[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232096-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-232096-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","evaluation-of-management-of-state-universities-with-legal-entity-status-ptnbh-case-study-of-diponegoro-university-and-semarang-state-university","Evaluasi Pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) - Studi Kasus Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang","","Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) melalui studi kasus pada Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara, observasi, dan studi pustaka untuk menilai mekanisme pengelolaan pendanaan serta dampaknya terhadap operasional universitas. Evaluasi dilakukan melalui dimensi administratif, judicial, dan politik. Hasil menunjukkan otonomi keuangan yang lebih luas, namun ketergantungan pada UKT tetap tinggi (UNDIP 45,17% dan UNNES 60,48%) serta diversifikasi pendapatan terbatas. Diperlukan strategi inovatif, tata kelola transparan, akuntabel, dan penguatan aksesibilitas pendidikan sesuai amanat konstitusi.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/evaluation-of-management-of-state-universities-with-legal-entity-status-ptnbh-case-study-of-diponegoro-university-and-semarang-state-university/232096/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/evaluation-of-management-of-state-universities-with-legal-entity-status-ptnbh-case-study-of-diponegoro-university-and-semarang-state-university/232096.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Dipper","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan penelitian tentang PTNBH pada UNDIP dan UNNES?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan mengevaluasi pengelolaan PTNBH melalui studi kasus pada UNDIP dan UNNES, termasuk mekanisme pendanaan dan dampaknya terhadap operasional universitas.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana tingkat ketergantungan UNDIP dan UNNES terhadap UKT?",{"text":68,"@type":64},"Ketergantungan terhadap UKT masih signifikan: 45,17% pada UNDIP dan 60,48% pada UNNES, dengan diversifikasi pendapatan yang terbatas terutama karena UNNES baru bertransformasi menjadi PTNBH pada 2022.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Dimensi evaluasi apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":72,"@type":64},"Evaluasi menggunakan teori Bingham, Felbinger, Howlet, dan Ramesh dengan tiga dimensi: evaluasi administratif, evaluasi judicial, dan evaluasi politik.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},232096,1789068833,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},1374404997633,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","“EVALUASI PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN  \nHUKUM (PTNBH)  \n(Studi Kasus Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang)”  \nAchmad Nuryana Saputra*), Supratiwi**)  \n[Email:](Email: putraaahmd@gmail.com)[ ](Email: putraaahmd@gmail.com)[putraaahmd@gmail.com](Email: putraaahmd@gmail.com)   \nDepartemen Politik dan Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro, Indonesia  \nJl. Prof. H. Soedarto, SH Tembalang, Semarang, Kode Pos 1269  \nWebsite: [https://www.fisip.undip.ac.id/](https://www.fisip.undip.ac.id/ Email:)[ Email:](https://www.fisip.undip.ac.id/ Email:) [fisip@undip.ac.id](fisip@undip.ac.id)  \nABSTRAK  \nPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan pada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dengan studi kasus pada Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Universitas Negeri Semarang (UNNES) . Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupawawancara, observasi, dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji mekanisme pengelolaan pendanaan PTNBH serta dampaknya terhadap operasional kedua universitas tersebut. Evaluasi dilakukan berdasarkan teori Bingham, Felbinger, Howlet, dan Ramesh yang mencakup tiga dimensi: evaluasiadministratif, evaluasi judicial, dan evaluasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun status PTNBH memberikan otonomi yang lebih luas dalam pengelolaan keuangan, kedua universitas masih menunjukkan ketergantungan yang signifikan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagaisumber pendanaan utama, dengan proporsi 45,17% pada UNDIP dan 60,48% pada UNNES. Diversifikasi sumber pendapatan masih terbatas, terutama pada UNNES yang baru bertransformasi menjadi PTNBH pada tahun 2022. Pada evaluasi administratif, ditemukan pencapaian IKU (Indikator Kinerja Utama) yang beragam, dengan beberapa target tercapai bahkan melampaui ekspektasi sepertijumlah publikasi internasional dan akreditasi program studi, sementara beberapa aspek lain seperti kewirausahaan mahasiswa dan rasio dosen-mahasiswa masih memerlukan perbaikan. Evaluasi judicial menunjukkan bahwa implementasi kebijakan PTNBH telah memiliki landasan hukum yang kuat, meskipun masih terdapat tantangan dalam menyeimbangkan otonomi pengelolaan denganprinsip keadilan sosial dalam aksesibilitas pendidikan. Evaluasi politik mengungkapkan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang efektifantara Kemendiktisaintek sebagai pembuat kebijakan dengan perguruan tinggi sebagai pelaksana kebijakan. Penelitian menyimpulkan bahwa transformasi menjadi PTNBH memberikan peluang signifikan bagi pengembangan universitas, namun juga menimbulkantantangan dalam diversifikasi pendapatan dan menjaga aksesibilitas pendidikan. Diperlukan strategi yang lebih inovatifdalam mengurangi ketergantungan pada UKT dan APBN, memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta memastikan bahwa pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan amanat konstitusi.  \nKata Kunci: PTNBH, Pengelolaan Keuangan, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Evaluasi Kebijakan, Otonomi Perguruan Tinggi  \nABSTRACT  \nThis research aims to management at State Universities with Legal Entity Status (PTNBH) through case studies at Diponegoro University (UNDIP) and Semarang State University (UNNES). Using a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and literature studies, this research examines the funding management mechanisms of PTNBHand their impact on the operations of both universities. The evaluation is based on theories by Bingham, Felbinger, Howlet, and Ramesh, covering three dimensions: administrative evaluation, judicial evaluation, and political evaluation.Research findings show that although PTNBH status provides broader autonomy in financial management, both universities still demonstrate significant dependence on Single Tuition Fees (UKT) as their primary funding source, with proportions of 45.17% at UNDIP and 60.48% at UNNES. Revenue diversification remains limited,","cbCaiaxziM2uOiz7","https://ap.wps.com/l/cbCaiaxziM2uOiz7","pdf",301314,19,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Peran pendidikan tinggi dan dasar regulasi","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang PTNBH pada UNDIP dan UNNES?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengevaluasi pengelolaan PTNBH melalui studi kasus pada UNDIP dan UNNES, termasuk mekanisme pendanaan dan dampaknya terhadap operasional universitas.\"},{\"question\":\"Bagaimana tingkat ketergantungan UNDIP dan UNNES terhadap UKT?\",\"answer\":\"Ketergantungan terhadap UKT masih signifikan: 45,17% pada UNDIP dan 60,48% pada UNNES, dengan diversifikasi pendapatan yang terbatas terutama karena UNNES baru bertransformasi menjadi PTNBH pada 2022.\"},{\"question\":\"Dimensi evaluasi apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Evaluasi menggunakan teori Bingham, Felbinger, Howlet, dan Ramesh dengan tiga dimensi: evaluasi administratif, evaluasi judicial, dan evaluasi politik.\"}]","Evaluasi Pengelolaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) - Studi Kasus Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Semarang | PDF",29]