[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-186006-113":53,"doc-detail-186006-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","expansion-of-authority-of-the-ombudsman-indonesia-in-giving-sanctions-against-maladministration-of-public-services","Expansion of Authority of the Ombudsman Indonesia in Giving Sanctions Against Maladministration of Public Services","","Penelitian ini mengkaji perluasan kewenangan Ombudsman Republik Indonesia dalam memberikan sanksi terhadap maladministrasi pelayanan publik. Pembahasan difokuskan pada landasan eksistensi Ombudsman yang tertuang dalam berbagai tingkatan peraturan hukum, mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Ketetapan MPR-RI, hingga Undang-Undang Program Pembangunan Nasional. Penegasan kebutuhan pengawasan independen untuk mencegah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menjadi titik tolak utama, yang kemudian mewajibkan pembentukan lembaga pengawas administrasi negara. Terdapat beberapa argumentasi mendasar mengenai urgensi mendirikan lembaga Ombudsman Nasional, yang secara eksplisit dicantumkan dalam matriks Program Nasional sebagai pembentukan peraturan perundangan. Hal ini menunjukkan komitmen negara dalam memperkuat peran pengawasan demi terciptanya pelayanan publik yang bersih dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana kewenangan ini berkembang dan dampaknya terhadap efektivitas penindakan maladministrasi pelayanan publik.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/expansion-of-authority-of-the-ombudsman-indonesia-in-giving-sanctions-against-maladministration-of-public-services/186006/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/expansion-of-authority-of-the-ombudsman-indonesia-in-giving-sanctions-against-maladministration-of-public-services/186006.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Patrick","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-25","2026-09-02",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa landasan hukum pembentukan Ombudsman Republik Indonesia?","Question",{"text":110,"@type":111},"Landasan hukum pembentukan Ombudsman Republik Indonesia mencakup UUD NRI Tahun 1945, Ketetapan MPR-RI No. VIII/MPR/2001, dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa pengawasan independen penting dalam pelayanan publik?",{"text":115,"@type":111},"Pengawasan independen penting untuk mencegah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta memastikan penyelenggaraan negara yang bersih dan akuntabel.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa tujuan dari pembentukan lembaga Ombudsman Nasional?",{"text":119,"@type":111},"Tujuan pembentukan lembaga Ombudsman Nasional adalah sebagai bagian dari upaya anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan negara.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},186006,1788370383,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},549758146520,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80002397d8c0411e94?_k=1775819394049821470","| No | Tingkat Peraturan | Instrumen Hukum | Formulasi Landasan Eksistensi Ombudsman |\n| --- | --- | --- | --- |\n| 1 | Konstitusi | Undang-Undang\u003Cbr>Dasar Negara\u003Cbr>Republik Indonesia\u003Cbr>Tahun 1945\u003Cbr>tercantum dalam Alinea IV\u003Cbr>Pembukaan UUD 1945 | Dasar filosofispembentukanlembaga pengawas publik serta memberilegitimasi normatif untuk penataan lembaga pengawasadministrasi negara. |\n| 2 | TapMPR | Ketetapan MPR-RI No.\u003Cbr>VIII/MPR/2001 tentang Rekomendasi Arah Kebijakan\u003Cbr>Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi, Kolusi dan\u003Cbr>Nepotisme | Rekomendasipembentukanlembaga pengawas (Ombudsman) sebagai bagian upaya anti-korupsi, kousi dan nepotisme. Selain itu mendorong percepatan proseshukum dan\u003Cbr>partisipasi |\n\n\n|  |  |  | masyarakat dalampengawasan penyelenggaraan negara. |\n| --- | --- | --- | --- |\n| 3 | Undang\u003Cbr>Undang | Undang-Undang Nomor 25 Tahun\u003Cbr>2000 tentang\u003Cbr>Program Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 206) | Menegaskan kebutuhan\u003Cbr>pengawasan independen gunamencegah KKN, kemudian mewajibkan pembentukan lembaga pengawasadministrasi. terdapat beberapa argumentasi yang mendasar berkaitan dengan kebutuhanuntuk mendirikan lembaga Ombudsman\u003Cbr>Nasional. Pada\u003Cbr>matriks Program Nasional pembentukan\u003Cbr>peraturan perundangan secaraeksplisit mencantumkan bahwa ditetapkannya Undang-undang tentang Ombudsman |","cbCaiqwdXPwV5XnO","https://ap.wps.com/l/cbCaiqwdXPwV5XnO","pdf",588103,29,"Indonesian","# Landasan Eksistensi Ombudsman\n## Konstitusi\n### Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945\n## Tap MPR\n### Ketetapan MPR-RI No. VIII/MPR/2001\n## Undang Undang\n### Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000","[{\"question\":\"Apa landasan hukum pembentukan Ombudsman Republik Indonesia?\",\"answer\":\"Landasan hukum pembentukan Ombudsman Republik Indonesia mencakup UUD NRI Tahun 1945, Ketetapan MPR-RI No. VIII/MPR/2001, dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional.\"},{\"question\":\"Mengapa pengawasan independen penting dalam pelayanan publik?\",\"answer\":\"Pengawasan independen penting untuk mencegah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta memastikan penyelenggaraan negara yang bersih dan akuntabel.\"},{\"question\":\"Apa tujuan dari pembentukan lembaga Ombudsman Nasional?\",\"answer\":\"Tujuan pembentukan lembaga Ombudsman Nasional adalah sebagai bagian dari upaya anti-korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan negara.\"}]","Expansion of Authority of the Ombudsman Indonesia in Giving Sanctions Against Maladministration of Public Services | PDF",45]