[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229855-113":53,"doc-detail-229855-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","design-of-an-automatic-buggy-vehicle-actuator-based-on-a-microcontroller-at-medan-aviation-polytechnic","RANCANGAN PENGGERAK MOBIL BUGGY OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER DI POLITEKNIK PENERBANGAN MEDAN","","Penelitian ini merancang sistem penggerak mobil buggy otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 di Politeknik Penerbangan Medan. Tujuan utamanya meningkatkan efisiensi operasional kendaraan kampus agar dapat bergerak secara otonom tanpa pengemudi langsung. ESP32 berperan sebagai pusat kendali untuk motor DC pada setir, motor pneumatik pada pedal gas dan rem, serta motor driver pengatur arus. Pengujian menunjukkan kebutuhan daya 36 watt untuk motor pneumatik dan 72 watt untuk motor DC, dengan uji belok 90° dan pengereman sesuai hasil kalibrasi. Tantangan seperti sensitivitas sensor dan kalibrasi pneumatik diselesaikan melalui uji coba berulang, serta membuka peluang pengembangan integrasi LiDAR dan GPS untuk akurasi navigasi.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":39,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/teknologi/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/design-of-an-automatic-buggy-vehicle-actuator-based-on-a-microcontroller-at-medan-aviation-polytechnic/229855/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/design-of-an-automatic-buggy-vehicle-actuator-based-on-a-microcontroller-at-medan-aviation-polytechnic/229855.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Liam","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian rancangan penggerak mobil buggy otomatis?","Question",{"text":109,"@type":110},"Penelitian bertujuan merancang sistem yang membuat mobil buggy dapat beroperasi secara otonom tanpa memerlukan pengemudi langsung, guna meningkatkan efisiensi operasional kendaraan kampus.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana mikrokontroler ESP32 bekerja dalam sistem?",{"text":114,"@type":110},"ESP32 digunakan sebagai pusat kendali yang mengatur motor DC untuk setir, motor pneumatik untuk pedal gas dan rem, serta motor driver untuk mengendalikan arus ke motor.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Berapa kebutuhan daya yang diperoleh dari pengujian sistem?",{"text":118,"@type":110},"Pengujian menunjukkan motor pneumatik gas dan rem membutuhkan daya 36 watt, sedangkan motor DC penggerak setir membutuhkan daya 72 watt.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},229855,1789044589,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":38,"category_name":39,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},8796095461564,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d","RANCANGAN PENGGERAK MOBIL BUGGY OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER DI POLITEKNIK  \nPENERBANGAN MEDAN  \nHezkiel Omega Putra Pinem1, Ayub Wimatra2, Sartika M. Sibarani3,  \nCatra Indra Cahyadi4  \nPoliteknik Penerbangan Medan, Medan  \n[e-mail:](e-mail:1hezkielpinen@gmail.com)[1](e-mail:1hezkielpinen@gmail.com)[hezkielpinen@gmail.com](e-mail:1hezkielpinen@gmail.com), [2](2ayub83wimatra@gmail.com)[ayub83wimatra@gmail.com](2ayub83wimatra@gmail.com),  \n[3](3sibmagdalena@gmail.com)[sibmagdalena@gmail.com](3sibmagdalena@gmail.com), [4](4catraindracahyadi@gmail.com)[catraindracahyadi@gmail.com](4catraindracahyadi@gmail.com)  \nAbstract: This research aims to design an automatic buggy vehicle driver system based on the ESP32 microcontroller at Medan Aviation Polytechnic. The system is designed to enhance the operational efficiency of campus vehicles, enabling them to operate autonomously without requiring a direct driver. The ESP32 microcontroller serves as the central controller, regulating the DC motor for steering, pneumatic motors for gas and brake pedals, and a motor driver to control the current to the motors. The system's performance testing showed that the power required for the pneumatic motors (gas and brake) is 36 watts, and for the DC motor