[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-123175-id":3,"doc-seo-123175-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},123175,5909887254083,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",54,"Penelitian & Laporan","Deteksi Code Smell dengan Pendekatan Machine Learning - Analisis Bibliometrik","Dalam pengembangan perangkat lunak, efisiensi dan keberlanjutan sangat ditentukan oleh kualitas kode. Teknik refactoring diperlukan untuk mengurangi dampak code smell sebagai technical debt, namun pelaksanaannya membutuhkan biaya besar. Penelitian ini melakukan pencarian jurnal menggunakan Publish or Perish, menghimpun 200 artikel terindeks Scopus dan 69 yang open access. Analisis bibliometrik memberi tinjauan literatur deteksi code smell berbasis machine learning, memetakan kontribusi institusi dan tren penelitian, serta menunjukkan peluang pengembangan alat otomatis untuk mempercepat identifikasi masalah kode sehingga menekan biaya pemeliharaan.","Deteksi Code Smell dengan Pendekatan Machine Learning: Analisis Bibliometrik  \nEllysha Dwiyanthi Kusuma 1)*  \n1)Fakutas Sains dan Teknologi, Universitas Buddhi Dharma Jl. Imam Bonjol No. 41 Karawaci, Tangerang, Indonesia 1)[ellyshad_k@yahoo.com](ellyshad_k@yahoo.com)  \nArticle history:  \nReceived 21 Nov 2024; Revised 28 Nov 20xx;  \nAccepted 28 Nov 2024; Available online 27 Des 2024  \nKeywords:  \nAnalisis Bibliometrik Code Smell Detection Machine Learning Nvivo  \nPerangkat Lunak  \nAbstrak  \nDalam pengembangan perangkat lunak, aspek efisiensi dan keberlanjutan sangat penting. Teknik refactoring digunakan untuk mengurangi dampak dari code smell yang merupakan bentuk technical debt akibat implementasi source code yang tidak mematuhi prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak. Tetapi proses refactoring membutuhkan biaya yang banyak. Oleh karena itu, code smell perludideteksi untuk mencegah dampakburuknya terhadap kualitas perangkat lunak. Dalam penelitian ini, pencarian jurnal dilakukan dengan tools Publish or Perish dengan kata kunci \"Code Smell Detection \". Terkumpul 200 jurnal yang terindeks Scopus, namun hanya 69 yang tersedia secara terbuka (open access). Analisis bibliometrik dalam penelitian ini menyajikan tinjauan literatur mengenai deteksi code smell dengan pendekatan machine learning. Penelitian ini memberikanwawasan mengenai kontribusi domain deteksi code smell. Hasil analisis menunjukkan bahwa institusi dari India menjadi penyumbang terbanyak penelitian dalam domain ini, diikuti oleh RRC dan Amerika Serikat. Penelitian ini banyak dilakukan pada tahun 2021, namun tren dalam domain ini mengalami penurunanpada tahun berikutnya . Dampak yang diberikan penelitian ini berupa potensi pengembangan alat deteksi code smell otomatis berbasis machine learning yang dapat mempercepat prosesidentifikasimasalah kode dalam proses pengembangan perangkat lunak. Dengan teknologi ini, pengembang dapat meningkatkan efisiensi dalam menemukan code smell sehingga dapat mengurangi biaya pemeliharaan perangkat lunak. Jenis publikasi yang paling banyak adalah dalam bentuk artikelsebanyak 40 publikasi. Melalui pembentukan word cloud dengan software NVivo , kata code, smells dan software adalah kata yang sering dipakai. Lalu untuk kata kunci yang terdeteksi melalui software VOSviewer, kata-kata code smell detection , detection , code, machine, dan method memiliki keterkaitan satu sama lain.  \nI. PENDAHULUAN  \nDalam pembuatan sebuah perangkat lunak, perangkat lunak yang efisien dan mudah untuk dikelola merupakan suatu keharusan. Selama pemeliharaan, terkadang perangkat lunak tersebut perlu dikembangkan oleh pengembang untuk menambahkan fitur baru yang diperlukan , meningkatkan fitur yang sudah ada dan memperbaiki bug [1]. Namun, seringkali pengembang perangkat lunak diharuskan melakukan pengembangan di bawah tenggat waktu yang ketat, sehingga pengembang tidak memiliki cukup waktu untuk menemukan solusidesain yang baik sebelum mengimplementasikan pengembangan mereka demi tercapainya ketepatan waktu. Pengembangan seperti ini memiliki dampak yang dinamakan technical debt, dimana dampak ini akan menghasilkan biaya tinggi di masa depan karena mengorbankan kualitas kode ditahap awalpengembangan perangkat lunak [1][2].  \nCode smell merupakan salah satu bentuk technical debt yang serius yaitu suatu akibat yang ditimbulkankarena implementasi source code yang tidak mengikuti prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak dalampengembangan perangkat lunak [3]. Pengurangan dampak dari code smell dapat dilakukan dengan menerapkanproses refactoring. Refactoring dilakukan karena bermanfaat untuk membangun kembali struktur internal perangkat lunak tanpa mengubah perilaku eksternalnya. Proses refactoring melibatkan tiga langkah, yaitu mengidentifikasi adanya code smell, menerapkan operasi refactoring yang sesuai untuk memperbaikinya, dan memastikan keberlanjutan fungsi dari sistem [4].  \n* Corresponding author  \nPendeteksian code smell menjadisangat penting untuk dilakukan d","cbCaiqvZbQADTGsp","https://ap.wps.com/l/cbCaiqvZbQADTGsp","pdf",841262,5,1,11,"Indonesian","id",113,"# Abstrak\n# I. Pendahuluan\n## Latar belakang technical debt dan code smell\n## Pentingnya deteksi code smell secara dini\n## Alasan penggunaan pendekatan machine learning\n## Tujuan analisis bibliometrik dalam penelitian","[{\"question\":\"Mengapa code smell perlu dideteksi dalam pengembangan perangkat lunak?\",\"answer\":\"Code smell merupakan bentuk technical debt yang dapat menurunkan kualitas kode dan menimbulkan biaya di masa depan. Deteksi dini membantu meningkatkan evaluasi kualitas perangkat lunak dan menekan risiko kesalahan serta kegagalan.\"},{\"question\":\"Bagaimana penelitian ini melakukan analisis literatur deteksi code smell berbasis machine learning?\",\"answer\":\"Pencarian jurnal dilakukan menggunakan tools Publish or Perish dengan kata kunci “Code Smell Detection”. Terkumpul 200 jurnal terindeks Scopus, dengan 69 artikel yang tersedia secara open access.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama dari analisis bibliometrik yang dilakukan?\",\"answer\":\"Institusi dari India menjadi penyumbang terbanyak penelitian, diikuti RRC dan Amerika Serikat. Mayoritas penelitian dilakukan pada tahun 2021, lalu tren menurun pada tahun berikutnya, serta teridentifikasi pola kata kunci melalui NVivo dan VOSviewer.\"}]","Deteksi Code Smell dengan Pendekatan Machine Learning - Analisis Bibliometrik | PDF",1785815039,17,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"detecting-code-smells-with-a-machine-learning-approach-bibliometric-analysis","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/detecting-code-smells-with-a-machine-learning-approach-bibliometric-analysis/123175/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-18","2026-08-04",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Mengapa code smell perlu dideteksi dalam pengembangan perangkat lunak?","Question",{"text":77,"@type":78},"Code smell merupakan bentuk technical debt yang dapat menurunkan kualitas kode dan menimbulkan biaya di masa depan. Deteksi dini membantu meningkatkan evaluasi kualitas perangkat lunak dan menekan risiko kesalahan serta kegagalan.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana penelitian ini melakukan analisis literatur deteksi code smell berbasis machine learning?",{"text":82,"@type":78},"Pencarian jurnal dilakukan menggunakan tools Publish or Perish dengan kata kunci “Code Smell Detection”. Terkumpul 200 jurnal terindeks Scopus, dengan 69 artikel yang tersedia secara open access.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa temuan utama dari analisis bibliometrik yang dilakukan?",{"text":86,"@type":78},"Institusi dari India menjadi penyumbang terbanyak penelitian, diikuti RRC dan Amerika Serikat. Mayoritas penelitian dilakukan pada tahun 2021, lalu tren menurun pada tahun berikutnya, serta teridentifikasi pola kata kunci melalui NVivo dan VOSviewer.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]