[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-232424-113":53,"doc-detail-232424-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","evaluation-of-thermal-comfort-aesthetics-and-visitors-perceptions-of-urban-parks-in-depok","EVALUASI KENYAMANAN TERMAL, ESTETIKA DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TAMAN KOTA DI DEPOK","","Kondisi taman kota di Kota Depok mengalami penurunan pemeliharaan sejak pandemi Covid-19 akibat pembatasan jumlah pengunjung. Studi ini memetakan kondisi eksisting serta menganalisis kenyamanan termal dan estetika pada Taman Lembah Gurame, Taman Lembah Mawar, dan Taman Merdeka melalui analisis tapak serta persepsi pengguna. Kenyamanan termal dinilai menggunakan Thermal Humidity Index (THI), sedangkan estetika lanskap menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE). Hasil THI menunjukkan ketiga taman tergolong tidak nyaman hingga sangat tidak nyaman, namun penilaian estetika pada dua taman tinggi, sedangkan Taman Merdeka rendah. Perbedaan ini terkait desain vegetasi, tata letak, dan aktivitas yang meningkatkan toleransi terhadap kondisi termal, sehingga diperlukan peningkatan fasilitas serta penambahan tanaman berbunga dan pohon peneduh.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/evaluation-of-thermal-comfort-aesthetics-and-visitors-perceptions-of-urban-parks-in-depok/232424/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/evaluation-of-thermal-comfort-aesthetics-and-visitors-perceptions-of-urban-parks-in-depok/232424.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Terk","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",7,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tujuan utama penelitian tentang taman kota di Depok?","Question",{"text":110,"@type":111},"Mengidentifikasi kondisi eksisting serta menganalisis kenyamanan termal dan estetika taman kota berdasarkan analisis tapak dan persepsi pengunjung.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana evaluasi kenyamanan termal dan estetika dilakukan?",{"text":115,"@type":111},"Kenyamanan termal dinilai menggunakan Thermal Humidity Index (THI), sedangkan estetika lanskap dinilai dengan metode Scenic Beauty Estimation (SBE).",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Bagaimana hasil penilaian kenyamanan termal dan estetika pada tiga taman?",{"text":119,"@type":111},"Hasil THI menunjukkan kenyamanan termal ketiga taman tergolong tidak nyaman hingga sangat tidak nyaman; Taman Lembah Gurame dan Taman Lembah Mawar memiliki estetika tinggi, sedangkan Taman Merdeka rendah.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},232424,1789071666,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1099525198933,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","| EVALUASI KENYAMANAN TERMAL, ESTETIKA DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TAMAN KOTA DI DEPOK |  |\n| --- | --- |\n| Evaluation of Thermal Comfort, Aesthetic and User’s Perception of Urban Parks inDepok\u003Cbr>Dalila Helmy Nadhifa\u003Cbr>Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPBUniversity [Email:](Email: dalilahn10@gmail.com)[ ](Email: dalilahn10@gmail.com)[dalilahn10@gmail.com](Email: dalilahn10@gmail.com)\u003Cbr>Tati Budiarti\u003Cbr>Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPBUniversity Email: [tati_budiarti@apps.ipb.ac.id](tati_budiarti@apps.ipb.ac.id)\u003Cbr>Rosyi Damayanti Twinsari Manningtyas\u003Cbr>Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPBUniversity Email: [rosyidamayanti@apps.ipb.ac.id](rosyidamayanti@apps.ipb.ac.id)\u003Cbr>[Diajukan: 22 Agustus 2022](Diajukan: 22 Agustus 2022) | ABSTRACT\u003Cbr>The condition of parks in Depok City has become unmaintained since the Covid-19 pandemic due to restrictions on the number of visitors. On the other hand, a comfortable park can improve health. This study identifies existing conditions and analyzes thermal comfort and aesthetics in Taman Lembah