[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-316869-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-316869-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","effect-of-the-characteristics-of-pharmacy-program-graduates-on-results-of-objective-structured-clinical-examination-osce-research-abstract","Pengaruh Karakteristik Lulusan Mahasiswa Program Studi Apoteker terhadap Hasil Ujian Metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) - Abstrak Penelitian","","Penelitian ini mengkaji pengaruh karakteristik lulusan mahasiswa Program Studi Apoteker terhadap hasil ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Desain penelitian menggunakan cross-sectional study dengan purposive sampling pada 94 responden lulusan yang telah melaksanakan ujian OSCE. Karakteristik yang dianalisis meliputi jenis kelamin, nilai IPK S1, masa studi S1, minat bidang farmasi, serta bidang pekerjaan. Uji Spearman digunakan untuk menilai hubungan, dan hasil menunjukkan pengaruh signifikan pada karakteristik IPK terhadap nilai kompetensi OSCE.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/","Layanan Kesehatan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/effect-of-the-characteristics-of-pharmacy-program-graduates-on-results-of-objective-structured-clinical-examination-osce-research-abstract/316869/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/effect-of-the-characteristics-of-pharmacy-program-graduates-on-results-of-objective-structured-clinical-examination-osce-research-abstract/316869.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Oliver Hayes","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-20",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan penelitian ini terhadap hasil ujian OSCE?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan pengaruh karakteristik lulusan Program Studi Apoteker terhadap hasil ujian metode OSCE.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana metode penelitian dan pengambilan sampel dilakukan?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan purposive sampling pada lulusan yang telah mengikuti ujian OSCE.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Karakteristik apa saja yang dianalisis dalam penelitian?",{"text":71,"@type":63},"Karakteristik yang diidentifikasi meliputi jenis kelamin, nilai IPK S1, masa studi S1, minat bidang farmasi, serta bidang pekerjaan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},316869,1790049150,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,103,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":102},53,"healthcare",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":105,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":101,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":141,"read_time":142},687207020761,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","Pengaruh Karakteristik Lulusan Mahasiswa Program Studi Apoteker terhadap Hasil Ujian Metode Objective Structured  \nClinical Examination  \nNialiana Endah Endriastuti*1, Masita Wulandari Suryoputri 1, Eva Dania Kosasih 1, Sri Rahayu  \nNur Marhamah1  \n1Jurusan Farmasi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia  \n*Corresponding Author e-mail: [nialiana@unsoed.ac.id](nialiana@unsoed.ac.id)  \nReceived: 30 Januari 2025 | Revised: 26 Mei 2025 | Accepted: 11 Juni 2025  \nABSTRAK  \nPendidikan profesi apoteker di Indonesia telah menggunakan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) sebagai evaluasi pembelajaran akademik berbasis praktik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik terhadap hasil ujian metode OSCE. Metode penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional study. Responden penelitian adalah lulusan mahasiswa profesiapoteker di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang telah melaksanakan ujian OSCE. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengisian data dan nilai hasil OSCE. Karakteristik yang diidentifikasi berupa jenis kelamin, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) S1, masa studi S1, minat bidang farmasi dan bidang pekerjaan. Data dianalisis dengan uji Spearman untuk melihat pengaruh karakteristik lulusan mahasiswa program studi apoteker dengan hasil nilai ujian OSCE. Hasil penelitian diperoleh sejumlah 94 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil karakteristik nilai IPK responden adalah 13,8%(n=13) dengan IPK 2,51-3,00; 53,2%(n=50) IPK 3,01 – 3,50; dan 31%(n=33) IPK 3,51-4,00 . Hasil uji Spearman menunjukkan pengaruh signifikan pada karakteristik IPK dengan nilai p-value 0,010 (pvalue\u003C0,05) . Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,264, bernilai positif yang berarti memilikikecenderungan semakin tinggi nilai IPK S1 , semakin tinggi hasil uji kompetensi OSCE. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nilai IPK S1 terhadap hasil uji kompetensi OSCE. Keterampilan klinis perlu diasah dan dioptimalkan pada level S1 agar menjadi mahasiswa terampil dan siap dalam menghadapi OSCE. Dengan demikian, pendidikan farmasi perlu menyiapkan mekanisme pembelajaran berbasis keterampilan sedini mungkin pada level S1 untuk kesuksesan uji kompetensi apoteker metode OSCE.  \nKata kunci: apoteker, karakteristik, Objective Structured Clinical Examination  \nPENDAHULUAN  \nUji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) merupakan upaya standardisasi kompetensi tenaga kesehatan, khususnya apoteker sebagai tenaga kefarmasian. Ujian tersebut diselenggarakan untuk menguji penguasaan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku calon lulusan pendidikan profesi apoteker dalam rangka memperoleh Sertifikat Kompetensi Apoteker Indonesia sebagai dasar untuk melakukan praktik kefarmasian di Indonesia. Penyelenggaraan ujian kompetensi apoteker sebagai ujian nasional pada tahap akhir pendidikan diharapkan mendorong kesadaran mawas diri dan upaya pengembangan diri apoteker secara berkelanjutan (life-long learning)(National Examination on Pharmacists Competencies Committee, 2019) .  \nPendidikan farmasi saat ini mengadopsi metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk mengevaluasi kinerja mahasiswa seperti pendidikan dokter. OSCE telah memberikan pengalaman belajar yang berguna bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan klinis untuk menjadiapoteker yang profesional dan berkompeten (Kristina & Wijoyo, 2019) . OSCE adalah metode skill assessment yang dirancang dalam format spesifik berupa suatu seri station dimana semua peserta ujianakan berotasi dari satu station ke station lainnya dalam waktu tertentu. Jumlah station yang diujikan bervariasi antara 7-12 station. Setiap station dibuat seperti kondisi yang mendekati kondisi sebenarnya. Di masing-masing station kandidat akan dihadapkan pada simulasi tugas/ masalah praktik kefarmasian yang harus diselesaikan. Kandidat akan diobservasi ol","cbCain6aOZ6v51Gx","https://ap.wps.com/l/cbCain6aOZ6v51Gx","pdf",298978,9,"Indonesian","# Pendahuluan\n## UKMPPAI dan tujuan ujian kompetensi apoteker\n## Penggunaan OSCE dalam pendidikan farmasi\n## Konsep desain OSCE (station dan penilaian)\n## Keunggulan OSCE dibanding metode lain","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini terhadap hasil ujian OSCE?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan pengaruh karakteristik lulusan Program Studi Apoteker terhadap hasil ujian metode OSCE.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dan pengambilan sampel dilakukan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan desain cross-sectional study dengan purposive sampling pada lulusan yang telah mengikuti ujian OSCE.\"},{\"question\":\"Karakteristik apa saja yang dianalisis dalam penelitian?\",\"answer\":\"Karakteristik yang diidentifikasi meliputi jenis kelamin, nilai IPK S1, masa studi S1, minat bidang farmasi, serta bidang pekerjaan.\"}]","Pengaruh Karakteristik Lulusan Mahasiswa Program Studi Apoteker terhadap Hasil Ujian Metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) - Abstrak Penelitian | PDF",1789925719,14]