[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-206230-113":53,"doc-detail-206230-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","development-and-antibacterial-test-of-manila-sapodilla-leaf-extract-manilkara-zapota-as-lotion-against-staphylococcus-aureus","Pengembangan dan Uji Antibakteri Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) Sebagai Lotio terhadap Staphylococcus aureus","","Penelitian ini mengembangkan lotio berbasis ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota L) dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Ekstrak diformulasikan pada konsentrasi 90 mg, 120 mg, dan 150 mg, dibandingkan dengan kontrol positif dan kontrol negatif, serta pembanding tetrasiklin 56 mg. Hasil menunjukkan adanya aktivitas antibakteri pada tiap konsentrasi, dengan perbedaan efek antar konsentrasi dan konsentrasi 150 mg memberi aktivitas terbesar. Tetrasiklin 56 mg menghasilkan efek lebih besar dibanding konsentrasi 150 mg.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/development-and-antibacterial-test-of-manila-sapodilla-leaf-extract-manilkara-zapota-as-lotion-against-staphylococcus-aureus/206230/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/development-and-antibacterial-test-of-manila-sapodilla-leaf-extract-manilkara-zapota-as-lotion-against-staphylococcus-aureus/206230.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Eliana","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-05",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tujuan penelitian tentang daun sawo manila pada Staphylococcus aureus?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian bertujuan mengetahui apakah ekstrak dan lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana formulasi lotio dan perlakuan yang diuji dalam penelitian ini?",{"text":115,"@type":111},"Ekstrak daun sawo manila diformulasikan menjadi lotio dengan konsentrasi 90 mg, 120 mg, dan 150 mg serta dibagi menjadi kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok lotio pada tiap konsentrasi.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Konsentrasi lotio mana yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar dan bagaimana perbandingannya dengan tetrasiklin?",{"text":119,"@type":111},"Konsentrasi 150 mg memberikan aktivitas antibakteri terbesar. Tetrasiklin 56 mg menghasilkan hasil lebih besar dibanding konsentrasi 150 mg.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},206230,1788590636,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},4398048949847,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002536579ef2da7f?_k=1778318612642679267","PENGEMBANGAN DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota) SEBAGAI LOTIO TERHADAP  \nStaphyllococcus aures  \nTHE DEVELOPMENT AND ANTIBACTERIA TEST OF MANILA SAPODILLA LEAF (Manilkara zapota) ASA LOTIO TO Staphyllococcus  \naures  \nPrihardini1, Anang Setyo Wiyono2  \nInfo Artikel Abstrak  \nSejarah Artikel  \nDiterima 6 Mei 2015 Disetujui 1 Juni 2015 Dipublikasikan 16 Juni 2015  \nKata Kunci:  \nDaun Sawo Manila, Ekstrak Sawo Manila, Lotio, Antibakteri, Staphyllococcus aures  \nKeywords:  \nManila sapodilla leaf,  \nmanila sapodilla extract, antibacteria, Staphyllococcus aures  \nLatar belakang: Tanaman sawo manila (Manilkara zapota L) dapatdimanfaatkan sebagai pengobatan alternatif sebagai obat tradisional untuk penyakit yang berhubungan dengan kulit misalnya jerawat yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak dan lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus. Metode: Dalam penelitian ini ekstrak daun sawo manila diformulasikan menjadi lotio pada konsnetrasi 90mg, 120 mg, 150 mg dan dibagidalam 5 perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, lotio ekstrak daun sawo manila 90mg, lotio ekstrak daun sawo manila 120 mg, lotio ekstrak daun sawo manila 150mg. Hasil: Hasil dari penelitian bahwa lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktifitas antibakteri pada Staphylococcus aureus dan terdapat perbedaan aktitifat pada setiap konsnetrasi. Konsentrasi lotio ekstrak daun sawo manila 90 mg telah memberikan aktifitas antibakteri, sedangkan konsentrasi 150 mg memberikan aktifitas yang besar. Adapun pada perlakuan antibitotik pembanding yaitu Tetrasiklin 56 mg memberikan hasil yang lebih besar dibanding konsentrasi 150 mg. Simpulan dan saran: terdapat perbedaanaktitifas pada setiap konsnetrasi lotion ekstrak daun sawo manila.  \nAbstract  \nBackground: Manila sapodilla plant (Manilkara zapota L) can be used as an alternative treatment as a traditional medicine for diseases associated with the skin, for example acne caused by Staphylococcus aureus. Objective: Purpose of this research to determine lotiomanila sapodilla leaf extracts as an antibacterial in Staphylococcus aureus. Methods: In consentration 90 mg, 120 mg, 150 mg and divided into 5 treatment that are positive control, negative control, lotio manila sapodilla leafextracts 90mg,lotio manila sapodilla leafextracts 120 mg, lotiomanila sapodilla leafextracts150mg. Result: Lotio manila sapodilla leafextracts in concentration 90 mg has give antibacterial activity, while in concentration 150 mg provide the most activity. As for the comparison antibitotik treatment is 56 mg Tetracycline provide greater results than the concentration of 150 mg. Conclusiom and suggestion: the lotio manila sapodilla leafextracts has antibacterial activity on Staphylococcus aureus and there are differences of activity in each concentration.  \nPENDAHULUAN  \nIndonesia sebagai negara dengansumber daya alam yang memiliki keanekaragaman hayati nomor dua di dunia setelah Brazil berpeluang sebagai produsen produk-produk yang mengandalkan bahan baku dari alam. Indonesia memiliki sekitar 30.000 jenis tumbuhan yang telahdiidentifikasi dan 950 jenis diantaranya diketahui memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat, suplemenmakanan, kosmetika dan farmasi nutrisi (nutraceutical) . Obat tradisional sudah diakui bermanfaat dalam menunjang sisitem pengobatan modern. Memasuki era globalisasi ini, perkembangan teknologi dan bentuk pemanfaatan tumbuhan obat di Indonesia berkembang sangat pesat dengan volume permintaan 1000 tanaman obat per tahun 1.  \nPerkembangan obat tradisional saatini sangat meningkat, harga obat kimia saatini cukup meningkat bahkan masyarakat berpenghasilan rendah sulit untuk membelinya, sehingga penggunaan obattradisional lebih disukai dan harganya lebih murah, bahkan efek samping yang ditimbulkan tidak berbahaya terhadapkehidupan. Tanaman sekitar bisa bermanfaatbaik daun, batang, akar, buah, ","cbCaiifrpdZDeN7u","https://ap.wps.com/l/cbCaiifrpdZDeN7u","pdf",231860,6,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar belakang\n## Tujuan penelitian\n# METODE PENELITIAN\n## Lokasi penelitian\n## Bahan penelitian","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang daun sawo manila pada Staphylococcus aureus?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengetahui apakah ekstrak dan lotio ekstrak daun sawo manila memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.\"},{\"question\":\"Bagaimana formulasi lotio dan perlakuan yang diuji dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Ekstrak daun sawo manila diformulasikan menjadi lotio dengan konsentrasi 90 mg, 120 mg, dan 150 mg serta dibagi menjadi kontrol positif, kontrol negatif, dan kelompok lotio pada tiap konsentrasi.\"},{\"question\":\"Konsentrasi lotio mana yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar dan bagaimana perbandingannya dengan tetrasiklin?\",\"answer\":\"Konsentrasi 150 mg memberikan aktivitas antibakteri terbesar. Tetrasiklin 56 mg menghasilkan hasil lebih besar dibanding konsentrasi 150 mg.\"}]","Pengembangan dan Uji Antibakteri Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota) Sebagai Lotio terhadap Staphylococcus aureus | PDF",9]