[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-147779-113":53,"doc-detail-147779-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","dawatuna-journal-of-communication-and-islamic-broadcasting-gender-equality-in-barbie-film-narrative-through-constructivism-perspective","Dawatuna - Journal of Communication and Islamic Broadcasting - Kesetaraan Gender Egalitarianisme dalam Narasi Film Barbie melalui Perspektif Konstruktivisme","","Penelitian ini mengkaji representasi isu kesetaraan gender dalam film Barbie (2023) yang disutradarai Greta Gerwig dengan perspektif konstruktivisme. Film dipandang sebagai media massa yang membentuk persepsi tentang bias gender melalui proses konstruksi oleh profesional media. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes serta paradigma konstruktivisme untuk memahami bagaimana realitas dimaknai dan dikonstruksi oleh subjek. Hasil menunjukkan film menggambarkan ekspektasi berlebihan terhadap perempuan dan mengkritik penyederhanaan isu kesetaraan gender.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/dawatuna-journal-of-communication-and-islamic-broadcasting-gender-equality-in-barbie-film-narrative-through-constructivism-perspective/147779/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/dawatuna-journal-of-communication-and-islamic-broadcasting-gender-equality-in-barbie-film-narrative-through-constructivism-perspective/147779.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Olivia Brown","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-26",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Penelitian ini membahas apa terkait film Barbie?","Question",{"text":109,"@type":110},"Penelitian membahas representasi kesetaraan gender dalam narasi film Barbie (2023) melalui perspektif konstruktivisme.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa film dianggap berpengaruh terhadap persepsi bias gender?",{"text":114,"@type":110},"Film dipandang sebagai media massa yang mengonstruksi realitas dan menafsirkan makna sehingga dapat memperkuat atau mengubah stereotip gender yang sudah ada.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":118,"@type":110},"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, serta paradigma konstruktivisme untuk memahami konstruksi realitas oleh subjek penelitian.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},147779,1787769386,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},16904993612988,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Volume 4 Nomor 2 (2024) 869-879 E-ISSN 2798-6683 P-ISSN 2798-690X  \nDOI: 10.47467/dawatuna.v4i2.5553  \nKesetaraan Gender Egalitarianisme dalam Narasi Film Barbie melalui  \nPerspektif Konstruktivisme  \nSyafruddin Pohan, Febiola Aditya Yusuf, FebrianiAmalina  \nUniversitas Sumatera Utara  \n[pohansyafruddin@usu.ac.id](pohansyafruddin@usu.ac.id), [febiolaaditya@gmail.com](febiolaaditya@gmail.com), [febrianiamalina28@gmail.com](febrianiamalina28@gmail.com)  \nABSTRACT  \nThe issue of gender equality is not something new today. This issue has been widely discussed in a series of interesting stories full of meaning, one of which is in the form of a film. This research explores the representation of gender equality in the Barbie film released in 2023 and directed by Greta Gerwig from a constructivist perspective. The Barbie film is mass media that influences people's perceptions of gender bias. In the context of constructivism, films are considered the result of construction by media professionals, which can strengthen or change gender stereotypes that already exist in society. The research method used is a qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis. The constructivism paradigm is used to understand how reality is understood and constructed by research subjects. The research subject is the representation of gender equality in the Barbie film narrative, while the research object is the dialogues in the film that will be analyzed. The results of the analysis show that the Barbie film depicts excessive expectations placed on women and criticizes views that trivialize or simplify issues of gender equality. The conclusion of this research is that the Barbie film as part of mass media depicts gender equality issues in a complex way and triggers critical thinking about gender stereotypes in society.  \nKeywords: Gender Equality, Constructivism, Barbie Film, Gender Representation ABSTRAK  \nIsu kesetaraan gender bukanlah sesuatu yang asing lagi hingga kini. Isu tersebut banyak diulas menjadi serangkaian cerita menarik penuh makna, salah satunya dalam bentuk sebuah film. Penelitian ini menggali representasi kesetaraan gender dalam film Barbie yang dirilis padatahun 2023 dan disutradarai oleh Greta Gerwig melalui perspektif konstruktivisme. Film Barbie merupakan media massa yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap bias gender. Dalam konteks konstruktivisme, film dianggap sebagai hasil konstruksi oleh para profesional media, yang dapat memperkuat atau mengubah stereotip gender yang sudah ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Paradigma konstruktivisme digunakan untuk memahami bagaimana realitas dipahami dan dikonstruksi oleh subjek penelitian. Subjek penelitian adalah representasikesetaraan gender dalam narasi film Barbie, sedangkan objek penelitian adalah dialog-dialog dalam film yang akan dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa film Barbie menggambarkanekspektasi berlebihan yang ditempatkan pada wanita dan mengkritik pandangan yang meremehkan atau menyederhanakan isu-isu kesetaraan gender. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Barbie sebagai bagian dari media massa menggambarkan isu-isu kesetaraan  \nDawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Volume 4 Nomor 2 (2024) 869-879 E-ISSN 2798-6683 P-ISSN 2798-690X  \nDOI: 10.47467/dawatuna.v4i2.5553  \ngender dengan cara yang kompleks dan memicu pemikiran kritis terhadap stereotip gender dalam masyarakat.  \nKeywords: Kesetaraan Gender, Konstruktivisme, Film Barbie, Representasi Gender  \nPENDAHULUAN  \nIsu kesetaraan gender telah menjadi perbincangan yang umum. Di berbagai belahan dunia, banyak orang telah aktif mendukung kesetaraan antara pria dan wanita (Sulistyowati: 2021) . Kesenjangan gender terjadi akibat stereotip masyarakat yang memandang perempuan sebagai makhluk yang lebih rendah daripada laki-laki yang","cbCaifykMnkIKWjo","https://ap.wps.com/l/cbCaifykMnkIKWjo","pdf",770577,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Isu kesetaraan gender dalam diskursus sosial dan media\n## Peran film sebagai media penyampai makna dan pengonstruksi realitas","[{\"question\":\"Penelitian ini membahas apa terkait film Barbie?\",\"answer\":\"Penelitian membahas representasi kesetaraan gender dalam narasi film Barbie (2023) melalui perspektif konstruktivisme.\"},{\"question\":\"Mengapa film dianggap berpengaruh terhadap persepsi bias gender?\",\"answer\":\"Film dipandang sebagai media massa yang mengonstruksi realitas dan menafsirkan makna sehingga dapat memperkuat atau mengubah stereotip gender yang sudah ada.\"},{\"question\":\"Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes, serta paradigma konstruktivisme untuk memahami konstruksi realitas oleh subjek penelitian.\"}]","Dawatuna - Journal of Communication and Islamic Broadcasting - Kesetaraan Gender Egalitarianisme dalam Narasi Film Barbie melalui Perspektif Konstruktivisme | PDF",17]