steering, it is 72 watts. Turning tests at a 90° angle and braking tests, where the braking distance was reduced by 10 cm after calibration, indicated that the system operates as expected. These tests confirmed the system's responsiveness and accuracy in automatic operation. Technical challenges in testing, such as adjusting sensor sensitivity and calibrating the pneumatic system, were addressed through repeated trials. This research contributes to the development of vehicle automation in educational settings and offers potential for further advancement, such as integrating LiDAR and GPS sensors for improved navigation accuracy.  \nKeywords: Automatic Buggy Vehicle Driver, Microcontroller, ESP32, Control System, Vehicle Automation  \nAbstrak: Penelitian ini bertujuan merancang sistem penggerak mobil buggy otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 di Politeknik Penerbangan Medan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional kendaraan kampus yang dapat bergerak secara otonom tanpa memerlukan pengemudi langsung. Mikrokontroler ESP32 digunakansebagai pusat kendali, mengatur motor DC untuk setir, motor pneumatik untuk pedal gas dan rem, serta motor driver untuk mengatur arus motor. Pengujian kinerja sistem menunjukkan daya yang dibutuhkan untuk motor pneumatik gas dan rem sebesar 36 watt, serta 72 watt untuk motor DC penggerak setir. Pengujian belokan pada sudut 90° dan pengujian pengereman yang dipersingkat 10 cm setelah kalibrasi menunjukkan kinerja yang sesuai harapan. Pengujian ini mengonfirmasi responsivitas dan akurasi sistem dalampengoperasian otomatis. Tantangan teknis dalam pengujian, seperti pengaturan sensitivitas sensor dan kalibrasi sistem pneumatik, berhasil diatasi melalui uji coba berulang. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan otomasi kendaraandi lingkungan pendidikan dan berpotensi untuk pengembangan lebih lanjut, seperti penggunaan sensor LiDAR dan GPS untuk meningkatkan akurasi navigasi.  \nKata kunci: Penggerak Mobil Buggy Otomatis, Mikrokontroler, ESP32, Sistem Kendali, Otomasi Kendaraan  \nJournal of Science and Social Research ISSN 2615 – 4307 (Print)  \nNov 2025, VIII (4): 3812 – 3819 ISSN 2615 – 3262 (Online)  \nAvailable online at [http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR](http://jurnal.goretanpena.com/index.php/JSSR)  \nPENDAHULUAN  \nPerkembangan teknologi  \ntransportasi modern saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan performakendaraan, tetapi juga pada efisiensienergi dan keberlanjutan lingkungan. Mobil listrik menjadi salah satu solusi yang terus dikembangkan karena mampumenekan emisi karbon dan mengurangiketergantungan pada bahan bakar fosil (Songli et al., 2024) . Sejalan dengan itu, kemajuan dalam otomasi dan kecerdasan buatan mendo","cbCaicVn4FmvZhL6","https://ap.wps.com/l/cbCaicVn4FmvZhL6","pdf",474009,8,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Perkembangan teknologi\n## Implementasi otomasi kendaraan di Indonesia\n## Peran Politeknik Penerbangan Medan dan kendaraan operasional buggy\n## Inefisiensi pengoperasian manual\n## Penelitian terdahulu dan keterkaitan IoT serta otomasi","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian rancangan penggerak mobil buggy otomatis?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan merancang sistem yang membuat mobil buggy dapat beroperasi secara otonom tanpa memerlukan pengemudi langsung, guna meningkatkan efisiensi operasional kendaraan kampus.\"},{\"question\":\"Bagaimana mikrokontroler ESP32 bekerja dalam sistem?\",\"answer\":\"ESP32 digunakan sebagai pusat kendali yang mengatur motor DC untuk setir, motor pneumatik untuk pedal gas dan rem, serta motor driver untuk mengendalikan arus ke motor.\"},{\"question\":\"Berapa kebutuhan daya yang diperoleh dari pengujian sistem?\",\"answer\":\"Pengujian menunjukkan motor pneumatik gas dan rem membutuhkan daya 36 watt, sedangkan motor DC penggerak setir membutuhkan daya 72 watt.\"}]","RANCANGAN PENGGERAK MOBIL BUGGY OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER DI POLITEKNIK PENERBANGAN MEDAN | PDF",12]