[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-126019-id":3,"doc-seo-126019-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},126019,2336474466412,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",52,"Teknologi","Sistem Pakar Untuk Identifikasi Dan Alternatif Solusi Terhadap Permasalahan Yang Dihadapi Peserta Didik Sekolah Menengah Menggunakan Rule-based Machine Learning","Kesulitan dalam mengidentifikasi masalah yang dialami peserta didik di sekolah menengah berpotensi memunculkan masalah yang lebih besar di masa depan. Metode konvensional yang digunakan guru bimbingan dan konseling (BK), seperti asesmen non-tes berbasis daftar cek masalah, memerlukan biaya, ruang khusus, dan waktu yang lama, serta cenderung subjektif. Artikel ini mengembangkan sistem pakar berbasis web yang menggabungkan Problem Checklist dengan rule-based machine learning untuk mengklasifikasikan masalah secara otomatis. Pengujian menggunakan WEKA dengan 200 data latih mampu memprediksi 185 data berlabel tidak diketahui secara lebih akurat, cepat, dan efisien.","Sistem Pakar Untuk Identifikasi Dan Alternatif Solusi Terhadap PermasalahanYang Dihadapi Peserta Didik Sekolah Menengah Menggunakan Rule-based Machine Learning  \nWahyul Amien Syafei 1), , Bayu Surarso 2) , Budi Sulistiyo3)  \n1)Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 5027  \n2) Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275  \n3)Magister Sistem Informasi, Pascasarjana, Universitas Diponegoro  \nJl. Imam Bardjo SH No. 5 Pleburan, Semarang, Indonesia 50241  \nCara sitasi: Wahyul Amien Syafei and Bayu Surarso, \" Sistem Pakar Untuk Identifikasi Dan Alternatif Solusi Terhadap Permasalahan Yang Dihadapi Peserta Didik Sekolah Menengah Menggunakan Rule-based Machine learning,\" Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, vol. 8, no. 4, okt 2020. doi: 10.14710/jtsiskom.x.x.xxxx.xx-xx,[Online] .  \nAbstract - The difficulty in identifying problems experienced by students in high school results in bigger problems in the future. The conventional methods used by counseling guidance teachers (BK) in identifying and solving problems require costly and take times. The development of information systems using the Problem Checklist method using intelligent technology such as machine learning that offers automatic classification can improve the accuracy and efficiency in identifying students' problems. This article discusses information systems that use machine learning with the rule-based classification method which offers guidance and counseling teachers to use the knowledge base (rules) to replace those behind the system. The results show that the system developed using machine learning based on rules offers a classification that is more accurate, faster, can be done anytime, anywhere, does not cost much compared to conventional methods. The rulebased machine learning test was carried out using WEKA with 200 instances of sample data as training data, which could predict data from 185 instances whose class label was unknown  \nKeywords - Expert system, Student problem, Machine learning, Rule-based classification.  \nAbstrak – Kesulitan dalam mengidentifikasi masalah yang dialami oleh peserta didik di sekolah tingkat menengah berpotensi mengakibatkan masalah yanglebih besar di kemudian hari. Selama ini guru bimbingan dan konseling (BK) menggunakan metode konvensional dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah tersebut. Metode ini membutuhkan biaya yang besar, ruang yang khusus,  \n*) Penulis korespondensi (Wahyul Amien Syafei) [Email: wasyafei@gmail.com](Email: wasyafei@gmail.com)  \ndan waktu yang lama. Artikel ini memaparkan pengembangan sistem pakar untuk identifikasi untuk kemudian menawarkan alternatif solusi terhadappermasalahan yang dihadapi peserta didik di tingkat sekolah menengah. Sistem ini menggunakan metode Problem Checklist yang didukung oleh machine learning untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi. Kepakaran dari guru BK senior untuk menghubungkan ragam permasalahan dan berbagai alternatif solusi dilatihkan pada rule-based machine learning sistem ini. Pengujian dilakukan menggunakan WEKA dengan 200 contoh data sampelsebagai data pelatihan, yang dapat memprediksi data dari 185 contoh yang label kelasnya tidak diketahui Sistem yang dikembangkan adalah berbasis websehingga peserta didik yang merasa mengalami masalah dapat meng-ases dirinya sendiri dan mendapatkan saran alternatif solusi secara online. Guru BK sebagai admin dapat memantauperkembangan peserta didiknya serta melakukan penambahan ragampermasalahandan alternatif solusimengikuti perkembanganjaman. Hasil implementasi dan pengujian menunjukkan bahwa sistem pakaryang dikembangkan menawarkan identifikasi dan solusi yang akurat dan lebih cepat serta dapat dilakukankapanpun dan di manapun.  \nKata kunci – sistem pakar; identifikasi masalah; alternatif solusi; peserta didik, machine learning; rulebase","cbCaioZ3QhLVZN3y","https://ap.wps.com/l/cbCaioZ3QhLVZN3y","pdf",777760,4,1,7,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Latar belakang masalah peserta didik dan asesmen BK\n## Kebutuhan sistem berbasis pengetahuan untuk solusi alternatif","[{\"question\":\"Mengapa diperlukan sistem pakar untuk identifikasi masalah peserta didik sekolah menengah?\",\"answer\":\"Metode konvensional guru BK dinilai membutuhkan biaya besar, ruang khusus, waktu lama, dan hasil cenderung subjektif sehingga kurang akurat. Sistem pakar dibutuhkan agar identifikasi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien serta memberi alternatif solusi.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara kerja sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Sistem menggunakan metode Problem Checklist yang didukung rule-based machine learning untuk mengklasifikasikan ragam permasalahan. Pengetahuan guru BK dan pakar digunakan sebagai basis aturan agar sistem dapat memberikan saran alternatif solusi.\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil pengujian sistem dilakukan dan apa manfaatnya?\",\"answer\":\"Pengujian memakai WEKA dengan 200 data contoh sebagai data pelatihan untuk memprediksi 185 contoh berlabel kelas tidak diketahui. Hasil implementasi menunjukkan klasifikasi dan penyediaan solusi lebih akurat dan lebih cepat, serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun lewat web.\"}]","Sistem Pakar Untuk Identifikasi Dan Alternatif Solusi Terhadap Permasalahan Yang Dihadapi Peserta Didik Sekolah Menengah Menggunakan Rule-based Machine Learning | PDF",1785902570,11,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":29},"expert-system-for-identifying-and-providing-alternative-solutions-for-problems-faced-by-high-school-students-using-rule-based-machine-learning","",{"@graph":37,"@context":86},[38,54,69],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/teknologi/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/expert-system-for-identifying-and-providing-alternative-solutions-for-problems-faced-by-high-school-students-using-rule-based-machine-learning/126019/",{"url":53,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":42,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-08-05",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa diperlukan sistem pakar untuk identifikasi masalah peserta didik sekolah menengah?","Question",{"text":76,"@type":77},"Metode konvensional guru BK dinilai membutuhkan biaya besar, ruang khusus, waktu lama, dan hasil cenderung subjektif sehingga kurang akurat. Sistem pakar dibutuhkan agar identifikasi dapat dilakukan lebih cepat dan efisien serta memberi alternatif solusi.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana cara kerja sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini?",{"text":81,"@type":77},"Sistem menggunakan metode Problem Checklist yang didukung rule-based machine learning untuk mengklasifikasikan ragam permasalahan. Pengetahuan guru BK dan pakar digunakan sebagai basis aturan agar sistem dapat memberikan saran alternatif solusi.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana hasil pengujian sistem dilakukan dan apa manfaatnya?",{"text":85,"@type":77},"Pengujian memakai WEKA dengan 200 data contoh sebagai data pelatihan untuk memprediksi 185 contoh berlabel kelas tidak diketahui. Hasil implementasi menunjukkan klasifikasi dan penyediaan solusi lebih akurat dan lebih cepat, serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun lewat web.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,119,123,125,129,133],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":117,"show_sort_weight":97,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":121,"show_sort_weight":97,"slug":122},49,"Sastra","literature",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":124},"technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":135,"show_sort_weight":4,"slug":136},181,"Formulir","formulir"]