarakat enggan menganalisis mengapa  \nhukuman itu  \n“diturunkan” hingga ke taraf yang dianggap manusiawi  \nPerubahan ini menandai hukuman yang tidak lagimenyentuh tubuh siterhukum. Beberapa bentuk hukuman  \ntersebut seperti  \namende honorable [1], hukuman cambuk dankerja paksa—yang secara langsung  \nmenyentuh tubuh—akhirnya dihapuskan. Penguasa merekontruksi cara menghukum  \nyang sarat dengan siksaan ini karena beranggapan hanya akan menimbulkan “konfrontasi fisik” antara penguasa dan rakyat.  \nPerubahan tersebut disusul dengan hukuman yang menjadi bagian tersembunyi dari sebuah peradilan yang dianggap lebih lumrah dan manusiawi. Hukuman pun akhirnyamemasuki ruang abstrak dan meninggalkan wilayah pengertian seperti sebenarnya sebagai siksaan yang “dipertontonkan”.  \nRekontruksi kesadaran akan pemahaman mengenai siksaan serta pembentukan ruang abstrak tersebut dilakukan melalui pembentukan lembaga, perumusan undang-undang, intregasi prosedur, penentuan sistem peradilan serta hukuman korektif.  \nMelalui perubahan tersebut, tubuh tidak lagi menjadi “target” melainkan “medium”. Artinya, tubuh tidak lagi disiksa secara langsung menyentuh tubuhnya namun melalui penanaman nilai-nilai penghambaan dengan memperhalus hukuman menjadi sebuah“kedisiplinan”. Hal ini dilakukan dengan mengambil waktu si terhukum untuk bekerja di bengkel-bengkel ekonomi atau menjadi budak dari si penghukum. (baca: penguasa)  \nPelaks","cbCaic4t3XcjQree","https://ap.wps.com/l/cbCaic4t3XcjQree","pdf",5467580,2,1,10,"Indonesian","id",113,"# Disiplin dan Hukuman: transisi strategi penghukuman\n## Tubuh yang dihukum dan pergeseran dari tontonan\n## Rekonstruksi kesadaran serta pembentukan ruang abstrak\n## Ekonomi menghukum dan evolusi praktik hukuman","[{\"question\":\"Apa fokus utama pembahasan dalam kajian ini tentang Foucault?\",\"answer\":\"Kajian ini berfokus pada salah satu kajian Foucault dalam Disiplin dan Hukuman, terutama relasi antara disiplin dan bentuk transformasi strategi hukuman tanpa menyoroti tubuh secara langsung.\"},{\"question\":\"Mengapa Foucault menilai hukuman yang dianggap lebih “manusiawi” tetap berkaitan dengan mekanisme siksaan?\",\"answer\":\"Foucault menjelaskan bahwa anggapan masyarakat muncul karena enggan menganalisis bagaimana hukuman “diturunkan” hingga tampak manusiawi, padahal strategi dasarnya mengarah pada penataan yang lebih terselubung.\"},{\"question\":\"Bagaimana tubuh berubah perannya dalam sistem hukuman menurut uraian ini?\",\"answer\":\"Tubuh tidak lagi menjadi target, melainkan medium: hukuman bekerja melalui penanaman nilai kepatuhan dengan memperhalus bentuk disiplin, misalnya melalui kerja di bengkel ekonomi atau pengendalian dalam relasi penghukum.\"}]",1783309242,15,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"foucault-torture-to-prison","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/foucault-torture-to-prison/40294/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa fokus utama pembahasan dalam kajian ini tentang Foucault?","Question",{"text":75,"@type":76},"Kajian ini berfokus pada salah satu kajian Foucault dalam Disiplin dan Hukuman, terutama relasi antara disiplin dan bentuk transformasi strategi hukuman tanpa menyoroti tubuh secara langsung.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Mengapa Foucault menilai hukuman yang dianggap lebih “manusiawi” tetap berkaitan dengan mekanisme siksaan?",{"text":80,"@type":76},"Foucault menjelaskan bahwa anggapan masyarakat muncul karena enggan menganalisis bagaimana hukuman “diturunkan” hingga tampak manusiawi, padahal strategi dasarnya mengarah pada penataan yang lebih terselubung.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana tubuh berubah perannya dalam sistem hukuman menurut uraian ini?",{"text":84,"@type":76},"Tubuh tidak lagi menjadi target, melainkan medium: hukuman bekerja melalui penanaman nilai kepatuhan dengan memperhalus bentuk disiplin, misalnya melalui kerja di bengkel ekonomi atau pengendalian dalam relasi penghukum.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]