[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-339357-113":53,"doc-detail-339357-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","exposing-the-misguidance-of-the-jahmiyyah-in-building-their-heretical-theological-ideas-volume-eight","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Kedelapan","","Naskah QantaraLit Seri Ke-634 membahas kekeliruan kelompok Jahmiyyah dalam menjadikan konsep-konsep bid’ah sebagai dasar pembahasan teologi mereka. Fokus bahasan menyoroti penafsiran terhadap lafaz-lafaz terkait pertemuan, cahaya tabir, kedekatan, kedatangan, penafsiran, serta makna ayat muhkam dan mutasyabih. Di dalamnya disajikan dalil dari Al-Qur'an dan hadits melalui kutipan ayat, penalaran, serta penjelasan makna “al-liqa'” sebagai nama perbuatan, disertai analogi sebab akibat dan penolakan makna tasybih.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/exposing-the-misguidance-of-the-jahmiyyah-in-building-their-heretical-theological-ideas-volume-eight/339357/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/exposing-the-misguidance-of-the-jahmiyyah-in-building-their-heretical-theological-ideas-volume-eight/339357.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aurora","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-21",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tema utama yang dibahas dalam jilid kedelapan ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Jilid ini membahas penyingkapan kekeliruan Jahmiyyah dalam menjadikan bid’ah-bid’ah kalam sebagai dasar teologi, dengan fokus pada pemaknaan sejumlah istilah/ungkapan dalam Al-Qur'an.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana naskah menafsirkan lafaz al-liqa' (pertemuan)?",{"text":114,"@type":110},"Naskah menjelaskan kewajiban membawa lafal al-liqa' pada dua kemungkinan makna: melihat (ru'yah) dengan memakai nama sebab untuk yang disebabkan, atau pertemuan yang menimbulkan penerapan hukum dan kekuasaan raja atas yang ditemui.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Dalil apa saja yang digunakan untuk mendukung pembahasan al-liqa'?",{"text":118,"@type":110},"Naskah menampilkan kutipan ayat-ayat Al-Qur'an tentang keyakinan akan menemui Tuhan dan hadits tentang kecintaan serta kebencian terhadap pertemuan dengan Allah, lalu menguatkan dengan argumentasi tentang ketidakmungkinan makna berdampingan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},339357,1790159957,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},4810365810221,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","QantaraLit Seri Ke-634  \nMengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka 08  \nبيان تلبيس الجهمية في تأسيس بدعهم الكلامية  \nJilid Kedelapan: Al-Liqa' (Pertemuan), An-Nur (Cahaya), Al-Hijab (Tabir), Al-Qurb (Kedekatan), Al-Maji' (Kedatangan), At-Ta'wil (Penafsiran), Al-Muhkam wal Mutasyabih (Ayat Muhkam dan  \nMutasyabih)  \nPenulis: Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728 H) Ditahqiq oleh: Dr. Rasyid bin Hamad ath-Thayyar Tata Letak: Muhamad Abid Hadlori, S.Ag. ,Lc.  \nTerjemahan berbantuan AI  \nSelesai diterjemahkan:  \n08 Rabi’ul Akhir 1448 H – 19 September 2026 Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Sragen, Jawa Tengah, Indonesia  \nWakaf untuk Kaum Muslimin  \n(bebas sebar, cetak & gandakan, bukan untuk tujuan komersial)  \nSPESIFIKASI NASKAH:  \n• Ukuran Buku : (B5 / 18,2 × 25,7 cm) PENGATURAN TEKS:  \n• Font Teks : (Souvenir Lt BT)  \n• Ukuran Font : (16 pt)  \n• Spasi Baris : (1,15)  \n• Perataan Teks : Rata kiri-kanan (Justify)  \n• Indent Paragraf : 1,27 cm  \nPENGATURAN HALAMAN:  \n• Margin Atas : 2,54 cm  \n• Margin Bawah : 2,54 cm  \n• Margin Kanan : 1,9 cm  \n• Margin Kiri : 1,9 cm  \nLAYOUT:  \n• Desain Sampul : Chat GPTDesain Isi : Microsoft 365  \nPasal  \nAr-Razi berkata: \"Pasal kelima tentang lafal al-liqa'(pertemuan) . Allah Ta'ala berfirman: \"(Yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya\" (QS. Al-Baqarah: 46) . Dan Dia berfirman:\"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya\" (QS. Al-Kahfi: 110) . Dan Dia berfirman: \"Tetapi mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhan mereka\" (QS. As-Sajdah: 10) . Adapun hadits, maka sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: \"Barangsiapa mencintai perjumpaan dengan Allah, maka Allah mencintai perjumpaan dengannya, dan barangsiapa membenciperjumpaan dengan Allah, maka Allah membenciperjumpaan dengannya.