[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39667-id":3,"doc-seo-39667-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":96},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39667,3848291630094,"Emma Wilson","https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45",55,"Agama & Spiritualitas","Epistemologi Tafsir Kontemporer","Buku Epistemologi Tafsir Kontemporer membahas dasar pengetahuan dan karakter metode dalam penafsiran Al-Qur’an agar tetap relevan lintas zaman. Teks menyoroti problem pemahaman yang parsial dan ideologis sehingga berjarak dari konteks sosial-keagamaan. Disajikan pergeseran paradigma dari literalis-ideologis menuju kritis-kontekstual, serta periodisasi nalar: formatif (kritis), afirmatif (ideologis), dan reformatif (kritis). Fokus kajian diarahkan pada metodologi Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur melalui analisis komparatif.","Epistemologi Tafsir Kontemporer  \nDr. Abdul Mustaqim  \nEPISTEMOLOGI TAFSIR KONTEMPORER  \nAbdul Mustaqim © LKiS, 2010  \nxx + 366 halaman: 14,5 x 21 cm  \n1. Epistemologi tafsir kontemporer  \n2. Hakikat tafsir  \n3. Tolok ukur kebenaran tafsir  \nISBN: 979-1283-21-4  \nISBN 13: 978-979-1283-21-2  \nEditor: Fuad Mustafid  \nPemeriksa aksara: As’adullah al-Faruq  \nRancang sampul: Haitami El-Jaid  \nPenata isi: Santo  \nPenerbit & Distribusi:  \nLKiS Yogyakarta  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp.: (0274) 387194  \nFaks. : (0274) 379430  \n[http://www.lkis.co.id](http://www.lkis.co.id)  \ne-mail: [lkis@lkis.co.id](lkis@lkis.co.id)  \n[Cetakan I: Oktober 2010](Cetakan I: Oktober 2010)  \nPercetakan :  \nPT. LKiS Printing Cemerlang  \nSalakan Baru No. 1 Sewon Bantul Jl. Parangtritis Km. 4,4 Yogyakarta Telp. : (0274) 7472110, 417762  \ne-mail: [elkisprinting@yahoo.co.id](elkisprinting@yahoo.co.id)  \nPENGANTAR REDAKSI  \nAl-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuatajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalamposisinya sebagai kitab petunjuk, Al-Qur’an diyakini tidak akan pernah lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks Al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Fenomenainilah yang menggelisahkan para mufassir modern-kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi, dan Nasr Hamid Abu Zaid.  \nMenurut para mufassir modern-kontemporer ini, yang dibutuhkan saat ini adalah model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman atas Al-Qur’an agar kitab suci umat Islamini benar-benar menjadi kitab petunjuk yang akan senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman atas Al-Qur’an harus digeser dan diubah; dari paradigma literalis-ideologis yang sudah berlangsung selama beberapa abad lamanya menjadi paradigma kritis-kontekstual. Tanpa adanya perubahan paradigmadalam membaca dan memahami kalam Tuhan tersebut maka yang  \nEpistemologi Tafsir Kontemporer  \nmuncul hanyalah pembacaan yang berulang-ulang (al-qira’ah almutakarrirah) dan tidak produktif.  \nBuku yang ada di hadapan pembaca ini, yang pada mulanya merupakan karya disertasi Abdul Mustaqim di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengkaji pemikiran dan metodologi penafsiran duatokoh yang cukup representatif mewakili para pemikir muslim kontemporer di bidang kajian keislaman, khususnya di bidang tafsir, yakni Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur. Kedua tokoh tersebut dinilai oleh penulis buku ini mewakili pemikiran dari dua wilayah yang berbeda, yakni India (Indo-Pakistan) dan Timur Tengah (Syiria) . Dengan menggunakan analisis komparatif, penulis buku ini mengkaji secara mendalam dan juga kritis terhadap metodologi penafsiran Al-Qur’an yang ditawarkan oleh Rahman dan Syahrur beserta implikasi yang ditimbulkannya.  \nPenulis mengawali kajiannya dalam buku ini dengan memotret sejarah perkembangan tafsir sejak era nabi hingga era modernkontemporer dengan menggunakan perspektif the history of ideanya Ignaz Goldziher. Dari hasil penelusurannya atas sejarah tafsir, ditemukanlah fakta bahwa telah terjadi pergeseran paradigmadalam sejarah penafsiran Al-Qur’an, yang dapat dipetakan menjadi tiga babakan atau periodisasi penafsiran Al-Qur’an dengan basis penalarannya masing-masing. Pertama, periode formatif, yakni penafsiran Al-Qur’an yang terjadi atau berlangsung di masa nabi dan para sahabat hingga era pasca sahabat. Pada periode ini, nalaryang digunakan dalam menafsirkan Al-Qur’an adalah nalar kuasikritis. Kedua, periode afirmatif, yakni penafsiran Al-Qur’an yang terjadi pada Abad Pertengahan Islam, yang mendasarkan penafsirannya pada nalar ideologis. Ketiga, periode reformatif, yakni penafsiran Al-Qur’an yang terjadi pada abad modern-kontemporer. Pa","cbCailXjO1D2D0ZO","https://ap.wps.com/l/cbCailXjO1D2D0ZO","pdf",1372157,5,1,386,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Redaksi\n## Relevansi Al-Qur’an dan perubahan paradigma\n## Sejarah perkembangan tafsir dan periodisasi\n## Nalar penafsiran: formatif, afirmatif, reformatif\n## Kritik Rahman dan Syahrur serta metodologi penafsiran","[{\"question\":\"Mengapa pemahaman Al-Qur’an dinilai sering menjadi parsial dan ideologis?