[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-294123-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-294123-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","effect-of-motivation-distortion-on-forced-choice-tests","PENGARUH DISTORSI MOTIVASI TERHADAP TES FORCED CHOICE","","Penelitian bertujuan (1) mengadaptasi instrumen pengukuran psikologis Survey of Interpersonal Values (SIV) berbentuk forced choice ke konteks masyarakat Indonesia menjadi Tes Survei Nilai-nilai Interpersonal (SN/), serta (2) menilai kemampuan dan efektivitas metode forced choice untuk mengatasi jawaban tidak jujur responden. Uji pada dua eksperimen menunjukkan perbedaan signifikan pada beberapa faktor SN/ antara kondisi konseling (jujur) dan seleksi (distorsi motivasi).",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/","Ujian",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/effect-of-motivation-distortion-on-forced-choice-tests/294123/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/effect-of-motivation-distortion-on-forced-choice-tests/294123.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Mia  ","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-17",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Penelitian ini bertujuan melakukan apa terhadap instrumen SIV?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian ini bertujuan mengadaptasi instrumen SIV berbentuk forced choice ke konteks masyarakat Indonesia menjadi Tes Survei Nilai-nilai Interpersonal (SN/).","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana desain eksperimen pada studi ini?",{"text":67,"@type":63},"Eksperimen menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design, dengan SN/ sebagai pretes pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pada pengukuran postes, kelompok eksperimen diberi perlakuan untuk memanipulasi motivasi agar melakukan fake-good.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa hasil utama terkait jawaban tidak jujur dan forced choice?",{"text":71,"@type":63},"Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi konseling dan kondisi seleksi pada beberapa faktor SN/. Pada eksperimen 2, lima dari keenam faktor dapat dijawab secara tidak jujur secara signifikan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},294123,1790496287,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,108,112,116,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":86,"slug":107},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":86,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":86,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":117,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":141,"read_time":142},687207024478,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","PENGARUH DISTORSI MOTIVASITERHADAP TES FORCED CHOICE  \nJohan Setlawan  \nAmitya Kumara  \nDicky HastJarJo  \nUniversitas Gadjah Mada  \nINTISARI  \nPenelitian lni bertujuan untuk (1) mengawa/i proses adaptasi instrumen pengukuran psiko/ogis The Survey of Interpersonal Values (SIV), satu instrumen yang berbentukforced·choice. ke dalam konteksmasyarakat Indonesia. Hasil adaptasi tes SIV ke dafam konteksmasyarakat Indonesia disebut Tes Survei Nifai-nifai Interpersonal (SN/}, dan (2) mengetahui kemampuan dan efektivitas metode forced choice untuk mengatasijawaban-jawaban yang tidakjujur dari responden suatu instrumen pengukuran psikofogis.  \nUji beda terhadap hasif tes 42 subjek mahasiswa LPK Tabitha (eksperimen 1) menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi kon· seling dan kondisi seleksipada beberapa faktor dari SN/, yaitu Kebaikan Hati dan Kepemimpinan. Perbedaan ini menjadi sangat jelas terlihatdalam uji beda terhadap hasil tes 46 subjek mahasiswa baru Fakultas Teologia UKOW (eksperimen 2) yang menunjukkan bahwa lima dari keenam faktor dalam SN/ dapat dijawab dengan tidak jujur secara signifikan. Pembahasan dan implikasi dari hasif penemuan ini diuraikansecara fuss dalam laporan penelitian. Hasil pengujian validitas konkuren dan reliabilitas tes ulang pada skala-ska/a dalam SN/ menunjukkan potens, penggunaan SN/ untuk keperluan pengukuran kepribadian di Indonesia.  \nKata kunci : distorsi motivasi. tes forced choice, social desirability.  \nJohan Setiawan ada/ah alumnus Fakultas Psikologi UGM.  \nAmitya Kumara adalah dosen Psikologi UGM. Sarjana Psikologi diperoleh dari UGMtahun 1985. GelarMagister diperoleh dari Program Pases Sarjana UGM (1990).  \nDicky llast/ar/o eaeten dosen Psikologi UGM. Mendapatkan gelar Sarjana Psiko· logi dari UGM tahun 1981. Gelar M.A.  \n(1990) dan Ph.D. (1991) dtoeroten dari The American University, USA.  \nPSIKOLOGIKA Nomor 2 Tahun II Jnauan 1997  \nPENGANTAR  \nT es-tes ps1kologi telah digunakan secara  \nsangat luas di berbagai negara untuk berbagai kepertuan, pada bermacam-macam situasi, serta untuk kelompok subjek yang berbeda-beda. Menurut suatu hasil survei, tes psikologi paling banyak diguna· kan untuk tujuan diagnostik, pemberian bimbingan, seleksi. dan penempatan (Oak· land, 1995) . Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang tampaknya 1uga menunjukkan keadaan dan kebutuhanyang serupa.  \n67  \nJohan Seti awan. Amitya Ki..rnara, Dicky Hasijarjo  \nlnstrumen-instrumen pengukuran psi· kologis ini memiliki bentuk dan jenis yang sangat beragam. Salah satu bentuk les yang paling banyak digunakan adalah kuesioner untuk pengukuran kepribadian. Ma· salah potensial yang dihadapi dalam pemakaian kuesioner kepribadian adalah kecenderungan subjek untuk memberikan ja· waban secara tidak jujur (Anastasi, 1988; Cattel, Eber, & Tatsuoka, 1992; Comrey, 1993). Ketidakjujuran semacam ini merupa· kan kasus khusus dari pola jawaban yang mengikut1 harapan sosrat (Edwards dalam Guion, 1965; Hogan & Stokes dalam Kluger, Reilly & Russell. 1991 ; Trent dkk daiam Kiugei. Reiiiy & Russell. 1991 ). Jawaban yang tidak jujur pahng sering dijumpai dalam situasi di mana tes digunakanuntuk maksud evatuasi.  \nStudi-studi yang telah di1akukan menunjukkan bahwa permasalahan ketidak jujuran mutlak perlu dihadapi dan dipe cahkan demi tersusunnya suatu instrumen psikologis yang baik, sebab validitas em­ pms menjadi menurun oleh ketidakjujuran, bahkan dengan jumlah pembohong (faker) yang relatif kecil (Zarbe & Paulus dalam Lautensichlanger & Flaherty, 1990). Salah satu dari berbagai usaha yang telah di· lakukan untuk mengatasi masalah iru eoalah dengan menggunakan bentuk tes forced choice (prllhan yang dipaksakan). Oengan latar belakang pentingnya pengen­ dalian ketidakjujuran dalam kuesionerkepribadian, peneliuan ini berusaha menjawab permasalahan: \"Apakah ada pertedaan has ii tes yang berbentuk forced choi· ce antara individu dalam kondisi nonnal (jujur) dibandingkan dengan 1ndividudalam kondisi distorsi motivasi (tidak [ujur]?\"  \nSecara o","cbCaiqwEmd4iIyMZ","https://ap.wps.com/l/cbCaiqwEmd4iIyMZ","pdf",2427172,9,"Indonesian","# Pengantar\n## Latar belakang penggunaan tes psikologi\n## Masalah ketidakjujuran pada kuesioner kepribadian\n## Tujuan dan permasalahan penelitian\n# Intisari\n## Adaptasi instrumen SIV ke konteks Indonesia\n## Pengujian efektivitas forced choice\n# Metode\n## Eksperimen 1\n## Eksperimen 2","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan melakukan apa terhadap instrumen SIV?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mengadaptasi instrumen SIV berbentuk forced choice ke konteks masyarakat Indonesia menjadi Tes Survei Nilai-nilai Interpersonal (SN/).\"},{\"question\":\"Bagaimana desain eksperimen pada studi ini?\",\"answer\":\"Eksperimen menggunakan Pretest-Posttest Control Group Design, dengan SN/ sebagai pretes pada kelompok eksperimen dan kontrol. Pada pengukuran postes, kelompok eksperimen diberi perlakuan untuk memanipulasi motivasi agar melakukan fake-good.\"},{\"question\":\"Apa hasil utama terkait jawaban tidak jujur dan forced choice?\",\"answer\":\"Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi konseling dan kondisi seleksi pada beberapa faktor SN/. Pada eksperimen 2, lima dari keenam faktor dapat dijawab secara tidak jujur secara signifikan.\"}]","PENGARUH DISTORSI MOTIVASI TERHADAP TES FORCED CHOICE | PDF",1789675478,14]