Gurame, Taman Lembah Mawar, and Taman Merdeka based on site analysis and users’ perceptions. Evaluation of thermal comfort using Thermal Humidity Index (THI) analysis, while evaluation of landscape aesthetic using the Scenic Beauty Estimation (SBE) method. The perception and preference of respondents using descriptive statistical analysis methods. The THI analysis result showed that the thermal comfort of three city parks was classified as uncomfortable to very uncomfortable. However, the aesthetic assessment in Taman Lembah Gurame and Taman Lembah Mawar was highly aesthetic, while Taman Merdeka was lowly aesthetic. It could be caused by planting design, layout, and activities on-site, which makes users more tolerant of the thermal comfort of parks. Improving facilities and adding flowering plants and shading trees are needed to make city parks more comfortable, beautiful, also adaptive in the new normal era.\u003Cbr>Keywords: aesthetics, city park, microclimate, new normal era, vegetation function\u003Cbr>Diterima: 18 Juni 2023 |\n\nPENDAHULUAN  \nTaman kota memiliki berbagai macam fungsi seperti fungsiekologis, estetika, sosial, dan ekonomi. Fungsi utamanyasebagai penunjang ekologis kota yang menyediakan ruang pendukung nilai kualitas lingkungan dengan mengameriolisasi iklim mikro. Taman kota turut menambah keindahan tata ruang di tengah kepadatan pembangunan perkotaan dengan menampilkan potensikualitas visual yang dimiliki. Kualitas lanskap yang baikmampu menciptakan rasa nyaman dan puas sehinggadapat menarik perhatian seseorang untuk berkunjung.  \nKota Depok dikenal sebagai kota metropolitan dengantingkat kepadatan penduduk dan arus urbanisasi yang cukup tinggi. Hal inikarena lokasinya berada di perbatasanibu kota DKI Jakarta yang sebagian besar penggunaanlahannya merupakan permukiman. Menurut data BPS Kota Depok (2022), jumlah penduduk per tahun 2022 adalah sebanyak 2.085.935 dari total 11 kecamatan. Luas wilayah Kota Depok secara keseluruhan sebesar 20136,567 ha, sedangkan luas ruang terbuka hijau (RTH) publik hanya mencapai 863 ha atau 4,31% dari luas wilayah administratif (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok, 2022). Berdasarkan Pasal 29 UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, proporsi RTH publik minimal sebesar 20%. Ketersediaan RTH di Kota Depok belum mencukupi minimal luas wilayah yang ditetapkan akibat alih fungsilahan.  \nPembangunan yang dilakukan secara berangsur menyebabkan area terbuka hijau kian berkurang. Haltersebut dapat menyebabkan degradasikualitaslingkunganseperti perubahan iklim, bencana alam, dan kelangkaansumber daya alam (Santoso dan Nurumudin, 2020) . Menurut Tursilowati dalam Sanger et al. (2016), peralihan fungsi lahan menyebabkan perubahan iklim lebih berdampak nyata dibandingkan dengan pemanasan global akibat polusi. Jika kondisi tersebut diabaikan tanpa adanya  \ntindakan pengendalian, maka dampaknya turut di","cbCaihemiioNGk11","https://ap.wps.com/l/cbCaihemiioNGk11","pdf",1628183,13,"Indonesian","# PENDAHULUAN","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang taman kota di Depok?\",\"answer\":\"Mengidentifikasi kondisi eksisting serta menganalisis kenyamanan termal dan estetika taman kota berdasarkan analisis tapak dan persepsi pengunjung.\"},{\"question\":\"Bagaimana evaluasi kenyamanan termal dan estetika dilakukan?\",\"answer\":\"Kenyamanan termal dinilai menggunakan Thermal Humidity Index (THI), sedangkan estetika lanskap dinilai dengan metode Scenic Beauty Estimation (SBE).\"},{\"question\":\"Bagaimana hasil penilaian kenyamanan termal dan estetika pada tiga taman?\",\"answer\":\"Hasil THI menunjukkan kenyamanan termal ketiga taman tergolong tidak nyaman hingga sangat tidak nyaman; Taman Lembah Gurame dan Taman Lembah Mawar memiliki estetika tinggi, sedangkan Taman Merdeka rendah.\"}]","EVALUASI KENYAMANAN TERMAL, ESTETIKA DAN PERSEPSI PENGUNJUNG TAMAN KOTA DI DEPOK | PDF",20]