\",\"answer\":\"Teks menjelaskan bahwa pemahaman Al-Qur’an kerap dilakukan secara parsial dan ideologis sehingga tampak seperti teks yang mati dan kurang responsif terhadap perkembangan zaman.\"},{\"question\":\"Paradigma membaca dan memahami Al-Qur’an seperti apa yang ditawarkan dalam buku ini?\",\"answer\":\"Buku ini mengarahkan pergeseran dari paradigma literalis-ideologis menuju paradigma kritis-kontekstual agar Al-Qur’an mampu merespons problem sosial-keagamaan di setiap zaman dan tempat.\"},{\"question\":\"Bagaimana pembagian periodisasi sejarah tafsir menurut buku ini?\",\"answer\":\"Buku memetakan sejarah tafsir menjadi tiga periode: formatif (nalar kritis), afirmatif (nalar ideologis), dan reformatif era modern-kontemporer (nalar kritis).\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur menurut pengantar buku?\",\"answer\":\"Rahman menawarkan hermeneutika double movement dan metode tematik (maudhu’i). Syahrur menawarkan ijtihad dengan pendekatan teori hudud untuk ayat muhkamat, serta hermeneutika takwil dengan pendekatan linguistik-saintifik untuk ayat mutasyabihat.\"}]",1783085748,594,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":91,"head_meta":93,"extra_data":95,"updated_unix":28},"epistemology-of-contemporary-quranic-exegesis","",{"@graph":36,"@context":90},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/epistemology-of-contemporary-quranic-exegesis/39667/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82,86],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa pemahaman Al-Qur’an dinilai sering menjadi parsial dan ideologis?","Question",{"text":76,"@type":77},"Teks menjelaskan bahwa pemahaman Al-Qur’an kerap dilakukan secara parsial dan ideologis sehingga tampak seperti teks yang mati dan kurang responsif terhadap perkembangan zaman.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Paradigma membaca dan memahami Al-Qur’an seperti apa yang ditawarkan dalam buku ini?",{"text":81,"@type":77},"Buku ini mengarahkan pergeseran dari paradigma literalis-ideologis menuju paradigma kritis-kontekstual agar Al-Qur’an mampu merespons problem sosial-keagamaan di setiap zaman dan tempat.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana pembagian periodisasi sejarah tafsir menurut buku ini?",{"text":85,"@type":77},"Buku memetakan sejarah tafsir menjadi tiga periode: formatif (nalar kritis), afirmatif (nalar ideologis), dan reformatif era modern-kontemporer (nalar kritis).",{"name":87,"@type":74,"acceptedAnswer":88},"Metode apa yang digunakan Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur menurut pengantar buku?",{"text":89,"@type":77},"Rahman menawarkan hermeneutika double movement dan metode tematik (maudhu’i). Syahrur menawarkan ijtihad dengan pendekatan teori hudud untuk ayat muhkamat, serta hermeneutika takwil dengan pendekatan linguistik-saintifik untuk ayat mutasyabihat.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":92,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":94,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":97},[98,101,105,109,113,117,121,125,129,133],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":99,"slug":100},60,"religion-spirituality",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":99,"slug":104},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":99,"slug":108},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":99,"slug":112},51,"Komik","comic",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":99,"slug":116},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":99,"slug":120},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":99,"slug":124},49,"Sastra","literature",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":99,"slug":128},52,"Teknologi","technology",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":99,"slug":132},50,"Ujian","exam",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":135,"show_sort_weight":99,"slug":136},57,"Umum","general"]