[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-158096-113":53,"doc-detail-158096-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","digitalization-of-career-counseling-services-design-thinking-method-in-developing-a-learning-management-system-career-room","DIGITALISASI LAYANAN BIMBINGAN KARIER - Metode Design Thinking dalam Penyusunan Learning Management System - Ruang Karier","","Layanan karier jenjang sekolah menengah atas berperan penting dalam membantu peserta didik menyusun karier lanjutan. Kendala utama muncul dari keterbatasan waktu layanan BK di sekolah serta masih rendahnya pemahaman peserta didik terhadap potensi diri, sehingga perencanaan dan pengambilan keputusan karier tidak optimal. Penelitian ini merancang media layanan karier berbasis digital melalui LMS Ruang Karier yang memuat literatur informasi perguruan tinggi dan jurusan, asesmen potensi diri, serta pengumpulan data sebagai bahan konsultasi guru BK. Studi bersifat deskriptif kualitatif menggunakan metode design thinking dengan lima fase: empathize, define, ideation, prototype, dan test.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":39,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/teknologi/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/digitalization-of-career-counseling-services-design-thinking-method-in-developing-a-learning-management-system-career-room/158096/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/digitalization-of-career-counseling-services-design-thinking-method-in-developing-a-learning-management-system-career-room/158096.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Levi","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa masalah utama yang melatarbelakangi perancangan LMS Ruang Karier?","Question",{"text":110,"@type":111},"Keterbatasan waktu layanan BK di sekolah dan banyak peserta didik yang belum memahami potensi diri, sehingga perencanaan serta pengambilan keputusan karier menjadi kurang optimal.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Metode apa yang digunakan untuk merancang LMS Ruang Karier?",{"text":115,"@type":111},"Penelitian menggunakan metode design thinking dengan lima fase: empathize, define, ideation, prototype, dan test.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa saja course/kursus yang tersedia di LMS Ruang Karier dan apa isinya?",{"text":119,"@type":111},"Terdapat tiga course: eksplorasi karier (informasi terkait karier), perencanaan karier (tes kepribadian RIASEC, DISC, dan kecerdasan majemuk), serta pengambilan keputusan karier sebagai ruang konsultasi berbasis digital.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},158096,1787994617,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},7971461740909,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","DIGITALISASI LAYANAN BIMBINGAN KARIER: METODE DESIGN THINKING DALAM PENYUSUNAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM  \nRUANG KARIER  \n1*Anggi Jatmiko, 2Al Riza Ayurinanda, 3Erina Dian Florentina, 4Rahmi Nur Safitri  \n1Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia  \n2Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan,  \nIndonesia  \n3Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan,  \nIndonesia  \n4Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan,  \nIndonesia  \n*[E-mail:](E-mail: anggi.jatmiko@uin-suka.ac.id)[ ](E-mail: anggi.jatmiko@uin-suka.ac.id)[anggi.jatmiko@uin-suka.ac.id](E-mail: anggi.jatmiko@uin-suka.ac.id)  \n\n| Received: 01 Desember 2023 | Revised: 20 Desember 2023 | Accepted: 31 Desember 2023 |\n| --- | --- | --- |\n\nAbstract  \nDigitalization of Career Services: Design Thinking Method in Developing Learning Management System for Career Space. Career services at the senior high school level play an important role in helping learners plan advanced careers. Learners need to understand their potential to be able to plan and make advanced career decisions. The limited time and hours of counseling services at school is one of the obstacles for counseling teachers in providing career services thoroughly. In addition, there are still many students who do not understand their potential, so they are not able to plan and make career decisions. BK teachers in schools need career service media that can accommodate the career service needs of students. This research aims to design a digital-based career service media using a learning management system (LMS) that contains literature related to college information, majors, considerations about self-potential and accumulates these data as consultation materials for counseling teachers. This research is a qualitative descriptive study using the design thinking method in designing the career space LMS. In design thinking there are five phases, namely, empathize, define, ideation, prototype, and test. The results of the design with the design thinking method carried out, in the Career Room LMS there are three courses, namely career exploration, career planning and career decision making. (1) Career exploration contains career-related information. (2) Career planning contains RIASEC, DISC and multiple intelligence personality tests. (3) Career decision making is a digital-based consultation room.  \nKeywords: Career Services, Design Thinking Method, Learning Management System.  \nAbstrak  \nLayanan karier di tingkat sekolah menengah atas (SMA) berperan penting dalam membantu peserta didik merencanakan karier lanjutan. Peserta didik perlumemahami potensi diri untuk mampu merencanakan dan mengambil keputusankarier lanjutan. Keterbatasan waktu dan jam layanan BK di sekolah menjadi salah satu hambatan bagi guru BK dalam memberikan layanan karier secara menyeluruh. Selain itu, masih banyak ditemukan peserta didik yang belum memahami potensi diri yang dimiliki, sehingga mereka belum mampu untuk merencanakan dan mengambil keputusan karier. Guru BK di sekolah membutuhkan media layanan karier yang mampu mengakomodasi kebutuhan layanan karier peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuahmedia layanan karier berbasis digital dengan menggunakan learning management system (LMS) yang berisi literatur terkait informasi perguruan tinggi, jurusan, pertimbangan mengenai potensi diri dan mengakumulasi data-data tersebut sebagai bahan konsultasi kepada guru BK. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode design thinking dalam merancang LMS Ruang karier. Dalam design thinking terdapat lima fase yaitu, emphatize, define, ideation, prototype, dan test. Hasil dari perancangan dengan metode design thinking yang dilakukan, dalam LMS Ruang Karier terdapat tiga course/kursus, yaitu eksplorasikar","cbCaitoSVUUXLRC6","https://ap.wps.com/l/cbCaitoSVUUXLRC6","pdf",800698,22,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konteks kebutuhan layanan karier di SMA\n## Potensi diri dan perencanaan karier\n## Tujuan pengembangan LMS Ruang Karier","[{\"question\":\"Apa masalah utama yang melatarbelakangi perancangan LMS Ruang Karier?\",\"answer\":\"Keterbatasan waktu layanan BK di sekolah dan banyak peserta didik yang belum memahami potensi diri, sehingga perencanaan serta pengambilan keputusan karier menjadi kurang optimal.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan untuk merancang LMS Ruang Karier?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode design thinking dengan lima fase: empathize, define, ideation, prototype, dan test.\"},{\"question\":\"Apa saja course/kursus yang tersedia di LMS Ruang Karier dan apa isinya?\",\"answer\":\"Terdapat tiga course: eksplorasi karier (informasi terkait karier), perencanaan karier (tes kepribadian RIASEC, DISC, dan kecerdasan majemuk), serta pengambilan keputusan karier sebagai ruang konsultasi berbasis digital.\"}]","DIGITALISASI LAYANAN BIMBINGAN KARIER - Metode Design Thinking dalam Penyusunan Learning Management System - Ruang Karier | PDF",34]