[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40788-id":3,"doc-seo-40788-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40788,2336464648746,"Skyler","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",49,"Sastra","Dialog Bareng Paulo Freire Sekolah Kapitalisme yang Licik","Dialog Bareng Paulo Freire: Sekolah Kapitalisme yang Licik menghadirkan gagasan Paulo Freire tentang pendidikan pembebasan dalam konteks dunia pendidikan tinggi dan hubungan antara pendidikan, kekuasaan, serta politik. Teks menekankan bahwa kampus dapat menjadi sarana pembebasan melalui pengubahan fungsi reproduksi ideologi dominan menjadi reproduksi ideologi tandingan. Selain itu, kurikulum perlu dikaitkan dengan realitas sosial dan kata-kata gerakan harus diisi kembali maknanya agar kembali mendorong pembebasan kaum tertindas.","DIALOG BARENGPAULO FREIRESekolahkapitalismeyang licikEDITOR:M.ESCOBAR,DKK  \nLKiS  \nSekolah Kapitalisme Licik  \nDialog BarengPaulo Freire  \nSekolahKapitalismeyang Licik  \nMiguel Escobar,dkk.(ed)  \n# Dialog Bareng Paulo FreireSekolah Kapitalisme yang Licik\n\nMiguel Escobar,dkk.(ed)LKiS,2007  \nPenerjemah:Mundi Rahayu  \nEditor:Ahmad Suaedy dan Amiruddin ar-Rany  \nRancang Sampul:Alam  \nPenata isi:Santo  \nPemeriksa Aksara:B.Tamam  \nISBN:979-8966-16-3  \nISBN 13:978-979-97853-4-3  \nPenerbit  \nLKiSYogyakarta  \nSalakan Baru No 1 Sewon BantulJI.Parang Tritis Km 4,4 YogyakartaTelp.:(0274)387194,7472110Faks.:(0274)417762e-mail:elkis@indosat.net.id  \nCetakan 1 Januari 1998Cetakan II Januarin 2000Cetakan II Mei 2001Cetakan IV Maret 2007  \nPercetakan:  \nPT.LKiSPelangi Aksara YogyakartaSalakan Baru No 1 Sewon BantulJI.Parang Tritis Km.4,4 YogyakartaTelp.:(0274)387194,7472110Faks.:(0274)417762e-mail:elkis@indosat.net.id  \n# Pengantar Redaksi\n\nAwal 1997,dunia pendidikan,terutama praksispendidikan pembebasan telah kehilangan seorang pen-dekarnya.Paulo Freire,tokoh pendidikan pembebas-an asal Brazil telah berpulang ke hadirat pencipta-nya.Ia pergi meninggalkan setumpuk karya,segudangjasa dan segugus gagasan di bidang pendidikan.  \nDi Indonesia,nama Freire sangat terkenal di ka-langan LSM.Model pendidikan partisipatif yang di-gunakan oleh LSM dalam aktivitas pengembanganmasyarakat mengambil inspirasi dari praksis pendi-dikan pembebasan yang digagas Freire.  \nMeskipun gagasan dan praksis pendidikannyabanyak digandrungi oleh praktisi pendidikan di DuniaKetiga,tapi banyak yang menganggap teori dan prak-sis Freire itu gagal.Anggapan ini erat kaitannya denganposisi Freire sendiri yang tidak bisa didefinisikandengan pasti.Sebagai intelektual,ia tidak bisa di-kelompokkan sebagai intelektual organis atau intelek-tual institusional.Memang ia mengklaim sebagai or-  \nSekolah Kapitalisme Licik  \nang radikal,tapi penekanannya pada kebebasan dandemokrasi menempatkan dirinya pada posisi intelek-tual liberal yang tentu saja berhadap-hadapan dengankelompok revolusioner.  \nTeori pendidikannya pun tidak bisa ditempat-kan dalam genre teori tradisional,modernis,maupunposmodernis.Karena begitu rumitnya posisi Freire,teori dan praksisnya bisa saja dianggap gagal oleh satupihak,tapi dianggap sukses oleh pihak yang lain.Rumitnya posisi Freire ini akan semakin jelas terasakandalam perdebatannya dengan para akademisi Univer-sitas Nasional Meksiko(UNAM)mengenai pendidik-an tinggi.  \nBagi Freire,para akademisi yang bekerja di lem-baga pendidikan tinggi tidak bisa melepaskan diri daritiga hal.Pertama,memahami relasi antara pendidik-an tinggi,kekuasaan,dan politik.Di satu sisi,lembagapendidikan tinggi memang diciptakan untuk mere-produksi ideologi dominan untuk melestarikan ke-kuasaan.Tapi itu bukan berarti pendidikan tinggi tidakbisa berperan sebagai sarana pembebasan kaum ter-tindas.Para pendidik revolusioner bisa memanfaat-kan lembaga pendidikan tinggi sebagai sarana pem-bebasan dengan mengubahnya sebagai sarana re-produksi ideologi tandingan.  \nKedua,mengaitkan kurikulum dengan realitassosial dengan memberi kesempatan kepada para profe-sor dan mahasiswa untuk mengalami realitas ini.Inipenting.Karena tanpa mengaitkan kurikulum dengan  \nPengantar Redaksi  \nrealitas sosial,dunia pendidikan tinggi akan tetap men-jadi suatu komunitas yang terlepas dari persoalan ma-syarakat yang harus menjadi keprihatinannya.  \nKetiga,menyadari kemampuan kelas dominandalam mempopulerkan kata-kata yang sering men-jadi slogan kelompok revolusioner.Banyak idiom se-perti rasa ingin tahu,kreativitas,cinta,hak asasi,partisipasi dan lain sebagainya telah mengalami pe-ngosongan makna sehingga tidak memiliki “greget”revolusioner lagi.Namun demikian,bukan berarti ke-lompok revolusioner sama sekali harus membangunkata-kata itu.Pendidik revolusioner harus mengisikembali kata-kata yang telah dikosongkan itu agarkembali memiliki kekuatan yang mampu mendorongkelompok tertindas membebaskan diri mereka.  \nSekalipu","cbCaifOIzHyNWrEb","https://ap.wps.com/l/cbCaifOIzHyNWrEb","pdf",10809486,7,1,303,"Indonesian","id",113,"# Pengantar Redaksi\n# Pengantar","[{\"question\":\"Siapa Paulo Freire dan mengapa ia dianggap penting dalam pendidikan pembebasan?\",\"answer\":\"Paulo Freire disebut sebagai tokoh pendidikan pembebasan dari Brazil yang meninggalkan karya, jasa, dan gagasan besar di bidang pendidikan. Di Indonesia, namanya juga dikenal luas terutama di kalangan LSM.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandangan Freire tentang relasi pendidikan tinggi, kekuasaan, dan politik?\",\"answer\":\"Lembaga pendidikan tinggi dapat berfungsi mereproduksi ideologi dominan untuk melestarikan kekuasaan. Namun pendidik revolusioner bisa memanfaatkannya sebagai sarana pembebasan dengan mengubahnya menjadi reproduksi ideologi tandingan.\"},{\"question\":\"Apa tiga hal yang harus disadari akademisi dalam pendidikan tinggi menurut teks?\",\"answer\":\"Pertama memahami relasi pendidikan tinggi, kekuasaan, dan politik. Kedua mengaitkan kurikulum dengan realitas sosial agar tidak terlepas dari persoalan masyarakat. Ketiga menyadari kemampuan kelas dominan mengosongkan makna slogan-slogan revolusioner, lalu mengisikannya kembali agar bermakna mendorong pembebasan.\"}]",1783315103,467,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"dialogue-with-paulo-freire-deceptive-capitalism-school","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/dialogue-with-paulo-freire-deceptive-capitalism-school/40788/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-24","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Siapa Paulo Freire dan mengapa ia dianggap penting dalam pendidikan pembebasan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Paulo Freire disebut sebagai tokoh pendidikan pembebasan dari Brazil yang meninggalkan karya, jasa, dan gagasan besar di bidang pendidikan. Di Indonesia, namanya juga dikenal luas terutama di kalangan LSM.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana pandangan Freire tentang relasi pendidikan tinggi, kekuasaan, dan politik?",{"text":81,"@type":77},"Lembaga pendidikan tinggi dapat berfungsi mereproduksi ideologi dominan untuk melestarikan kekuasaan. Namun pendidik revolusioner bisa memanfaatkannya sebagai sarana pembebasan dengan mengubahnya menjadi reproduksi ideologi tandingan.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa tiga hal yang harus disadari akademisi dalam pendidikan tinggi menurut teks?",{"text":85,"@type":77},"Pertama memahami relasi pendidikan tinggi, kekuasaan, dan politik. Kedua mengaitkan kurikulum dengan realitas sosial agar tidak terlepas dari persoalan masyarakat. Ketiga menyadari kemampuan kelas dominan mengosongkan makna slogan-slogan revolusioner, lalu mengisikannya kembali agar bermakna mendorong pembebasan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,119,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":117,"show_sort_weight":97,"slug":118},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":120},"literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]