[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-202267-113":53,"doc-detail-202267-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","development-of-a-politeness-measurement-tool-for-indonesian-in-face-to-face-social-interaction","Pengembangan Alat Ukur Kesantunan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Sosial Bersemuka","","Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen untuk mengukur kesantunan berbahasa Indonesia, melakukan uji coba skala kecil, serta menyusun instrumen tersebut menjadi buku. Subjek penelitian melibatkan penutur bahasa Indonesia yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, dan kelompok penutur lain berdasarkan latar pendidikan, usia, jenis kelamin, lokasi geografis, serta kelompok etnis. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD, tes, dan wawancara; analisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan tindak tutur santun dapat diklasifikasikan berdasarkan topik dan fungsi, mencakup konteks pembelajaran formal, pertemuan resmi, topik akademik, upacara tradisional, transaksi, negosiasi, dan layanan publik.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/development-of-a-politeness-measurement-tool-for-indonesian-in-face-to-face-social-interaction/202267/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/development-of-a-politeness-measurement-tool-for-indonesian-in-face-to-face-social-interaction/202267.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Rizky","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tujuan penelitian dalam dokumen ini?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian bertujuan mengembangkan instrumen pengukur kesantunan berbahasa Indonesia, melakukan uji coba skala kecil, dan mengembangkan instrumen menjadi buku.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis?",{"text":115,"@type":111},"Data dikumpulkan melalui FGD, tes, dan wawancara. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Berdasarkan apa tindak tutur santun dapat diklasifikasikan?",{"text":119,"@type":111},"Temuan menunjukkan tindak tutur santun dapat diklasifikasikan berdasarkan topik dan fungsi.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},202267,1788543964,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962085564807,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8","PENGEMBANGAN ALAT UKUR KESANTUNAN BAHASA INDONESIA DALAM INTERAKSI SOSIAL BERSEMUKA  \nZamzani, Tadkiroatun Musfiroh, Siti Maslakhah, Ari Listyorini, Yayuk Eny R. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta [email: zamzani@uny.ac.id](email: zamzani@uny.ac.id)  \nAbstract  \nThis study aims to (1) develop an instrument to measure politeness in Indonesian,(2) conduct a small-scale tryout of the instrument, and (3) develop the instrument into a book. The research subjects comprised Indonesian speakers consisting of students, university students, teachers, lecturers, and other speakers classified on the basis educational background, age, sex, geographical location, and ethnic group. The data were collected through FGD, tests, and interviews. The data were analyzed using the qualitative and quantitative descriptive techniques. The findings show that polite speech acts can be classified on the basis of the topics and functions. Formal face-to-face speech acts can be those in teaching and learning, formal meetings, other academic topics, traditional ceremonies, transactions, negotiations, and public services. Degrees and characteristics of politeness are attributable to a variety of factors.  \nKeywords: measurement instrument, language politeness, face-to-face social interaction  \nPENDAHULUAN  \nKesantunan berbahasa memiliki peran penting dalam membina karakter positif penuturnya, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa. Walaupun hampir mustahil membuat generalisasi kesantunan dalam semua wilayah, alatukur penentu kesantunan dalam situasi formal baik lisan maupun tertulis sertasituasi nonformal (yang tidak menjangkau wilayah intimate) dapat dibuat dandiperlukan keberadaannya. Alat ukurini akan sangat membantu mengatasi”bias komunikasi” terutama yang timbul akibat perbedaan kultur setempat dan lintas sosial penutur. Alat ukur ini akan membantu keberadaan bahasa Indonesia sebagai alat pembina karakter penuturnya.  \nKesantunan (politeness) merupakan perilaku yang diekspresikandengan  \ncara yang baik atau beretika. Kesantunan merupakan fenomena kultural, sehingga apa yang dianggap santun olehsuatu kultur mungkin tidak demikian halnya dengan kultur yang lain. Tujuan kesantunan, termasuk kesantunan berbahasa, adalah membuat suasana berinteraksi menyenangkan, tidak mengancam muka, dan efektif. Rasa hormat sering dihubungkan dengan kesantunan, meskipun merupakan fenomenaberbeda. Rasa hormat mengacu padarasa segan yang kita tunjukkan padaorang lain melalui nilai yang merekamiliki, seperti status, usia, dan sebagainya. Kesantunan merupakan hal yangumum untuk menunjukkan perhatian pada orang lain. Antara rasa hormat dan kesantunan dapat dimanifestasikan melalui tingkah laku sosial maupun cara-cara kebahasaan, misalnya saja kita  \n36  \ndapat mengungkapkan rasa hormat kita dengan berdiri saat seseorang yang memiliki status yang lebih tinggi masukruangan, atau dengan menunjukkan kesantunan dengan memegang pintutetap terbuka saat seseorang akan keluar ruangan.  \nDalam kesantunan, konsep akan‘muka’ menjadi gagasan utama. Seseorang dituntut untuk memahami kebutuhan akan ‘muka’ orang lain saatberinteraksi atau berkomunikasi. Saat kita berinteraksi, kita harus menyadariadanya dua jenis ‘muka’ yang mengacupada kesantunan. Brown dan Levinson membedakan dua jenis ‘muka’, yaitu positive face, yang berarti menunjukkan solidaritas, dan negative face, yang menunjukkan hasrat untuk tidak diganggu dalam tindakannya. Selain itu, ada dua jenis kesantunan yang menjadi perhatian saat kita berinteraksi dengan orang lain, yaitu positive politeness, yang ditandai dengan penggunaan bahasa yang informal dan menawarkan pertemanan. Di sisi lain negative politeness ditandai oleh penggunaan formalitas bahasa, mengacu pada perbedaan dan ketidaklangsungan.  \nKesantunan dapat dilihat dalamberbagai berspektif. Pertama, kesantunan sebagaifenomena linguistik: banyak studi mengenai kesantunan difokuskanpada level realisasi ujaran. Walter (1979) mendefinisikan fenomena ini se","cbCaipNr7DVNR0t4","https://ap.wps.com/l/cbCaipNr7DVNR0t4","pdf",895494,16,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Kesantunan berbahasa dan kebutuhan alat ukur\n## Konsep muka dalam kesantunan\n## Perspektif kesantunan\n## Faktor dan satuan verbal kesantunan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengembangkan instrumen pengukur kesantunan berbahasa Indonesia, melakukan uji coba skala kecil, dan mengembangkan instrumen menjadi buku.\"},{\"question\":\"Bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis?\",\"answer\":\"Data dikumpulkan melalui FGD, tes, dan wawancara. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif.\"},{\"question\":\"Berdasarkan apa tindak tutur santun dapat diklasifikasikan?\",\"answer\":\"Temuan menunjukkan tindak tutur santun dapat diklasifikasikan berdasarkan topik dan fungsi.\"}]","Pengembangan Alat Ukur Kesantunan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Sosial Bersemuka | PDF",25]