[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40276-id":3,"doc-seo-40276-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},40276,4810365810221,"Aurora","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",54,"Penelitian & Laporan","Diktat Politik Luar Negeri Indonesia","Diktat mata kuliah “Politik Luar Negeri” (Indonesia) membahas pengertian dan kerangka konsep dasar melalui pembahasan istilah: hubungan internasional, politik internasional, politik luar negeri, dan diplomasi. Uraian mencakup perbedaan serta persamaan kedua konsep utama, termasuk cakupan hubungan internasional yang lebih luas dibanding politik internasional sebagai cabang penting. Dokumen memandu pemula agar memahami terminologi agar tidak terjadi kekacauan saat mempelajari bab-bab berikutnya.","Debbie Affianty  \nPOLITIK LUAR NEGERI  \nINDONESIA  \nDiktat Mata Kuliah  \nPROGRAM STUDI ILMU POLITIK FISIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA  \n2021  \nDAFTAR ISI  \nBab I PENDAHULUAN 1  \n􀁩 Pengertian Politik Luar Negeri 1  \n􀁩 Hubungan Internasional dan Politik Internasional: Persamaan dan Perbedaan 1  \n􀁩 Politik Internasional atau Politik Luar Negeri 4  \n􀁩 Politik Luar Negeri atau Diplomasi 6  \n􀁩 Politik Luar Negeri atau Kebijaksanaan Luar Negeri? 9  \nBab II FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PLN RI 10  \n􀁩 Wilayah Indonesia dan Peranannya di Dunia Internasional 10  \n􀁩 Kapabilitas 15  \n􀁩 Persepsi Terhadap Ancaman Asing dan Konsep Kepulauan 17  \n􀁩 Budaya Politik dan Elite Politik Luar Negeri 22  \nBab III PERIODISASI POLITIK LUAR NEGERI RI SEBELUM ORBA 28  \n􀁩 Periode Revolusi (1945-1949) 28  \n􀁩 Periode Demokrasi Parlementer (1950-1958) 33  \n􀁩 Periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965) 37  \nBab IV HALUAN POL. LUAR NEGERI RI: POLITIK BEBAS AKTIF 42  \nA. Latar Belakang Perumusan Politik Bebas Aktif 42  \n􀁩 Perang Dingin 43  \n􀁩 Lahirnya Politik Bebas Aktif 44  \n􀁩 Keterangan PM Hatta di Depan BP KNI-Pusat 45  \n􀁩 Perkembangan Politik Bebas Aktifdari Kabinet ke Kabinet 47  \nB. Ciri-ciri Politik Bebas Aktif 48  \nC. Pedoman Politik Bebas Aktif 56  \n􀁩 Maklumat Politik 57  \n􀁩 Politik Bertetangga Baik 60  \n􀁩 Hidup Berdampingan Secara Damai 61  \n􀁩 Dasasila Bandung 63  \nD. KepentinganNasional 65  \nE. Tujuan Politik Bebas Aktif 73  \nBab V DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI RI 77  \nA. Teori Pendulum 77  \n􀁩 Politik \"Gigi Gergaji\" 79  \nB. Kurun Cenderung ke Kanan 80  \n􀁩 Pemberontakan PKI Madiun 83  \nC. Kurun Cenderung ke Kiri 85  \nD. Kurun Antara 92  \n􀁩 Penyelewengan Bidang Politik Luar Negeri 97  \n􀁩 Nefos-Oldefos 98  \n􀁩 Politik Poros-Porosan 100  \nBab VI POLITIK LUAR NEGERI RI ERA ORDE BARU 103  \n􀁩 Militer dan Masalah-masalah Internasional 103  \n􀁩 Lembaga-lembaga Pembuat Politik Luar Negeri 106  \n􀁩 Departemen Luar Negeri 106  \n􀁩 Dominasi Militer 107  \n􀁩 Komisi Satu DPR 110  \n􀁩 Bappenas 110  \n􀁩 Deplu, Militer dan Meningkatnya Peran Soeharto 112  \nLAMPIRAN  \nLampiran 1 : Landasan Politik Luar Negeri RI 120  \nLampiran 2 : Paparan Lisan Menlu RI “Refleksi 2004 dan Proyeksi 2005” 122  \nDaftar Pustaka 132  \nBAB I  \nPENDAHULUAN  \nPengertian Politik Luar Negeri  \nDalam studi tentang politik luar negeri suatu negara, para pemula biasanyadihadapkan pada munculnya beberapa istilah yang saling terkait tetapi sebenarnyamemiliki pengertian yang berbeda. Istilah-istilah semacam itu banyak sekali ditemukan dalam buku-buku tentang hubungan internasional. Dari sekian banyakistilah itu, pada “Bab Pendahuluan” ini hanya akan dibahas 4 (empat) istilah saja, yakni Hubungan Internasional\" ((International Relations), \"Politik Internasional\"(International Politics), Politik Luar Negeri (Foreign Policy) dan \"Diplomasi\"(Diplomacy).  \nPemahaman terhadap istilah-istilah itu penting agar dalam membaca bab-bab selanjutnya para pembaca tidak mengalami kerancuan terminologis.  \nHubungan Internasional dan Politik Internasional: Persamaan dan Perbedaan  \nNorman D. Palmer dan Howard C. Perkin menjelaskan bahwa istilah-istilah ini (hubungan internasional dan politik internasional) sering digunakan secara bergiliran hampir-hampir dalam pengertian yang sama. Beberapa mahasiswa terutama mereka yang mengadakan studi khusus tentang perilaku politik suatu negara, berpendapat bahwaseharusnya ada perbedaan, dan bahwa kegagalan para penulis dan pelaksana masalahmasalah internasional serta diplomasi untuk membuat perbedaan, telah menyebabkantimbulnya kekacauan penggunaan kata-kata dalam pelajaran hubungan internasional dewasa ini.  \nDengan kata lain, mahasiswa-mahasiswa ini menuntut bahwa \"Politik Internasional\" harus meladeni politik masyarakat internasional dalam arti yang sempit, dengan hanya memusatkan perhatian terhadap diplomasi serta hubungan-hubungan di kalangan negara-negara dan kesatuan-kesatuan politik lain. Sedangkan \"Hubungan  \nInternasional\" adalah satu istilah yang mencakup totalitas hubungan-h","cbCaieVljH3Div1p","https://ap.wps.com/l/cbCaieVljH3Div1p","pdf",1325273,7,1,135,"Indonesian","id",113,"# Bab I PENDAHULUAN\n## Pengertian Politik Luar Negeri\n## Hubungan Internasional dan Politik Internasional: Persamaan dan Perbedaan\n# Bab II FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PLN RI\n## Wilayah Indonesia dan Peranannya di Dunia Internasional\n## Kapabilitas\n## Persepsi Terhadap Ancaman Asing dan Konsep Kepulauan\n## Budaya Politik dan Elite Politik Luar Negeri\n# Bab III PERIODISASI POLITIK LUAR NEGERI RI SEBELUM ORBA\n## Periode Revolusi (1945-1949)\n## Periode Demokrasi Parlementer (1950-1958)\n## Periode Demokrasi Terpimpin (1959-1965)\n# Bab IV HALUAN POL. LUAR NEGERI RI: POLITIK BEBAS AKTIF\n## Latar Belakang Perumusan Politik Bebas Aktif\n## Ciri-ciri Politik Bebas Aktif\n## Pedoman Politik Bebas Aktif\n## Kepentingan Nasional\n## Tujuan Politik Bebas Aktif\n# Bab V DINAMIKA POLITIK LUAR NEGERI RI\n## Teori Pendulum\n## Kurun Cenderung ke Kanan\n## Kurun Cenderung ke Kiri\n## Kurun Antara\n# Bab VI POLITIK LUAR NEGERI RI ERA ORDE BARU\n## Militer dan Masalah-masalah Internasional\n## Lembaga-lembaga Pembuat Politik Luar Negeri\n# Lampiran\n## Lampiran 1 : Landasan Politik Luar Negeri RI\n## Lampiran 2 : Paparan Lisan Menlu RI","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan politik luar negeri dalam diktat ini?\",\"answer\":\"Politik luar negeri diperkenalkan melalui pembahasan istilah terkait agar pembaca memahami perbedaan terminologi. Penjelasan awal menekankan pentingnya pengertian konsep sebelum masuk ke bab-bab berikutnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana persamaan dan perbedaan hubungan internasional serta politik internasional?\",\"answer\":\"Dijelaskan bahwa kedua istilah sering dipakai bergiliran seolah sama, namun ada penekanan kebutuhan membedakannya. Hubungan internasional dipaparkan lebih luas, sedangkan politik internasional merupakan cabang penting di dalamnya.\"},{\"question\":\"Mengapa pemahaman terminologi penting bagi pembaca pada bagian pendahuluan?\",\"answer\":\"Karena pembahasan pada bab selanjutnya dapat menimbulkan kerancuan terminologis bila istilah tidak dipahami dengan benar. Bab pendahuluan menyiapkan dasar agar tidak terjadi kekacauan penggunaan istilah.\"}]","Diktat Politik Luar Negeri Indonesia | PDF",1783307501,208,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"foreign-policy-dictation-indonesia","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/foreign-policy-dictation-indonesia/40276/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-06",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa yang dimaksud dengan politik luar negeri dalam diktat ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Politik luar negeri diperkenalkan melalui pembahasan istilah terkait agar pembaca memahami perbedaan terminologi. Penjelasan awal menekankan pentingnya pengertian konsep sebelum masuk ke bab-bab berikutnya.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana persamaan dan perbedaan hubungan internasional serta politik internasional?",{"text":82,"@type":78},"Dijelaskan bahwa kedua istilah sering dipakai bergiliran seolah sama, namun ada penekanan kebutuhan membedakannya. Hubungan internasional dipaparkan lebih luas, sedangkan politik internasional merupakan cabang penting di dalamnya.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Mengapa pemahaman terminologi penting bagi pembaca pada bagian pendahuluan?",{"text":86,"@type":78},"Karena pembahasan pada bab selanjutnya dapat menimbulkan kerancuan terminologis bila istilah tidak dipahami dengan benar. Bab pendahuluan menyiapkan dasar agar tidak terjadi kekacauan penggunaan istilah.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]