[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-230579-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-230579-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","evaluation-of-government-policy-implementation-for-pppk-selection-in-ambon-city","EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP SELEKSI PPPK DI KOTA AMBON","","Penelitian mengevaluasi penerapan kebijakan pemerintah terhadap seleksi PPPK di Kota Ambon dengan menggunakan model CIPP: context, input, process, dan product. Proses pengumpulan data dilakukan secara kualitatif deskriptif melalui wawancara kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Kota Ambon serta kuesioner kepada guru peserta PPPK. Hasil menunjukkan kebijakan PPPK membantu guru honorer memperoleh hak setara dengan ASN, namun tidak sepenuhnya mengakomodasi seluruh guru honorer karena kendala teknis baik pada aspek pelamar maupun pelaksanaan. Evaluasi diharapkan mendorong perbaikan oleh pansel pusat.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/evaluation-of-government-policy-implementation-for-pppk-selection-in-ambon-city/230579/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/evaluation-of-government-policy-implementation-for-pppk-selection-in-ambon-city/230579.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Jacob","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa tujuan penelitian tentang seleksi PPPK di Kota Ambon?","Question",{"text":63,"@type":64},"Penelitian bertujuan mengevaluasi kebijakan pelaksanaan seleksi PPPK di Kota Ambon menggunakan model CIPP: context, input, process, dan product.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana metode pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini?",{"text":68,"@type":64},"Data dikumpulkan secara kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Kota Ambon serta penyebaran kuesioner kepada guru peserta PPPK.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa temuan utama terkait kebijakan PPPK bagi guru honorer?",{"text":72,"@type":64},"Kebijakan PPPK dinilai sebagai kebijakan baik karena membantu guru honorer memperoleh hak setara ASN, tetapi belum mampu mengakomodasi seluruh guru honorer karena kendala teknis di lapangan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},230579,1789051892,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},962084931830,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP SELEKSI PPPK DI KOTA AMBON  \nDelta Ete 1*),  \n1Sekolah Kristen Kalam Kudus Ambon  \n*)Corresponding author, e-mail: [deltaete@gmail.com](deltaete@gmail.com)  \nAbstract  \nTeachers are the driving force that plays an important role both in terms of Knowledge and cognitive growth of children. As the main pillar in the world of education, teacher welfare is still very behind. The government policy taken to equalize the rights of teachers who have served in the world of education for many years is to make policies that can make it easier for all teachers who are registered as honorary teachers to have equality with all civil servants. Therefore, the government has made a policy since 2021 to equalize the rights for every honorary teacher, namely by establishing a PPPK Policy or Government Employee with a Work agreement. this policy aims to provide equal rights for all honorary teachers in Indonesia. This study aims to evaluate the PPPK selection policy in Ambon city using the CIPP model or context, inputs, processes and products at the Ambon City government office asthe Implementer of PPPK selection activities. This study used a descriptive model and qualitative data collection. The data was conducted through interviews with the Head of the Education Office and the Head of the BKD in Ambon city as well as the distribution of questionnaires to each teacher participating in PPPK. This study explains that the selection of government employees with an employment agreement is one of the good policies that help an honorary teacher to get the same rights as ASN, but also tells that this policy is not a policy that can accommodate all honorary teachers to be able to receive these rights, because there are technical obstacles in the field both in terms of applicants and from a technical point of view, therefore this policy is not a policy that can accommodate all honorary teachers to be able to receive these rights. It is hoped that through this evaluation, participants and the government, in this case, the Central Committee can consider small things that have become the cause of the obstacles faced in the field. The contribution of this research can be one of the references for the government to consider the process of a policy.  \nKeywords: Evaluation, Government employee with Work agreement, CIPP Model  \nAbstrak  \nGuru merupakan motor penggerak yang memegang peranan penting baik darisegi Knowledge maupun koknitif pertumbuhan anak. Sebagai pilar utamadalam dunia pendidikan kesejahteraan guru masih sangat tertinggal. Kebijakanpemerintah yang diambil untuk menyetarakan hak guru yang telah melayanipada dunia pendidikan bertahun-tahun adalah dengan mebuat kebijakan yang dapat mempermudah seluruh guru yang terdaftar sebagai guru honorer untukmemiliki kesetaraan dengan semua ASN. Oleh sebab itu maka pemerintah membuat sebuah kebijakan sejak tahun 2021 untuk menyamaratan hak bagi setiap guru honorer yaitu dengan menetapkan Kebijakan PPPK atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja.kebijakan ini bertujuan untuk memberikan hak yang sama bagi semua guru honorer di indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan peleksanaan seleksi PPPK di kota Ambondengan menggunakan model CIPP atau conteks, input, proses dan produk pada kantor pemerintahan Kota Ambon selaku Pelaksana Kegiatan seleksi PPPK.  \nPenelitian ini menggunakan model descriptive serta pengumpulan data yang dilakukan secara kualitatif. Data dilakukan melalui wawancara kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD kota Ambon serta pembagian kuesionerkepada setiap guru peserta PPPK. Penelitian ini menjelaskan bahwapelaksanaan seleksi Pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja merupakan salah satu kebijakan yang baik yang membantu seorang guru honorer untukmendapatakan hak yang sama dengan ASN namun juga meberitaukan bahwakebijakan ini bukanlah kebiajakan yang mampu mengakomodir seluru guru honorer untuk dapat menerima hak ters","cbCaiqvkyWnYwyUz","https://ap.wps.com/l/cbCaiqvkyWnYwyUz","pdf",887946,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang Kota Ambon dan konteks pembangunan\n## Landasan regulasi perencanaan pembangunan daerah","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang seleksi PPPK di Kota Ambon?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengevaluasi kebijakan pelaksanaan seleksi PPPK di Kota Ambon menggunakan model CIPP: context, input, process, dan product.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Data dikumpulkan secara kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala BKD Kota Ambon serta penyebaran kuesioner kepada guru peserta PPPK.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama terkait kebijakan PPPK bagi guru honorer?\",\"answer\":\"Kebijakan PPPK dinilai sebagai kebijakan baik karena membantu guru honorer memperoleh hak setara ASN, tetapi belum mampu mengakomodasi seluruh guru honorer karena kendala teknis di lapangan.\"}]","EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP SELEKSI PPPK DI KOTA AMBON | PDF",17]