[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-232630-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-232630-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","difficult-knowledge-integration-discourse-and-praxis-of-integrating-science-and-religion-in-ptkin","Integrasi Keilmuan yang Rumit - Wacana dan Praxis Integrasi Keilmuan Sains dan Agama di PTKIN","","Artikel ini mengkaji kendala penerapan integrasi keilmuan sains dan agama di PTKIN yang telah diupayakan selama hampir dua dekade sejak kebijakan transformasi kelembagaan IAIN ke UIN. Penelitian menggunakan kajian pustaka melalui penelusuran naskah jurnal dan buku yang membahas desain keilmuan pada perguruan tinggi Islam, serta menelaah temuan riset yang relevan. Hasilnya menunjukkan kompleksitas karakter teks sakral, kebijakan sains yang linear, pensakralan pemikiran Islam, dan intervensi kuat institusi keagamaan terhadap pendidikan tinggi.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/difficult-knowledge-integration-discourse-and-praxis-of-integrating-science-and-religion-in-ptkin/232630/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/difficult-knowledge-integration-discourse-and-praxis-of-integrating-science-and-religion-in-ptkin/232630.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"\tCallum ","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa integrasi sains dan agama di PTKIN masih menghadapi kendala meski sudah berjalan hampir 20 tahun?","Question",{"text":62,"@type":63},"Karena implementasinya masih mencari bentuk serta menghadapi beberapa kompleksitas, termasuk karakter teks sakral dan arah kebijakan keilmuan yang belum sepenuhnya terhubung secara memadai.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa saja faktor kompleks yang diidentifikasi dalam penelitian ini?",{"text":67,"@type":63},"Penelitian menyoroti empat faktor: kompleksitas karakter kitab suci yang sakral, kebijakan ilmiah yang linear, pensakralan pemikiran Islam, serta intervensi lembaga keagamaan yang kuat terhadap institusi pendidikan tinggi.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana metode penelitian dilakukan untuk mengkaji integrasi keilmuan di PTKIN?",{"text":71,"@type":63},"Penelitian menggunakan metode telaah pustaka dengan mengutip dan menganalisis tulisan yang relevan, menelusuri naskah jurnal atau buku literatur, serta meneliti hasil penelitian yang masih terkait.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},232630,1789072836,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},137451211410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000bb0a9246f588df?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786362646172706240","INTEGRASI KEILMUAN YANG RUMIT: WACANA DAN PRAKSISINTEGRASI KEILMUAN SAIN DAN AGAMA DI PTKIN  \nOleh :  \nMoch Iqbal1, Betti Dian Wahyuni 2  \nIAIN Bengkulu 1,2  \n[Email :](Email :1 moch_iqbal@iainbengkulu.ac.id)[1](Email :1 moch_iqbal@iainbengkulu.ac.id)[ moch_iqbal@iainbengkulu.ac.id](Email :1 moch_iqbal@iainbengkulu.ac.id), [2](2 bettyd.wahyuni@gmail.com)[ bettyd.wahyuni@gmail.com](2 bettyd.wahyuni@gmail.com)  \nAbstract. This paper examines the obstacles in implementing scientific integration between science and religion in PTKIN. Although it has been implemented for almost 20 years since the first institutional transformation policy from IAIN to UIN, namely in 2002 UIN Syarif Jakarta, then followed by IAIN Suka Jogjakarta in 2004, until now it is still looking for forms. This research uses a literature review, namely by tracing journal manuscripts or literature books that examine scientific designs in Islamic universities. Also examining research results that are still related to this writing. The results of this study are several, first the complexity lies in the character of the sacred scriptures. Second, linear scientific policy. Third, the sacredness of Islamic thought and the fourth is the intervention of strong religious institutions against higher education institutions.  \nKeywords: Scientific Integration, Complicated, Science, Religion  \nAbstrak. Paper ini mengkaji tentang kendala kendala dalam pelaksanaan integrasi keilmuanantara sain dan agama di PTKIN. Meski sudah lama dilaksanakan hampir 20 tahun semenjak kebijakan transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN pertama kali yaitu pada tahun 2002 UINSyarif Jakarta, kemudian disusul oleh IAIN Suka Jogjakarta tahun 2004, hingga sekarang masih terus mencari bentuk. Penulisan ini menggunakan kajian pustaka, yaitu dengan menelusuri naskah-naskah jurnal atau buku litelatur yang mengkaji seputar desain keilmuan di perguruan tinggi Islam. Juga meneliti hasil-hasil penelitian yang masih terkait dengan penulisan ini. Hasilkajian ini ada beberapa, pertama kerumitan terletak pada karakter kitab suci yang sakral. Kedua, kebijakan keilmuan yang linier. Ketiga, pensakralan pemikiran islam dan keempat intervensi lembaga keagamaan yang kuat terhadap institusi pendidikan tinggi.  \nKata Kunci: Integrasi Keilmuan, Rumit, Sain, Agama  \nPENDAHULUAN  \nHampir tidak ada yang menyangkalbahwa perlunya integrasi interkoneksi keilmuan, untuk membangun peradaban baru dan mengejar ketertinggalan bidang keilmuan dan teknologi. Selama ini perguruan tinggi Islam lama terperangkapdalam‘ruang’ yang sempit kajian keagamaandengan tanpa melibatkan berbagai disiplinilmu lainnya. Maka dengan membuka diridari berbagai disiplin ilmu ke dalam ruang agama, akan memungkinkan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) berinteraksi dengan bidang ilmu di luarkajian keagamaan an sich. Artinya, kajian keilmuan di IAIN yang konversike UIN akan bisa berkembang lebih luas.  \nSeperti yang dikatakan Mastuki, integrasi seolah menjadi common paltform yang tidak bisa dihindari menghadapi gelombang transformasi menjadi UIN. Dengan mengatakan:  \nIsu integrasi ilmu (agama dan umum) selalu menjadi common platform dan ruh yang mendasari alasan perubahankelembagaan IAIN. Tak ada yang salah dari proposal ini. Apalagi tim-kerja IAIN yang akan berubah menjadi UINmenyiapkan rasionalisasinyapada semua level: filosofis, akademis, sosiologis, politis, ekonomis, bahkan ideologis. Justifikasi rasional untuk mengusung proyek integrasi ilmu pun melahirkan berbagai varian jargon seperti pohon  \nilmu, integrasi-interkoneksi jaring labalaba, wahyu memandu ilmu, twin-tower, bahtera ilmu, an-nahl (rumah laba-laba), dan semisalnya. Meski pada usulan pembukaan fakultas, program studi, level penyusunan kurikulum, dan  \nimplementasinya pada pembelajaran masih perlu dipertanyakan: sejauhmanaintegrasi ilmu itu menjadi pemandu danobor yang menerangi kerja-kerja akademik, penataan kampus, prosespembelajaran, dan spirit yang hidup di kalangan civitas aka","cbCaitxWK0UtGweM","https://ap.wps.com/l/cbCaitxWK0UtGweM","pdf",410296,8,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar kebutuhan integrasi interkoneksi keilmuan\n## Konteks transformasi IAIN ke UIN\n# Metode Penelitian\n## Telaah pustaka dan penelusuran literatur\n# Pembahasan","[{\"question\":\"Mengapa integrasi sains dan agama di PTKIN masih menghadapi kendala meski sudah berjalan hampir 20 tahun?\",\"answer\":\"Karena implementasinya masih mencari bentuk serta menghadapi beberapa kompleksitas, termasuk karakter teks sakral dan arah kebijakan keilmuan yang belum sepenuhnya terhubung secara memadai.\"},{\"question\":\"Apa saja faktor kompleks yang diidentifikasi dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menyoroti empat faktor: kompleksitas karakter kitab suci yang sakral, kebijakan ilmiah yang linear, pensakralan pemikiran Islam, serta intervensi lembaga keagamaan yang kuat terhadap institusi pendidikan tinggi.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dilakukan untuk mengkaji integrasi keilmuan di PTKIN?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode telaah pustaka dengan mengutip dan menganalisis tulisan yang relevan, menelusuri naskah jurnal atau buku literatur, serta meneliti hasil penelitian yang masih terkait.\"}]","Integrasi Keilmuan yang Rumit - Wacana dan Praxis Integrasi Keilmuan Sains dan Agama di PTKIN | PDF",12]