[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45719-id":3,"doc-seo-45719-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},45719,4398048950312,"Violet","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908",49,"Sastra","Ekofeminisme","Ekofeminisme: Kritik Sastra Berwawasan Ekologis dan Feminis membahas keterkaitan penindasan terhadap perempuan dengan eksploitasi alam melalui kerangka feminisme dan kajian sastra. Buku ini menguraikan konsep-konsep kunci seperti dekonstruksi, ekokritik, marginalisasi, patriarki, dan sastra hijau, lalu menerapkannya dalam pembacaan novel Indonesia. Analisis berfokus pada dekonstruksi kuasa patriarki atas alam, lingkungan, dan perempuan, termasuk pada serial Bilangan Fu serta novel Namaku Teweraut dan Isinga.","EKOFEMINISME:  \nKRITIK SASTRA BERWAWASAN EKOLOGIS DAN FEMINIS  \nWiyatmi  \nMaman Suryaman  \nEsti Swatikasari  \nCantrik Pustaka 2017 ISBN 978-602-6645-29-6  \nDAFTAR ISI  \nKata Pengantar 2  \nGlosarium 3  \nBAB 1 PENDAHULUAN: 5  \n1.1 Saatnya menjadi Generasi Berwawasan Ekologis dan Feminis 5  \n1.2 Sistematika Buku Ini 7  \nBAB 2 EKOFEMINISME SEBAGAI SALAH SATU RAGAMALIRAN FEMINISME 8  \n2.1 Ekofeminisme, Hubungan antara Ekologi dengan Feminisme 8  \n2.2 Ekofeminisme sebagai Salah Satu Aliran Feminisme  \nLainnya  \nBAB 3 EKOFEMINISME DAN SASTRA HIJAU DI INDONESIA  \n3.1 Alam, Lingkungan, dan Perempuan dalam Sastra Indonesia  \n3.2 Gerakan Sastra Hijau di Indonesia  \nBAB 4 KAJIAN EKOFEMINISME DALAM SASTRA INDONESIA  \n4.1 Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki  \natas Alam, Lingkungan, dan Perempuan dalam Novel-novel Indonesia  \n4.2 Ekofeminisme sebagai Strategi Dekonstruksiterhadap Kuasa Patriarki dalam Serial Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami  \n4.3 Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki atas Alam, Lingkungan Hidup, dan Perempuan Papua dalam Novel Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih dan Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany  \n8  \n13  \n13  \n15  \n18  \n18  \n62  \n75  \n4.4 Latihan dan Tugas 92 Daftar Pustaka 101  \nKata Pengantar  \nPuji syukur kami panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga buku ini dapat diselesaikansesuai dengan rencana. Buku berjudul Ekofeminisme: Kritik Sastra Berwawasan Ekologis dan Feminis ini dapat terwujud setelah penelitian Hibah Kompetensi yang didanai Ditjen Ristek Dikti tahun Anggaran 2016 seleasi dilaksanakan. Buku ini dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar mata kuliah Kritik Sastra di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Prodi Sastra Indonesia.  \nDengan selesainya buku ini kami mengucapkan terimakasih kepada sejumlah pihak, antara lain Ketua LPPM Universitas Negeri Yogyakarta berserta staff, para penelaah draft buku ini, Ibu Naning Pranoto, M.A. dan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, temansejawat, serta para mahasiswa yang secara langsung maupuntidak langsung ikut terlibat dalam proses penelitian dan penyusunan draft buku ini. Akhirnya kami berharap semoga buku ini bermanfaat untuk mendukung pembelajaran di kelas.  \nYogyakarta, Juli 2017  \nGlosarium  \nDekonstruksi: konsep yang diperkenalkan oleh Derrida, merupakan aktivitas pembacaan yang membaca teks dengan cara yang sama sekali baru. Dekonstruksi berusaha menunjukkan bahwa pemahaman dunia kita mungkin berbeda dari pandangan yang bersandar para teori-teori yang ada sebelumnya  \nEkofeminisme: salah satu aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang berusaha untuk menunjukkan hubungan antara semua bentuk penindasan manusia, khususnyaperempuan, dan alam. Ekofeminisme memandang bahwaperempuan secara kultural dikaitkan dengan alam.  \nEkokritik: salah satu jenis kritik sastra yang memahami fenomena sastra dalam hubungannya dengan ekologi (lingkungan) .  \nFeminisme: aliran pemikiran dan gerakan sosial yang menginginkan adanya keadilan kesetaraan gender.  \nMarginalisasi: peminggiran. Dalam konteks feminisme, sistem patriarki dianggap meminggirkan (memarginalisasikan) perempuan.  \nPatriarki: sistem hubungan antara jenis kelamin yang dilandasi hukum kebapakan; sebuah sistem dari struktur sosial, praktik yang menempatkan laki-laki dalam posisi dominan, menindas, dan mengeksploitasi perempuan.  \nSastra Hijau: genre sastra yang secara sengaja mengusung temautama persoalan ekologi; hubungan manusia dengan alam dan lingkungan hidup.  \nBAB 1  \nPENDAHULUAN  \n1. Saatnya menjadi Generasi Berwawasan Ekologis dan Feminis  \nDalam menjalani kehidupannya di dunia, manusia tidak dapat terlepas dari alam dan lingkungan sekitarnya. Dari alamlah manusia mendapatkan sumber makanan, bahan sandang, dan bangunan yang dapat digunakan untuk membangun tempattinggal. Namun, apakah selamanya alam begitu pemurah kepadamanusia? Apakan setelah terus menerus dieksplorasi dandieksploitasi sumber daya alam tidak akan habis?  \nSejak sekolah dasar, kita sudah diajar","cbCairlieTGySKIC","https://ap.wps.com/l/cbCairlieTGySKIC","pdf",1318381,4,1,139,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Glosarium\n# BAB 1 PENDAHULUAN\n## Saatnya menjadi Generasi Berwawasan Ekologis dan Feminis\n## Sistematika Buku Ini\n# BAB 2 EKOFEMINISME SEBAGAI SALAH SATU RAGAM ALIRAN FEMINISME\n## Ekofeminisme, Hubungan antara Ekologi dengan Feminisme\n## Ekofeminisme sebagai Salah Satu Aliran Feminisme Lainnya\n# BAB 3 EKOFEMINISME DAN SASTRA HIJAU DI INDONESIA\n## Alam, Lingkungan, dan Perempuan dalam Sastra Indonesia\n## Gerakan Sastra Hijau di Indonesia\n# BAB 4 KAJIAN EKOFEMINISME DALAM SASTRA INDONESIA\n## Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki atas Alam, Lingkungan, dan Perempuan dalam Novel-novel Indonesia\n## Ekofeminisme sebagai Strategi Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki dalam Serial Novel Bilangan Fu Karya Ayu Utami\n## Dekonstruksi terhadap Kuasa Patriarki atas Alam, Lingkungan Hidup, dan Perempuan Papua dalam Novel Namaku Teweraut Karya Ani Sekarningsih dan Isinga Karya Dorothea Rosa Herliany\n## Latihan dan Tugas\n# Daftar Pustaka","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan ekofeminisme dalam buku ini?\",\"answer\":\"Ekofeminisme dipaparkan sebagai aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang menyoroti hubungan antara berbagai bentuk penindasan terhadap manusia—terutama perempuan—dan alam. Buku ini juga menekankan keterkaitan perempuan secara kultural dengan alam.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan antara ekologi dan feminisme dijelaskan?\",\"answer\":\"Hubungan tersebut dijelaskan melalui pemahaman bahwa kondisi alam dan lingkungan memengaruhi kualitas serta kesejahteraan hidup manusia. Perubahan iklim dan dampak bencana diposisikan sebagai bukti keterhubungan persoalan lingkungan dengan kehidupan sosial.\"},{\"question\":\"Novel apa saja yang dianalisis dengan pendekatan ekofeminisme?\",\"answer\":\"Pendekatan ekofeminisme diterapkan pada serial novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, serta novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dan Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Fokus kajiannya adalah dekonstruksi kuasa patriarki terhadap alam, lingkungan hidup, dan perempuan.\"}]",1783464932,214,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"ecofeminism","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/ecofeminism/45719/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-07",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa yang dimaksud dengan ekofeminisme dalam buku ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Ekofeminisme dipaparkan sebagai aliran pemikiran dan gerakan feminisme yang menyoroti hubungan antara berbagai bentuk penindasan terhadap manusia—terutama perempuan—dan alam. Buku ini juga menekankan keterkaitan perempuan secara kultural dengan alam.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana hubungan antara ekologi dan feminisme dijelaskan?",{"text":80,"@type":76},"Hubungan tersebut dijelaskan melalui pemahaman bahwa kondisi alam dan lingkungan memengaruhi kualitas serta kesejahteraan hidup manusia. Perubahan iklim dan dampak bencana diposisikan sebagai bukti keterhubungan persoalan lingkungan dengan kehidupan sosial.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Novel apa saja yang dianalisis dengan pendekatan ekofeminisme?",{"text":84,"@type":76},"Pendekatan ekofeminisme diterapkan pada serial novel Bilangan Fu karya Ayu Utami, serta novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih dan Isinga karya Dorothea Rosa Herliany. Fokus kajiannya adalah dekonstruksi kuasa patriarki terhadap alam, lingkungan hidup, dan perempuan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]