[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39693-id":3,"doc-seo-39693-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39693,3848291630094,"Emma Wilson","https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45",49,"Sastra","Filsafat Eksistensialisme","Filsafat eksistensialisme membahas eksistensi dan pengalaman manusia melalui metodologi fenomenologi, sebagai cara manusia berada di dunia. Aliran ini lahir sebagai reaksi terhadap materialisme dan idealisme: materialisme memandang manusia sebagai benda/materi tanpa menjadi subjek, sedangkan idealisme menempatkan manusia semata sebagai subjek atau kesadaran. Intinya menekankan bahwa filsafat harus berpangkal pada eksistensi manusia konkret, bukan esensi manusia pada umumnya, sehingga manusia ada sebagai individu unik.","Filsafat eksistensialisme  \nSejarah munculnya eksistensialisme  \n􀂄 Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger (1889-1976)  \n􀂄 Eksistensialisme adalah merupakan filsafat danakar metodologinya berasal dari metoda fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938)  \n􀂄 Munculnya eksistensialisme berawal dari ahli filsafat Kieggard dan Nietzche  \n􀂄 Kiergaard Filsafat Jerman (1813-1855) filasafatnyauntuk menjawab pertanyaan “Bagaimanakah aku menjadi seorang individu)”  \n􀂄 Hal ini terjadi karena pada saat itu terjadi krisiseksistensial (manusia melupakan individualitasnya)  \n􀂄 Kiergaard menemukan jawaban untuk pertanyaan tersebut manusia (aku) bisa menjadi individu yang autentik jika memiliki gairah, keterlibatan, dankomitmen pribadi dalam kehidupan  \n􀂄 Nitzsche (1844-1900) filsuf jerman tujuan filsafatnya adalah untuk menjawab pertanyaan“bagaimana caranya menjadi manusia unggul”  \n􀂄 Jawabannya manusia bisa menjadi unggul jika mempunyai keberanian untuk merealisasikan dirisecara jujur dan berani  \n􀂄 Eksistensialime merupakan himpunan aneka pemikiran yang memiliki inti sama, yaitu keyakinan, bahwa filsafatharus berpangkal pada adanya (eksistensi) manusiakonkrit, dan bukan pada hakekat (esensi) manusia-padaumumnya. Manusia-pada-umumnya tidak ada, yang ada hanya manusia ini, manusia itu. Esensi manusiaditentukan oleh eksistensinya. Tokoh aliran ini J P Sartre (1905-1980), Kierkegaard (1813-1855), Friederich Nietzche (1844-1900), Karl Jaspers (1883-1969), Martin Heidegger (1889-1976), Gabriel Marcel (1889-1973) .  \nApakah eksistensialisme itu?  \n􀂄 Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusiadengan metedologi fenomenologi, atau cara manusiaberada.  \n􀂄 Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme  \n􀂄 Pendapat materialisme terhadap manusia adalah manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek  \n􀂄 Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagaisuatu kesadaran  \n􀂄 Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkrit  \n![image](https://weboffice-doc-exporter-sg-prod.obs.ap-southe","cbCairGglAfYXzfw","https://ap.wps.com/l/cbCairGglAfYXzfw","pdf",5574243,4,1,19,"Indonesian","id",113,"# Sejarah munculnya eksistensialisme\n## Tokoh-tokoh dan gagasan utama\n# Apakah eksistensialisme itu? \n## Reaksi terhadap materialisme dan idealisme","[{\"question\":\"Siapa yang mengemukakan istilah eksistensialisme dan apa kaitannya dengan metode fenomenologi?\",\"answer\":\"Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh filsafat Jerman Martin Heidegger. Eksistensialisme berakar pada metodologi fenomenologi yang dikembangkan oleh Husserl.\"},{\"question\":\"Bagaimana Kierkegaard menjawab pertanyaan tentang menjadi individu?\",\"answer\":\"Kierkegaard menautkan krisis eksistensial dengan hilangnya individualitas. Jawabannya adalah manusia dapat menjadi individu yang autentik melalui gairah, keterlibatan, dan komitmen pribadi dalam kehidupan.\"},{\"question\":\"Apa inti keyakinan eksistensialisme menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Eksistensialisme berkeyakinan filsafat harus berpangkal pada eksistensi manusia konkret, bukan pada esensi manusia pada umumnya. Manusia-pada-umumnya tidak ada; yang ada hanya manusia ini dan manusia itu, sehingga esensi ditentukan oleh eksistensinya.\"}]",1783086281,29,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"existentialism-philosophy","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/existentialism-philosophy/39693/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Siapa yang mengemukakan istilah eksistensialisme dan apa kaitannya dengan metode fenomenologi?","Question",{"text":75,"@type":76},"Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh filsafat Jerman Martin Heidegger. Eksistensialisme berakar pada metodologi fenomenologi yang dikembangkan oleh Husserl.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana Kierkegaard menjawab pertanyaan tentang menjadi individu?",{"text":80,"@type":76},"Kierkegaard menautkan krisis eksistensial dengan hilangnya individualitas. Jawabannya adalah manusia dapat menjadi individu yang autentik melalui gairah, keterlibatan, dan komitmen pribadi dalam kehidupan.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa inti keyakinan eksistensialisme menurut dokumen ini?",{"text":84,"@type":76},"Eksistensialisme berkeyakinan filsafat harus berpangkal pada eksistensi manusia konkret, bukan pada esensi manusia pada umumnya. Manusia-pada-umumnya tidak ada; yang ada hanya manusia ini dan manusia itu, sehingga esensi ditentukan oleh eksistensinya.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]