\" Mereka berkata: al-liqa' termasuksifat-sifat benda (jisim), dikatakan: 'Dua pasukan bertemu'apabila salah satunya mendekat kepada yang lain dalam tempat.  \nKetahuilah bahwa ketika telah tetap dengan dalil bahwa Allah Ta'ala bukan jisim, maka wajib membawa lafal inikepada salah satu dari dua makna. Pertama, bahwa orang yang bertemu seseorang berarti ia menjumpai dan melihatnya, sehingga yang dimaksud al-liqa' adalah melihat (ru'yah), dengan memakai nama sebab untuk yang disebabkan. Kedua, bahwa seseorang apabila hadir di hadapan raja dan menemuinya, maka ia masuk di bawah  \nhukum dan kekuasaannya tanpa bisa menolak, sehingga pertemuan itu menjadi sebab munculnya kekuasaan raja atasnya. Dengan makna ini, ketika kekuasaan, kekuatan, dan kedahsyatan-Nya tampak pada hari itu, keadaan tersebut diungkapkan dengan al-liqa'.  \nYang menunjukkan kebenaran pendapat kami adalah bahwa tidak seorang pun berpendapat bahwa dzat-dzat makhluk bertemu dengan Dzat Sang Pencipta secaraberdampingan (mujawarah) . Dan ketika batal membawa makna al-liqa' pada persentuhan dan keberdampingan, maka tidak tersisa kecuali apa yang telah kami sebutkan. Wallahu a'lam.\"  \nPembicaraan pada bagian ini: lafal al-liqa' termasuk nama-nama perbuatan yang menuntut adanya gerakan dankedekatan kepada Allah Ta'ala. Dalam Al-Qur'an dan AsSunnah terdapat berbagai jenis ungkapan semacam ini:  \nLafal al-maji' (kedatangan), dalam firman-Nya: \"Dansesungguhnya kamu datang kepada Kami sendirisendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan padamulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (didunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu\"(QS. Al-An'am: 94); \"Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sebagaimana Kami menciptakan kamupada mulanya, bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu  \nwaktu (memenuhi) perjanjian\" (QS. Al-Kahfi: 48);\"Sehingga apabila orang yang zalim itu datang kepada Kami dia berkata: 'Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib.' Maka (iblis itu) adalah sejahat-jahatteman\" (QS. Az-Zukhruf: 38)—ayat ini memiliki dua qira'at yang masyhur; dan \"(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci\" (QS. Ash-Shaffat: 84) .  \nLafal ","cbCaiescwePtMWF2","https://ap.wps.com/l/cbCaiescwePtMWF2","pdf",6249400,491,"Indonesian","# Jilid Kedelapan\n## Al-Liqa' (Pertemuan)\n## Al-Nur (Cahaya)\n## Al-Hijab (Tabir)\n## Al-Qurb (Kedekatan)\n## Al-Maji' (Kedatangan)\n## At-Ta'wil (Penafsiran)\n## Al-Muhkam wal Mutasyabih (Ayat Muhkam dan Mutasyabih)","[{\"question\":\"Apa tema utama yang dibahas dalam jilid kedelapan ini?\",\"answer\":\"Jilid ini membahas penyingkapan kekeliruan Jahmiyyah dalam menjadikan bid’ah-bid’ah kalam sebagai dasar teologi, dengan fokus pada pemaknaan sejumlah istilah/ungkapan dalam Al-Qur'an.\"},{\"question\":\"Bagaimana naskah menafsirkan lafaz al-liqa' (pertemuan)?\",\"answer\":\"Naskah menjelaskan kewajiban membawa lafal al-liqa' pada dua kemungkinan makna: melihat (ru'yah) dengan memakai nama sebab untuk yang disebabkan, atau pertemuan yang menimbulkan penerapan hukum dan kekuasaan raja atas yang ditemui.\"},{\"question\":\"Dalil apa saja yang digunakan untuk mendukung pembahasan al-liqa'?\",\"answer\":\"Naskah menampilkan kutipan ayat-ayat Al-Qur'an tentang keyakinan akan menemui Tuhan dan hadits tentang kecintaan serta kebencian terhadap pertemuan dengan Allah, lalu menguatkan dengan argumentasi tentang ketidakmungkinan makna berdampingan.\"}]","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Kedelapan | PDF",1790029802,756]