[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-141420-113":53,"doc-detail-141420-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","early-childhood-education-in-the-beginning-of-elementary-school-through-joyful-learning-critical-notes-on-childrens-drawing-instruction","Pendidikan Anak Usia Dini di Awal Sekolah Dasar melalui Joyfull Learning - Catatan Kritis terhadap Pembelajaran Menggambar Anak","","Pembelajaran anak usia dini di awal sekolah dasar perlu menekankan kemampuan menggambar sebagai potensi penting yang selaras dengan perkembangan motorik. Menggambar juga mendukung kemampuan otak kanan untuk visualisasi sehingga berperan dalam aktivitas intelektual. Namun praktik di kelas sering berangkat dari tugas menggambar tanpa konstruksi konsep yang jelas dari guru. Teks ini menyajikan catatan kritis terhadap pelajaran menggambar dalam program pendidikan anak usia dini.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/early-childhood-education-in-the-beginning-of-elementary-school-through-joyful-learning-critical-notes-on-childrens-drawing-instruction/141420/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/early-childhood-education-in-the-beginning-of-elementary-school-through-joyful-learning-critical-notes-on-childrens-drawing-instruction/141420.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Aurelia","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-08-25",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":77},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa kemampuan menggambar penting bagi anak usia dini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Menggambar mendukung perkembangan motorik kasar dan halus, serta meningkatkan kemampuan otak kanan untuk visualisasi yang berpengaruh pada aktivitas intelektual anak.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa masalah utama dalam pembelajaran menggambar di sekolah dasar?",{"text":114,"@type":110},"Pembelajaran menggambar sering dilakukan tanpa konstruksi konsep dari guru, sehingga anak hanya meniru bentuk umum seperti pemandangan dengan elemen yang hampir sama.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Mengapa konsep Joyfull Learning relevan untuk kelas 1 dan 2?",{"text":118,"@type":110},"Karena usia 6–8 tahun memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan metode ceramah dan hapalan; PAUD menekankan suasana belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan melalui berbagai metode termasuk menggambar.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},141420,1787655775,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":77,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},1099514068365,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/10000253d8d9f28188e?_k=1776742907772140068","PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI AWAL SEKOLAH DASAR  \nMELALUI JOYFULL LEARNING:  \nCATATAN KRITIS TERHADAP PEMBELAJARAN MENGGAMBAR ANAK  \nNur Hamzah  \nFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)  \nInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak  \nABSTRACT  \nOne of the urgent aspects which has to be provided by adults in a child’s potency is the ability of drawing. Furthermore, the importance of drawing has a relevancy with the motoric trait development in children. Besides, drawing is able to enhance the ability ofright brain as a visualization. This brain, moreover, has an essential part to strengthen all of intellectual activities. Nevertheless, it is slightly hard to expect that drawing will maximally contribute in children especially in an elementary school. Drawing which has been done in the elementary school is unfortunately accomplished without a construction concept by the teacher. This writing is a critical annotation to a drawing lessonat school, especially in early childhood education programs.  \nKeywords:  \nEarly childhood education, Drawing lesson  \nPENDAHULUAN  \nDalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, konsep dan batasan anak usia dini agaksedikit berbeda dibanding dengan beberapa negara lain terutama Eropa. Di Indonesia batasanumur anak usia dini adalah dari umur 0-6 tahun, sementara di banyak negara lain mulai umur 0-8 tahun sesuai konvensi anak dunia. Perbedaan batasan usia sebetulnya tak jadi masalah kalaukonsep pendidikan dan prinsip pembelajaran anak usia dini diterapkan dalam proses pembelajaranpada anak usia 6-8 di kelas awal sekolah dasar. Namun kenyataan di lapangan berkata lain, bahwadi kelas awal 1, 2 dan 3 pembelajarandilakukan sebagaimana di kelas atas. Wal hasil pembelajaranbagi anak menjadi momok dan menengangkan karena konten materi yang disajikan terlalu padat. Di tambah lagi penyajian dan tuntutan kompetensi yang cendrung tidak seimbang yakni dengan stressing aspek kognitif saja. Anak oleh guru dituntut menghapal pengertian, konsep, bilangan dan lain sebagainya.  \nPermasalahan tidak berhenti di situ, bahwa guru dalam proses pembelajaran di kelas awal sekolah dasar masih tampil dengan pendekatan, metode juga strategi konvensional yakniceramah dan hapalan. Metode ini tentu saja sangat tidak pas dengan karakteristik perkembangananak usia 6-8 tahun. Wal hasil pembelajaran menjadi kegiatan yang tidak nyaman, tidak menyenangkan dan tidak menarik.Padahal, menurut konsep PAUD yang sebenarnya, mereka seharusnya dikondisikan dalam suasana belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan lewat berbagairagam metode seperti permainan, bercerita, menyanyi, gerak dan menggambar.  \nBerangkat dari problem tersebut, penulis ingin menawarkan rancang ulang konseppembelajaran bagi siswa kelas awal sekolah dasar yakni di kelas 1 dan 2. Berdasarkan karakteristikumur dan perkembangan psikologisnya, anak pada kelas 1 dan 2 adalah anak usia dini, oleh sebabitu konsep pendidikan dan pembelajarannya niscaya menggunakan konsep dan pembelajaran PAUD. Prinsip paling dasar dalam proses pembelajaran PAUD adalah bahwa kegiatanpembelajaran harus menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan (Joyfull).  \nPertanyaan berikutnya adalah mengapa konsep ini ditawarkan? Anak adalah sosokindividu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan tercepat dalam kehidupannya. Perkembangan itu meliputi perkembangan fisik, kognitif, sosial dan mental. Karena keistimewaan  \ninilah maka masa usia 0-8 tahun disebut oleh para ahli dengan periode emas (Golden Period) . Disebut periode emas karena pada masa ini anak sangat peka terhadap segala macam rangsangan dan stimulus dari luar yang datang kepadanya. Bayangkan saja, otak anak umur 8 tahun telah mencapai 80% volume otak orang dewasa, dengan demikian untuk umur selanjutnya tinggal menambah 20% saja. Demikian pula pada aspek perkembangan lainnya.  \nKarena periode 0-8 tahun adalah periode emas, maka perkembangan individu selanjutnya secara fundamental sangat ditentukan pada saat ini. Berbagai hasil penelitian menunju","cbCaibzBFU0j6RPf","https://ap.wps.com/l/cbCaibzBFU0j6RPf","pdf",484768,9,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Perbedaan konsep usia anak usia dini\n## Pendekatan konvensional di kelas awal\n## Rancangan ulang konsep pembelajaran PAUD\n## Periode emas perkembangan usia dini\n## Pentingnya menggambar dan peranannya","[{\"question\":\"Mengapa kemampuan menggambar penting bagi anak usia dini?\",\"answer\":\"Menggambar mendukung perkembangan motorik kasar dan halus, serta meningkatkan kemampuan otak kanan untuk visualisasi yang berpengaruh pada aktivitas intelektual anak.\"},{\"question\":\"Apa masalah utama dalam pembelajaran menggambar di sekolah dasar?\",\"answer\":\"Pembelajaran menggambar sering dilakukan tanpa konstruksi konsep dari guru, sehingga anak hanya meniru bentuk umum seperti pemandangan dengan elemen yang hampir sama.\"},{\"question\":\"Mengapa konsep Joyfull Learning relevan untuk kelas 1 dan 2?\",\"answer\":\"Karena usia 6–8 tahun memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan metode ceramah dan hapalan; PAUD menekankan suasana belajar aktif, kreatif, dan menyenangkan melalui berbagai metode termasuk menggambar.\"}]","Pendidikan Anak Usia Dini di Awal Sekolah Dasar melalui Joyfull Learning - Catatan Kritis terhadap Pembelajaran Menggambar Anak | PDF",14]