[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-199684-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84,"doc-detail-199684-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":77,"head_meta":79,"extra_data":81,"updated_unix":83},113,"id","educational-quality-management-and-school-choice-shift-a-multi-site-study-on-community-preferences-for-public-and-private-primary-schools-in-ponorogo","Manajemen Mutu Pendidikan dan Pergeseran School Choice - Studi Multisitus tentang Preferensi Masyarakat terhadap Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Ponorogo","","Pergeseran preferensi masyarakat terhadap pilihan Sekolah Dasar menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan Sekolah Dasar Negeri seiring pesatnya pertumbuhan Sekolah Dasar Swasta. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi, memetakan strategi positioning kualitas pada kedua jenis institusi, serta menjelaskan implikasinya terhadap pola school choice di Kabupaten Ponorogo. Pendekatan kualitatif multisitus digunakan pada sekolah yang mengalami penurunan dan sekolah swasta keagamaan yang meningkat peminatnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan analisis dokumen; validitas diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan pergeseran rasionalitas berbasis biaya menjadi pilihan berbasis nilai seperti penguatan moral-spiritual, perlindungan anak, keunggulan program, public relations digital, dan budaya organisasi berorientasi kepuasan. Sebaliknya, sekolah negeri terkendala birokrasi kaku, pembatasan regulasi, dan stagnasi budaya kerja guru. Rekomendasi menekankan reformasi kebijakan agar otonomi dan fleksibilitas tata kelola sekolah negeri meningkat untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.",{"@graph":14,"@context":76},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/educational-quality-management-and-school-choice-shift-a-multi-site-study-on-community-preferences-for-public-and-private-primary-schools-in-ponorogo/199684/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/educational-quality-management-and-school-choice-shift-a-multi-site-study-on-community-preferences-for-public-and-private-primary-schools-in-ponorogo/199684.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Kyle","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-06","2026-09-04",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68,72],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan utama penelitian tentang school choice di Kabupaten Ponorogo?","Question",{"text":62,"@type":63},"Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat, memetakan strategi positioning kualitas pada Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, serta menjelaskan implikasinya terhadap pola school choice di Ponorogo.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana pendekatan dan rancangan penelitian dilakukan?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Lokasi dipilih secara purposive pada Sekolah Dasar Negeri yang mengalami penurunan peserta didik dan Sekolah Dasar Swasta berbasis keagamaan yang meningkat peminatnya.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Mengapa preferensi masyarakat bergeser dari pertimbangan biaya ke nilai tertentu?",{"text":71,"@type":63},"Temuan menunjukkan pilihan tidak lagi berfokus pada biaya pendidikan gratis, melainkan pada kualitas layanan serta penguatan pendidikan karakter dan nilai keagamaan, inovasi program, kompetensi pendidik, keamanan lingkungan belajar, dan efektivitas komunikasi digital dengan orang tua.",{"name":73,"@type":60,"acceptedAnswer":74},"Apa yang menjadi rekomendasi untuk meningkatkan daya saing Sekolah Dasar Negeri?",{"text":75,"@type":63},"Penelitian merekomendasikan penguatan manajemen mutu pendidikan melalui peningkatan otonomi dan fleksibilitas tata kelola, inovasi layanan pembelajaran, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":78,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":80,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":82,"site_id":7},199684,1788506719,{"code":4,"msg":85,"data":86},"success",[87,92,96,100,104,108,111,115,119,123,127],{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":90,"slug":91},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":90,"slug":95},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":90,"slug":99},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":90,"slug":103},51,"Komik","comic",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":90,"slug":107},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":90,"slug":110},54,"research-report",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":90,"slug":114},49,"Sastra","literature",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":90,"slug":118},52,"Teknologi","technology",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":90,"slug":122},50,"Ujian","exam",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":90,"slug":126},57,"Umum","general",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":129,"show_sort_weight":4,"slug":130},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":85,"data":132},{"doc_id":82,"user_id":133,"nickname":42,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":109,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":140,"language":141,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":12,"update_tm":83,"read_time":145},3985741905716,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","Manajemen Mutu Pendidikandan Pergeseran School Choice: Studi Multisitustentang Preferensi Masyarakatterhadap Sekolah Dasar  \nNegeri dan Swastadi Ponorogo  \nPirmansah1, Alip Sugianto2  \nUniversitas Muhammadiyah Ponorogo  \n[Pirmasah20@gmail.com](Pirmasah20@gmail.com1)[1](Pirmasah20@gmail.com1) , [sugiantoalip@gmail.com](sugiantoalip@gmail.com2)[2](sugiantoalip@gmail.com2)  \nABSTRACT  \nShifting public preferences regarding primary school choices pose a serious challenge to the sustainability of public primary schools amidst the rapid growth of private primary schools. This study aims to analyze and describe in depth the factors influencing public preferences, the quality positioning strategies of both types of institutions, and the implications for school choice patterns in Ponorogo Regency. A qualitative approach utilizing a multi-site study design was employed; sites were selected purposively, focusing on public primary schools experiencing a significant decline in enrollment and religious-based private primary schools that serve as preferred choices. Data collection involved in-depth interviews, passive participant observation, and document analysis. Data analysis utilized an interactive model comprising individual-site and cross-site analysis, with data validity verified through source and technique triangulation. The findings reveal a radical shift from cost-based rational choices prioritizing free education to value-driven choices that emphasize moral-spiritual strengthening and child protection in the digital era. Private primary schools excel due to curricular flexibility, flagship programs (such as *Tahfidz* classes), aggressive digital public relations, and a customer-satisfaction-oriented organizational culture. Conversely, public primary schools suffer from declining competitiveness caused by regulatory constraints that stifle innovation, rigid bureaucracy, and a stagnant teacher work culture. The study recommends policy reforms that grant public primary school greater autonomy and governance flexibility, enabling them to adapt to the needs of modern society.  \nKeywords: Educational Quality Management, School Selection, Public Preference.  \nABSTRAK  \nPergeseran school choice pada jenjang sekolah dasar menjadi fenomena yang semakinmemengaruhi dinamika penyelenggaraan pendidikan, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap mutu layanan pendidikan. Manajemen mutu pendidikan menjadi salah satu faktor strategis yang menentukan daya saing sekolah dalam menarik minat  \nmasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen mutupendidikan pada Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran school choice, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap preferensi masyarakat di Kabupaten Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposivepada Sekolah Dasar Negeri yang mengalami penurunan jumlah peserta didik dan Sekolah Dasar Swasta berbasis keagamaan yang mengalami peningkatan jumlah peminat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studidokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi analisis situs individual dan analisis lintas situs, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasisumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutupendidikan berpengaruh signifikan terhadap pergeseran school choice. Masyarakat tidak lagi menjadikan biaya pendidikan sebagai pertimbangan utama, tetapi lebih mengutamakan kualitas layanan, penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan, inovasi program sekolah, kompetensi pendidik, keamanan lingkungan belajar, serta efektivitas komunikasi sekolah dengan orang tua melalui media digital. Sekolah Dasar Swasta menunjukkan keunggulan melalui pengelolaan mutu yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan, sedangkan Sekolah Dasar","cbCailIgVBicOupS","https://ap.wps.com/l/cbCailIgVBicOupS","pdf",253084,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konteks Desentralisasi dan Demokratisasi Pendidikan\n## Daya Saing Sekolah Dasar di Ponorogo\n## Fenomena Pergeseran Preferensi Masyarakat\n# Tujuan Penelitian\n# Metode Penelitian\n## Rancangan Studi Multisitus\n## Pemilihan Lokasi\n## Teknik Pengumpulan Data\n## Analisis Data\n## Uji Keabsahan Data\n# Hasil dan Pembahasan\n## Pergeseran Rasionalitas Pilihan: Biaya ke Nilai\n## Keunggulan Sekolah Dasar Swasta\n## Tantangan Sekolah Dasar Negeri\n# Rekomendasi Kebijakan","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang school choice di Kabupaten Ponorogo?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat, memetakan strategi positioning kualitas pada Sekolah Dasar Negeri dan Swasta, serta menjelaskan implikasinya terhadap pola school choice di Ponorogo.\"},{\"question\":\"Bagaimana pendekatan dan rancangan penelitian dilakukan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus. Lokasi dipilih secara purposive pada Sekolah Dasar Negeri yang mengalami penurunan peserta didik dan Sekolah Dasar Swasta berbasis keagamaan yang meningkat peminatnya.\"},{\"question\":\"Mengapa preferensi masyarakat bergeser dari pertimbangan biaya ke nilai tertentu?\",\"answer\":\"Temuan menunjukkan pilihan tidak lagi berfokus pada biaya pendidikan gratis, melainkan pada kualitas layanan serta penguatan pendidikan karakter dan nilai keagamaan, inovasi program, kompetensi pendidik, keamanan lingkungan belajar, dan efektivitas komunikasi digital dengan orang tua.\"},{\"question\":\"Apa yang menjadi rekomendasi untuk meningkatkan daya saing Sekolah Dasar Negeri?\",\"answer\":\"Penelitian merekomendasikan penguatan manajemen mutu pendidikan melalui peningkatan otonomi dan fleksibilitas tata kelola, inovasi layanan pembelajaran, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kemitraan dengan masyarakat.\"}]","Manajemen Mutu Pendidikan dan Pergeseran School Choice - Studi Multisitus tentang Preferensi Masyarakat terhadap Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di Ponorogo | PDF",17]